Cakrawala News – 21 Oktober 2026 | Mantan manajer Manchester United, Erik ten Hag, mengungkap sejumlah pemain incarannya yang gagal diboyong ke Old Trafford, termasuk bintang Tottenham Hotspur Harry Kane dan gelandang Barcelona Frenkie de Jong. Pengungkapan ini sekaligus menyinggung peran jong ajax dalam perjalanan karier Ten Hag, yang sebelumnya menakhodai Ajax Amsterdam sebelum dipercaya menangani Setan Merah pada 2022.
Dalam wawancara dengan The Athletic yang dikutip sejumlah media, Selasa (20/10/2026), Ten Hag membeberkan empat nama yang sempat menjadi target utama Manchester United selama masa kepemimpinannya. Keempatnya adalah Harry Kane, Declan Rice, Frenkie de Jong, dan Brian Brobbey. Nama Danny Welbeck juga disebut turut menarik perhatian klub.
Ten Hag menangani Manchester United sejak April 2022 hingga akhirnya dipecat pada Oktober 2024. Selama periode itu, pelatih asal Belanda tersebut mempersembahkan dua trofi, yakni Carabao Cup dan Piala FA, meski klub dinilai belum tampil konsisten di Liga Primer Inggris.
Harry Kane Jadi Prioritas Utama
Kane disebut sebagai pemain yang paling diinginkan Ten Hag ketika Manchester United mencari penyerang tengah berpengalaman pada musim panas 2023. Saat itu, Kane masih memperkuat Tottenham dan hanya menyisakan satu tahun dalam kontraknya.
Ten Hag berharap situasi kontrak tersebut bisa dimanfaatkan Manchester United untuk memboyong striker Timnas Inggris itu. Dalam wawancara, ia mengaku telah menyampaikan keinginannya secara langsung kepada jajaran direksi.
“Saya mengatakan kepada jajaran direksi Manchester United, ‘Saya hanya menginginkan satu pemain, dan kalian tahu siapa orangnya’,” ujar Ten Hag.
Ia juga mengaku memahami bahwa Kane cukup terbuka terhadap kemungkinan tersebut, tetapi tak mengetahui mengapa transfer itu akhirnya tidak terwujud. Kane pada akhirnya bergabung dengan Bayern Munich.
De Jong Menolak Berkali-kali
Selain Kane, Ten Hag menyoroti kegagalan mendatangkan Frenkie de Jong dari Barcelona. Ia mengaku telah berkali-kali berkomunikasi dengan gelandang Timnas Belanda itu untuk membujuknya pindah ke Old Trafford, tetapi upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
“Saya mengatur banyak pertemuan dengannya dan berusaha membujuknya, tetapi tidak berhasil,” kata Ten Hag.
Kegagalan itu menjadi salah satu catatan penting dalam periode Ten Hag, mengingat De Jong merupakan salah satu pemain yang ia kenal baik sejak masa kebersamaan di Ajax, klub yang identik dengan sebutan jong ajax untuk tim mudanya.
Sementara itu, Declan Rice juga masuk dalam daftar incaran utama. Ten Hag menilai West Ham United tidak melepas Rice dengan harga yang sesuai, dan ia merasa Manchester United tidak melakukan segala upaya untuk mendapatkannya. Rice kini memperkuat Arsenal.
Kritik terhadap Kebijakan Transfer
Pengungkapan ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara keinginan Ten Hag dan kebijakan transfer klub. Sejumlah keputusan transfer Manchester United selama masa kepemimpinannya dinilai belum sejalan dengan rencana yang ia susun.
Ten Hag juga sempat membahas konfliknya dengan Cristiano Ronaldo dalam wawancara yang sama. Namun, sorotan utama tetap tertuju pada daftar pemain yang gagal ia datangkan, yang menurutnya bisa meningkatkan kualitas skuad.
Nama Brian Brobbey dan Danny Welbeck turut disebut sebagai pemain yang sempat masuk radar. Brobbey sendiri merupakan produk akademi Ajax, klub yang lekat dengan istilah jong ajax, sebelum ia meniti karier di Eredivisie.
Konteks dan Dampaknya
Kegagalan mendatangkan pemain-pemain tersebut menjadi bagian dari gambaran naik-turun Manchester United di bawah Ten Hag. Meski meraih dua trofi domestik, klub belum mampu bersaing secara konsisten di Liga Primer Inggris.
Di sisi lain, warisan Ten Hag di Ajax masih terasa. Klub asal Amsterdam itu tetap menjadi nama besar di Eropa, termasuk di Italia, menjelang laga Conference League melawan Atalanta. Seorang pengamat sepak bola Italia, Fabio Gennari, menyebut Ajax masih disegani, meski tidak lagi menimbulkan rasa takut bagi lawan.
“Ajax masih menjadi nama besar di sini. Tetapi melihat situasi saat ini, sepertinya ini bukan periode terbaik dalam sejarah klub,” ujar Gennari, seperti dikutip Voetbalzone.
Hal itu menunjukkan bahwa jejak Ten Hag, termasuk keterkaitannya dengan jong ajax dan para pemain muda berbakat, tetap menjadi bagian dari narasi sepak bola Eropa kontemporer.
Ke depan, pengungkapan Ten Hag ini menjadi bahan refleksi bagi Manchester United dalam merumuskan kebijakan transfer. Sejumlah pengamat menilai dukungan penuh dari manajemen menjadi faktor krusial agar rencana pelatih bisa berjalan sesuai harapan. Bagi Ten Hag, daftar pemain yang gagal ia boyong akan terus menjadi catatan atas periode kepemimpinannya di Old Trafford.










