Cakrawala News – 23 Oktober 2026 | Geger puluhan motor trail terparkir di lahan kosong Bekasi, TNI AD tegaskan bukan milik militer! Keberadaan deretan motor trail listrik yang viral di media sosial itu akhirnya mendapat klarifikasi dari pihak TNI. Kepala Penerangan Kodam Jaya, Letkol Arh Noor Iskak, menegaskan kendaraan tersebut bukan milik Kodam Jaya maupun satuan TNI AD, melainkan milik mitra pengadaan untuk Kementerian Pertahanan (Kemhan).
Klarifikasi ini muncul setelah video dan foto yang menunjukkan puluhan motor terparkir di lahan terbuka tanpa atap di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, ramai dibicarakan warganet. Narasi yang beredar menyebut motor-motor itu merupakan kendaraan operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Badan Gizi Nasional (BGN) yang mangkrak.
Bukan Milik Kodam Jaya
Dalam keterangannya kepada wartawan pada Rabu (21/10/2026), Iskak menegaskan pihaknya telah memeriksa data kepemilikan kendaraan di satuan jajaran Kodam Jaya. Hasilnya, tidak ada satu pun kendaraan dalam video tersebut yang terdaftar sebagai aset milikinya.
“Sudah saya cek data di satuan jajaran Kodam Jaya tidak ada yang punya itu,” kata Iskak.
Pernyataan itu ia sampaikan untuk merespons narasi yang menyebut motor trail tersebut milik TNI. Iskak bahkan membuka kemungkinan menelusuri lebih lanjut apabila ada pihak yang menyebut kendaraan itu milik militer, dengan meminta nama personel yang menyampaikan klaim tersebut agar bisa ditelusuri.
Dikaitkan dengan Operasional Batalyon di Papua
Sehari berselang, Kamis (22/10/2026), Iskak memberikan penjelasan lebih rinci. Menurutnya, motor trail tersebut merupakan milik mitra pengadaan kendaraan untuk Kemhan dan disiapkan untuk menunjang kebutuhan operasional prajurit TNI, khususnya Batalyon Teritorial Pembangunan (Batalyon TP) di wilayah Indonesia Timur, termasuk Papua.
Ia menegaskan, keberadaan kendaraan tersebut di wilayah Bekasi berkaitan dengan tahapan pengadaan dan penyiapan sebelum didistribusikan kepada satuan penerima sesuai peruntukannya. Dengan begitu, kata dia, motor-motor itu tidak dalam kondisi terbengkalai seperti yang dinarasikan.
“Informasi mengenai keberadaan kendaraan tersebut perlu dipahami dalam konteks proses pengadaan dan dukungan operasional, sehingga tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat,” ujar Iskak.
Ia juga mengimbau media dan masyarakat memastikan informasi melalui proses verifikasi dan konfirmasi sebelum menyampaikan pemberitaan kepada publik. Menurutnya, ketepatan konteks dan kelengkapan informasi penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemberitaan media.
BGN dan Kejagung Juga Membantah
Sebelum klarifikasi TNI, Badan Gizi Nasional lebih dulu membantah bahwa motor trail listrik dalam video tersebut merupakan asetnya. Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, menyatakan pihaknya telah melakukan pengecekan dan membandingkan motor dalam video dengan motor trail listrik yang diadakan BGN pada 2025.
“Itu bukan motor milik BGN. Kami sudah lakukan pengecekan dan membandingkan dari video yang teman-teman kirim itu dengan motor trail listrik pengadaan tahun 2025 yang jadi sorotan publik tersebut. Hasilnya berbeda,” kata Tysa.
Bantahan serupa datang dari Kejaksaan Agung. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, memastikan motor trail dalam video tersebut bukan barang bukti yang disita dalam kasus dugaan korupsi pengadaan motor listrik pada tata kelola program MBG di BGN 2025-2026.
“Kami pastikan itu bukan BB terkait BGN,” kata Anang saat dikonfirmasi pada Selasa (20/10/2026).
Kronologi dan Konteks
Kasus ini bermula dari unggahan warganet di media sosial Threads yang memperlihatkan deretan motor listrik terparkir di sebuah lahan kosong tanpa atap. Di sampingnya terlihat tumpukan rongsokan, ekskavator, dan truk yang sedang mengangkut barang bekas. Tak jauh dari lokasi, ada pula truk kecil bermuatan ban serta sejumlah orang yang beraktivitas di sekitarnya.
Unggahan tersebut kemudian dinarasikan sebagai motor operasional MBG yang terbengkalai di dekat tempat pembuangan sampah. Narasi itu cepat menyebar dan memicu spekulasi publik, terutama karena program MBG menjadi sorotan sejak pengadaan motor listrik pada 2025.
Dengan adanya klarifikasi dari tiga pihak, yaitu TNI, BGN, dan Kejagung, gambaran soal kepemilikan kendaraan tersebut mulai terang. Motor-motor itu disebut berada di Bekasi dalam rangka proses pengadaan dan penyiapan sebelum dikirim ke satuan penerima di Indonesia Timur.
Meski demikian, sejumlah pertanyaan masih menyisakan ruang penelusuran, seperti identitas mitra pengadaan yang disebut TNI serta jadwal distribusi kendaraan ke satuan penerima. Pihak Kodam Jaya menyatakan menghargai peran media sebagai mitra strategis dan berharap klarifikasinya dapat menjadi bahan ralat serta penyempurnaan terhadap pemberitaan sebelumnya.
Bagi publik, peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya konfirmasi sebelum menelan mentah-mentah narasi viral. Geger puluhan motor trail terparkir di lahan kosong Bekasi, TNI AD tegaskan bukan milik militer, sekaligus menegaskan bahwa penelusuran fakta dari sumber resmi tetap menjadi langkah utama dalam memahami peristiwa yang berkembang cepat di media sosial.
