Cakrawala News – 14 September 2026 | Penyerang muda Fiorentina, Franco Mastantuono, menjadi sorotan utama sepak bola Eropa setelah mencetak hattrick bersejarah dalam kemenangan 4-2 atas Venezia di Serie A. Pemain berusia 19 tahun dan 28 hari itu kini tercatat sebagai pesepak bola Argentina termuda yang mencetak tiga gol dalam satu pertandingan di lima liga top Eropa, memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang Lionel Messi.
Rekor tersebut tercipta pada laga yang berlangsung di Stadion Penzo, Minggu, 13 September 2026. Messi sebelumnya mencetak hattrick pertamanya untuk Barcelona pada usia 19 tahun dan 259 hari, tepatnya saat laga 3-3 melawan Real Madrid di Camp Nou pada Maret 2007. Artinya, Franco Mastantuono memangkas rekor tersebut lebih cepat 231 hari dari legenda Argentina itu.
Jalannya Pertandingan
Fiorentina sempat tertinggal lebih dulu ketika Venezia membuka keunggulan melalui Akor Adams pada menit ke-22. Namun, respons Mastantuono datang nyaris tanpa jeda. Ia mencetak dua gol beruntun pada menit ke-29 dan ke-30, membalikkan keadaan sebelum babak pertama usai.
Pada babak kedua, Fiorentina menambah keunggulan lewat Mateo Pellegrino pada menit ke-66 setelah aksi yang dimulai oleh Nicolo Fagioli. Venezia sempat berusaha memperkecil ketertinggalan, tetapi kendali permainan tetap di tangan tim asuhan Paolo Vanoli.
Gol ketiga Franco Mastantuono lahir pada menit ke-84. Ia menerima bola di dalam kotak penalti, mencoba melewati kiper Filip Stankovic, dan bola pantulan mengenai wajahnya sebelum masuk ke gawang. Gol itu menjadi hattrick profesional pertamanya sekaligus membawa Fiorentina unggul 4-1. Antoine Hainaut kemudian mencetak gol hiburan dua menit berselang untuk mengubah skor akhir menjadi 2-4.
Memecahkan Berbagai Rekor
Berdasarkan catatan yang dihimpun dari berbagai laporan, pencapaian Franco Mastantuono menembus beberapa rekor sekaligus. Ia menjadi pemain asing termuda yang mencetak hattrick di Serie A dan pemain termuda dalam sejarah Fiorentina yang mampu melakukannya.
Selain itu, rekor tersebut juga menempatkannya melampaui pencapaian Messi sebagai pemain Argentina termuda dengan tiga gol dalam satu laga di lima liga besar Eropa. Sebagai perbandingan, nama-nama besar Argentina lain seperti Mauro Icardi mencetak hattrick pertamanya pada usia 19 tahun 343 hari, sedangkan Gonzalo Higuain pada usia 20 tahun 334 hari.
Penampilan gemilang ini juga mengangkat performa Fiorentina yang sebelumnya sempat limbung. Klub berjuluk La Viola itu mencatat lima gol dan kebobolan sebelas kali dalam empat jornada pertama, angka yang menunjukkan ketidakseimbangan antara lini depan dan belakang.
Pengaruh Pergantian Pelatih
Kebangkitan Mastantuono tidak lepas dari pergantian kursi pelatih. Pada tiga laga awal, performanya dinilai kurang menonjol. Pelatih sebelumnya, Grosso, bahkan menariknya keluar pada jeda babak laga melawan Torino. Namun pada laga debut Paolo Vanoli, ia langsung meledak dengan hattrick ke gawang Venezia.
Perubahan tersebut memicu diskusi mengenai seberapa besar pengaruh pergantian pelatih terhadap performa pemain muda itu. Sejumlah pengamat menilai Franco Mastantuono menjadi salah satu pemain yang paling diuntungkan oleh datangnya Vanoli.
Di sisi lain, lini serang Fiorentina masih dalam tahap pencarian bentuk. Mateo Pellegrino tampil sebagai ujung tombak dengan dua gol di liga, sementara pemain seperti Jeremy Njie menunjukkan kecepatan dan kepribadian meski belum tajam di depan gawang. Pedro Goncalves masih berjuang mencari kondisi, sedangkan Gnonto dan Beto bersaing untuk memperebutkan tempat di starting eleven.
Target Bersama Timnas Argentina
Di level pribadi, Franco Mastantuono memiliki target besar: kembali memperkuat tim nasional Argentina. Ia mengaku mendapat wejangan dari legenda Fiorentina, Gabriel Omar Batistuta, yang ditemuinya dalam rangkaian perayaan Centenario klub.
Kepada media Italia, ia menyampaikan bahwa pertemuan itu memberinya kesan mendalam. Keduanya berbicara soal sepak bola, kota Firenze, para pendukung, dan arti bermain untuk klub tersebut. Ia menyebut akan memanfaatkan setiap nasihat yang diberikan. Menariknya, ia kini tinggal di rumah yang pernah menjadi kediaman Batistuta di Firenze.
Soal ambisinya membela timnas, pemain kelahiran 2007 itu secara terbuka menyatakan bahwa jersey Argentina adalah yang terindah baginya dan ia berharap segera kembali mengenakannya. Namun ia menyadari hal itu hanya bisa terwujud melalui kerja keras, latihan, dan menit bermain yang konsisten.
Konteks Persaingan dengan Yamal
Pencapaian Franco Mastantuono datang bersamaan dengan sorotan terhadap bintang muda Barcelona, Lamine Yamal. Pemain berusia 19 tahun itu mencetak dua gol saat Barcelona menang 4-2 atas Levante pada jornada kelima La Liga 2026-27, mencatatkan tiga brace dalam lima laga pembuka musim.
Sebelumnya, hanya Lionel Messi yang mampu menorehkan tiga brace dalam lima pertandingan pembuka La Liga pada abad ke-21, tepatnya pada musim 2012-13. Cristiano Ronaldo, meski menjadi pencetak gol terbanyak kedua dalam sejarah La Liga dengan 311 gol, tidak pernah mencatatkan rekor tersebut.
Dengan performa yang terus menanjak, Franco Mastantuono kini berada di jalur yang menjanjikan. Namun, perjalanan masih panjang. Konsistensi, adaptasi terhadap taktik Vanoli, dan kemampuan menjaga kondisi fisik akan menjadi kunci apakah ia mampu mempertahankan level permainan ini sepanjang musim.
Bagi Fiorentina, hattrick tersebut menjadi sinyal bahwa investasi pada pemain muda mulai berbuah. Jika sang pemain mampu menjaga momentum, bukan tidak mungkin namanya kembali masuk dalam pembicaraan skuad timnas Argentina dalam waktu dekat.












