Cakrawala News – 06 November 2026 | Tragedi helikopter Mi-17 di Seruyan: 3 prajurit gugur saat jalankan misi karhutla kembali menyita perhatian publik setelah TNI Angkatan Darat memastikan seluruh korban meninggal dalam insiden yang terjadi pada Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 11.18 WIB. Helikopter Mi-17V5 milik Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) dengan nomor registrasi HA-5235 jatuh di perairan sekitar Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, ketika tengah menjalankan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).
Tiga prajurit yang dinyatakan gugur adalah Letkol Cpn (Anm) Dudi Firmansyah, Kapten Cpn (Anm) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio, dan Sertu (Anm) Heri Prasetyo. Ketiganya bertugas dalam Satuan Tugas Udara (Satgasud) Penanggulangan Karhutla di Kalimantan. Keluarga besar TNI AD menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang menimpa personel terbaiknya.
Informasi awal yang dihimpun dari lapangan sempat menyebutkan jumlah korban meninggal berbeda. Pada Rabu malam, dua prajurit dipastikan gugur, lima personel selamat, dan satu awak masih dalam pencarian. Perkembangan hingga Kamis (5/11/2026) kemudian memastikan jumlah prajurit yang gugur bertambah menjadi tiga orang.
Kronologi Penerbangan
Sebelum kecelakaan terjadi, helikopter Mi-17V5 lepas landas dari Kuala Pembuang sekitar pukul 09.55 WIB menuju Telaga Pulang. Penerbangan itu merupakan bagian dari dukungan operasi pemadaman karhutla di kawasan TNTP yang membutuhkan bantuan pemadaman dari udara.
Kecelakaan terjadi ketika helikopter melakukan pengambilan air laut untuk mendukung operasi water bombing atau pengeboman air. Kepala Penerangan Kodam XXII Tambun Bungai, Kolonel Arh Dodo Sahata Manullang, mengonfirmasi peristiwa tersebut dan menyebut pesawat mengalami kecelakaan saat mengambil air laut.
Menurut keterangan Dispenad, peristiwa ini merupakan kecelakaan kerja saat pelaksanaan tugas operasi pemadaman karhutla. Penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan. Helikopter tersebut mengangkut delapan personel yang tengah menjalankan operasi udara.
Sesaat setelah kejadian, jajaran TNI AD bersama tim gabungan langsung bergerak melakukan operasi penyelamatan dan evakuasi. Tim bergerak melalui jalur udara maupun perairan untuk menjangkau lokasi kecelakaan dan mengevakuasi seluruh awak. Proses evakuasi melibatkan BPBD, TNI AL, TNI AD, serta Basarnas.
Kenaikan Pangkat Luar Biasa dan Penghormatan Terakhir
Ketiga prajurit yang gugur diberikan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB). Pada Kamis (5/11/2026), TNI AD memberikan penghormatan terakhir kepada Letkol Cpn (Anm) Dudi Firmansyah dan Kapten Cpn (Anm) Nurhafiz Akbar. Kedua jenazah diberangkatkan dari Kuala Pembuang menuju Lanumad Ahmad Yani, Semarang, menggunakan pesawat Casa 212 A-9035 pada pagi hari.
Letkol Cpn (Anm) Dudi Firmansyah, yang menjabat Kepala Departemen Pengembangan Pusdikpenerbad, kemudian diterbangkan menuju Bandung. Jenazah disemayamkan di rumah duka sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Bandung, dengan upacara militer yang dipimpin Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto sebagai inspektur upacara.
Sementara itu, Kapten Cpn (Anm) Nurhafiz, yang bertugas sebagai Pabang 2 Siud Heli Serbu II Flite Heli C Dron 31/AYC, dimakamkan di TMP Giri Tunggal, Semarang. Upacara pemakaman dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Tandyo Budi Revita sebagai inspektur upacara.
Berbeda dengan dua rekannya, jenazah Sertu (Anm) Heri Prasetyo diduga masih terjepit di dalam badan helikopter yang tenggelam. Petugas belum berhasil mengevakuasi jasadnya hingga laporan terakhir. Proses evakuasi korban ketiga masih menjadi perhatian tim di lapangan.
Lima Korban Selamat Dirawat
Lima personel yang selamat dalam insiden ini tengah menjalani perawatan medis. Mereka mendapatkan penanganan di RSUD Kuala Pembuang. Sejumlah laporan menyebutkan para korban selamat kemudian dirujuk ke Banjarmasin untuk penanganan lebih lanjut.
Pangkalan Udara Utama TNI AD Ahmad Yani melalui pernyataan resminya menyampaikan duka cita atas peristiwa tersebut. Dalam unggahan akun Instagram resminya, Lanumad A. Yani Puspenerbad menyatakan komandan beserta keluarga besar turut berduka cita atas musibah kecelakaan helikopter Mi-17 TNI AD yang bertugas dalam Satgasud Penanggulangan Karhutla di Kalimantan.
“Bagi korban meninggal dunia, semoga Tuhan YME mengampuni segala kekhilafannya, menerima seluruh amal baiknya, menempatkan di sisi-Nya serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” demikian pernyataan Lanumad Ahmad Yani.
Lanumad juga mendoakan agar korban selamat segera pulih kembali seperti sediakala.
Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin sebelumnya juga telah menyampaikan keterangan terkait jumlah kru yang berada di dalam helikopter. Peristiwa ini menjadi kehilangan besar bagi institusi TNI AD sekaligus pengingat besarnya risiko yang dihadapi personel di lapangan ketika menjalankan tugas kemanusiaan dalam penanggulangan bencana karhutla.
Hingga perkembangan informasi terakhir, penyebab pasti kecelakaan helikopter masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang. Tragedi helikopter Mi-17 di Seruyan: 3 prajurit gugur saat jalankan misi karhutla ini meninggalkan duka mendalam, khususnya bagi keluarga korban dan seluruh jajaran TNI AD yang kehilangan tiga personel saat menjalankan tugas negara di Kalimantan Tengah.
Publik kini menantikan hasil penyelidikan resmi mengenai penyebab kecelakaan, sekaligus proses evakuasi jenazah Sertu (Anm) Heri Prasetyo yang masih berlangsung. Misi pemadaman karhutla di kawasan TNTP sendiri menjadi bagian penting dari upaya penanggulangan bencana yang menuntut dukungan operasi udara, dan risiko yang menyertainya patut menjadi perhatian bersama.












