Cakrawala News – 22 Oktober 2026 | Momen Prabowo beri penghormatan terakhir ke almarhum eks KSAD Subagyo menjadi sorotan saat Presiden RI Prabowo Subianto hadir di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Selasa (20/10/2026). Kehadiran kepala negara itu menjadi bentuk penghormatan negara kepada Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo, salah satu tokoh senior TNI Angkatan Darat yang telah berpulang.
Setibanya di Mabesad, Prabowo disambut Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Wakil Menteri Pertahanan Marsekal TNI Yusuf Jauhari, serta Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Tandyo Budi Revita. Dengan setelan jas abu-abu gelap dan peci hitam, Presiden langsung menuju ruang persemayaman yang dipenuhi karangan bunga putih.
Di hadapan jenazah yang diselimuti Bendera Merah Putih, Prabowo berhenti sejenak untuk memberikan penghormatan. Ia kemudian mendekat dan memanjatkan doa dalam suasana khidmat. Para pelayat yang berada di ruangan itu menyaksikan prosesi tersebut dengan penuh hormat.
Belasungkawa untuk Keluarga Almarhum
Selepas berdoa, Prabowo menghampiri keluarga inti almarhum dan menyalami mereka satu per satu. Perhatian Presiden sempat tertuju kepada seorang anggota keluarga yang duduk di kursi roda, mengenakan busana putih dan kerudung senada. Prabowo membungkukkan badan untuk menjangkau perempuan tersebut, dan keduanya saling berhadapan sambil berpegangan tangan.
Setelah menemui keluarga, Presiden turut menyalami para pelayat yang hadir, baik dari unsur keluarga maupun sejumlah pejabat dan tokoh nasional. Prabowo kemudian duduk bersama para pelayat, di antaranya Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan Wiranto, sebelum mengikuti rangkaian prosesi berikutnya.
Rangkaian Penghormatan Militer
Jenazah Subagyo sebelumnya diterima dan disemayamkan di Ruang Jatikusumo, Mabesad. Para pejabat, keluarga besar TNI, dan pelayat silih berganti hadir untuk menyampaikan penghormatan terakhir. Setelah persemayaman, jenazah disalatkan di Masjid At-Taqwa Mabesad, diiringi doa para prajurit TNI sebelum dilepas menuju tempat peristirahatan terakhir.
Upacara pelepasan jenazah dipimpin Wakil Menteri Pertahanan Bidang Strategi, Doktrin, dan Pembangunan Kekuatan, Jenderal TNI Richard Tampubolon. Jenazah kemudian diberangkatkan menuju Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Utama Kalibata, Jakarta, tempat keluarga besar TNI Angkatan Darat mengantar Subagyo untuk terakhir kalinya.
Di TMPN Utama Kalibata, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam pemakaman militer. Prosesi berlangsung khidmat, diawali pembacaan riwayat hidup singkat almarhum dan dilanjutkan dengan apel Persada sebagai penghormatan terakhir negara dan institusi TNI.
Suasana semakin haru ketika KSAD, KSAL, dan KSAU bersama Wakil Panglima TNI Jenderal Maruli Simanjuntak melaksanakan pelipatan Bendera Merah Putih yang sebelumnya menyelimuti peti jenazah. Dentuman tembakan salvo kemudian mengiringi prosesi penghormatan sebelum jenazah dikebumikan. Prosesi ditutup dengan tabur bunga oleh keluarga, disusul peletakan karangan bunga oleh Inspektur Upacara di pusara almarhum.
Jejak Pengabdian Subagyo
Subagyo Hadi Siswoyo merupakan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) tahun 1970. Dalam perjalanan karier militernya, ia pernah menjabat Komandan Jenderal Kopassus pada 1994-1995, sebelum menjadi KSAD pada Februari 1998 hingga November 1999.
Selama menjabat KSAD, Subagyo mengemban tugas pada masa tiga presiden, yakni Soeharto, B.J. Habibie, dan Abdurrahman Wahid. Setelah menuntaskan karier militernya, ia juga pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada Januari 2015 hingga 20 Oktober 2019.
Dengan demikian, momen Prabowo beri penghormatan terakhir ke almarhum eks KSAD Subagyo bukan sekadar seremoni kenegaraan. Rangkaian penghormatan itu menjadi penanda perpisahan sekaligus penghargaan atas perjalanan hidup dan pengabdian Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo kepada TNI Angkatan Darat dan bangsa.
Prosesi militer di Kalibata menegaskan bahwa negara menempatkan darma bakti seorang prajurit sebagai bagian dari sejarah institusi. Bagi publik, kehadiran Presiden dan sejumlah tokoh nasional di Mabesad menjadi pengingat akan pentingnya menghormati jasa para pendahulu di lingkungan pertahanan.
