Cakrawala News – 25 September 2026 | Bencana galodo terjang Solok, Polri kerahkan SAR dan jadikan Mapolres tempat pengungsian setelah banjir bandang melanda kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin (21/9/2026) malam. Personel kepolisian langsung dikerahkan untuk mencari korban hilang, mengevakuasi warga, dan membersihkan material yang menutup akses serta fasilitas umum.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana tersebut.
“Begitu bencana terjadi, Polri langsung bergerak untuk menyelamatkan dan melayani masyarakat. Prioritas kami adalah keselamatan warga, pencarian terhadap masyarakat yang masih dilaporkan hilang, evakuasi korban, serta pembersihan material yang menutup akses dan fasilitas masyarakat,” ujar Trunoyudo, Selasa (22/9/2026).
Ia menambahkan personel Polri bersama unsur gabungan terus bekerja di lapangan untuk memastikan proses pencarian dan penyelamatan berjalan maksimal. Kehadiran aparat tidak hanya difokuskan pada evakuasi, tetapi juga memastikan warga terdampak tetap mendapatkan pelayanan selama masa tanggap darurat.
Langkah itu diwujudkan dengan menyiapkan tempat pengungsian di Mapolres Solok, pelayanan kesehatan, dapur lapangan, serta trauma healing bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan selama masa darurat.
Kronologi Bencana
Bencana galodo terjadi sekitar pukul 19.30 WIB setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Solok sejak Senin sore. Kondisi tersebut menyebabkan debit sejumlah aliran sungai meningkat.
Longsor pada bukit di sekitar hulu Sungai Batang Laso kemudian membawa material pasir, batu, lumpur, dan air hingga menerjang kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok di Arosuka. Material banjir bandang juga meluap hingga badan Jalan Raya Solok-Padang di sekitar kawasan Kantor Bupati Solok.
Sekretaris BPBD Sumatera Barat Ilham Wahab yang berada di lokasi menyebut banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Solok dan sekitarnya. Menurut laporan awal, Kantor PU mengalami rusak berat, sejumlah kantor lain terdampak, dan beberapa rumah warga rusak berat. Ia juga menyebut satu jembatan putus sehingga akses Padang-Solok sempat terputus.
Korban dan Warga Mengungsi
Hingga Selasa (22/9) pukul 18.45 WIB, satu orang dilaporkan meninggal dunia dan satu orang lainnya masih dalam pencarian. Selain itu, satu warga mengalami luka berat dan tiga orang luka ringan. Sebanyak 32 warga dari sembilan kepala keluarga mengungsi akibat bencana ini.
Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Sejumlah kantor pemerintahan, rumah warga, kendaraan, hingga jembatan terdampak material lumpur dan bebatuan yang dibawa arus.
Pengerahan Tim SAR
Satbrimob Polda Sumbar melaksanakan apel pemberangkatan Tim SAR pada Senin (21/9) pukul 20.20 WIB, sesaat setelah galodo terjadi. Tim kemudian bergerak menuju lokasi bencana pada pukul 21.00 WIB.
Kekuatan awal terdiri dari 2 SSK Tim SAR dari Mako Padang Sarai, Kota Padang, serta 1 peleton dari Mako Yon B Kota Padang Panjang. Pengerahan ini menjadi bagian dari operasi gabungan yang melibatkan berbagai unsur untuk mempercepat proses pencarian dan penyelamatan korban.
Dalam penanganan bencana galodo terjang Solok, Polri kerahkan SAR dan jadikan Mapolres tempat pengungsian sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat terdampak. Personel diterjunkan sejak malam kejadian untuk memastikan proses evakuasi dan pembersihan material berjalan optimal.
Konteks Wilayah Rawan
Kabupaten Solok dan sejumlah wilayah Sumatera Barat dikenal memiliki kontur perbukitan serta aliran sungai yang berpotensi meluap saat hujan berintensitas tinggi. Longsor di hulu sungai menjadi pemicu utama banjir bandang yang membawa material besar ke kawasan permukiman dan perkantoran.
Karena itu, koordinasi lintas instansi menjadi kunci dalam penanganan bencana, mulai dari peringatan dini, evakuasi, hingga pemulihan akses jalan yang sempat terputus. Kehadiran posko pengungsian di Mapolres Solok diharapkan mempercepat distribusi bantuan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal sementara.
Hingga masa tanggap darurat berlangsung, proses pencarian korban yang masih hilang serta pembersihan material menjadi fokus utama. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Penanganan bencana galodo terjang Solok, Polri kerahkan SAR dan jadikan Mapolres tempat pengungsian menunjukkan sinergi antara kepolisian, BPBD, dan unsur gabungan dalam merespons situasi darurat. Perkembangan selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah kondisi korban hilang, pemulihan akses jalan, serta kesiapan dukungan bagi warga selama masa pemulihan pascabencana.
