Harta Kekayaan Kapolda Jatim Baru Irjen Dekananto Tak Sampai Rp 1 Miliar dan Tak Punya Utang

Harta Kekayaan Kapolda Jatim Baru Irjen Dekananto Tak Sampai Rp 1 Miliar dan Tak Punya Utang
Harta Kekayaan Kapolda Jatim Baru Irjen Dekananto Tak Sampai Rp 1 Miliar dan Tak Punya Utang

Cakrawala News – 05 Oktober 2026 | Harta kekayaan Kapolda Jatim baru Irjen Dekananto tak sampai Rp 1 miliar sampai tak punya utang menjadi sorotan publik usai dirinya resmi ditunjuk memimpin Polda Jawa Timur. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) per 31 Desember 2024, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono tercatat memiliki total harta sebesar Rp 762.000.000. Laporan tersebut disampaikan ke KPK pada 16 Januari 2025, dan dalam dokumen itu Dekananto tercatat tidak memiliki utang sama sekali.

Angka tersebut terbilang mengejutkan karena posisi Kapolda Jawa Timur selama ini dikenal sebagai jabatan strategis dengan tanggung jawab besar. Meski begitu, laporan kekayaan Dekananto menunjukkan komposisi harta yang relatif sederhana, terdiri dari tanah dan bangunan, alat transportasi, harta bergerak lainnya, serta kas setara kas.

Penunjukan Dekananto sebagai Kapolda Jatim tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal Jumat, 2 Oktober 2026. Ia menggantikan Irjen Pol Nanang Avianto yang dimutasi menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri. Mutasi ini merupakan bagian dari rotasi besar-besaran yang dilakukan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, dua hari setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto.

Rekam Jejak di Dunia Intelijen

Irjen Dekananto bukan sosok asing bagi Jawa Timur. Pria kelahiran Bojonegoro, 8 Agustus 1972, ini pernah menjabat sebagai Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Jatim pada 2022 hingga 2023. Setelah itu, ia bertugas di Polda Metro Jaya dengan jabatan yang sama pada 2024, lalu dipercaya menjadi Wakapolda Metro Jaya sebelum akhirnya kembali ke Jawa Timur sebagai Kapolda.

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 ini dikenal berpengalaman di bidang intelijen. Saat menjabat Dirintelkam Polda Jatim, ia menjadi motor utama di balik peredaman gesekan antarkelompok persilatan yang sempat menahun. Melalui pendekatan persuasif berlandaskan Surat Edaran Bakesbangpol Jatim 2023, ia memfasilitasi pembongkaran dan alih fungsi sedikitnya 686 tugu perguruan pencak silat menjadi Tugu Pancasila.

Langkah diplomasi kultural tersebut dinilai berhasil melucuti potensi provokasi fisik yang kerap menyulut bentrok berdarah di berbagai pelosok daerah. Pengalaman itu menjadi salah satu pertimbangan Kapolri mempercayakan Jawa Timur kepada Dekananto. Ia juga sempat menjabat sebagai Direktur Politik di Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri sebelum kembali ke Polda Metro Jaya.

Dengan rekam jejak tersebut, Kapolri menilai Dekananto memiliki profil matang untuk memimpin salah satu polda terbesar di Indonesia. Penugasan ini sekaligus menjadi momentum pulang kampung bagi perwira tinggi berdarah Bojonegoro itu, karena ia akan membawahi wilayah yang mencakup tanah kelahirannya.

Mutasi Besar-Besaran di Tubuh Polri

Rotasi yang menempatkan Dekananto sebagai Kapolda Jatim merupakan bagian dari perombakan besar di tubuh Mabes Polri. Dalam surat telegram tersebut, Kapolri melakukan rotasi terhadap 88 perwira tinggi dan perwira menengah, termasuk pergeseran posisi strategis di jajaran kepolisian daerah.

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan para pejabat yang mendapat amanah baru diharapkan segera menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawab di satuan masing-masing. Menurutnya, setiap personel yang mendapat jabatan baru diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, melanjutkan tugas yang sudah berjalan, dan memberikan pelayanan kepolisian yang optimal kepada masyarakat.

Selain Kapolda Jatim, sejumlah posisi krusial turut mengalami pergeseran. Irjen Asep Safrudin yang sebelumnya menjabat Kapolda Kepri diangkat menjadi Kabareskrim Polri, sementara Komjen Syahardiantono dimutasi sebagai Pati Bareskrim Polri dalam rangka penugasan di Kantor Staf Presiden. Posisi Kapolda Kepri kemudian diisi Irjen Suhendri yang sebelumnya menjabat Teknisi Jibom Utama Korbrimob Polri.

Di jajaran Polda Metro Jaya, Irjen Dadang Hartanto yang sebelumnya menjabat Kapolda Maluku ditunjuk mengisi kursi Kapolda Metro Jaya menggantikan Komjen Asep Edi Suheri. Sementara itu, Komjen Asep Edi Suheri dipercaya menjabat Irwasum Polri menggantikan Komjen Wahyu Widada yang dimutasi sebagai Pati Itwasum Polri untuk penugasan di Kementerian ATR/BPN.

Transparansi Kekayaan Pejabat Publik

Laporan harta kekayaan Kapolda Jatim baru Irjen Dekananto tak sampai Rp 1 miliar sampai tak punya utang menjadi cerminan bagaimana pejabat publik menyampaikan kewajiban pelaporan hartanya kepada KPK. LHKPN merupakan instrumen penting dalam upaya pencegahan korupsi, karena memungkinkan masyarakat memantau kekayaan penyelenggara negara secara terbuka.

Dalam konteks ini, angka Rp 762 juta yang tercatat dalam laporan Dekananto menunjukkan komposisi harta yang terbilang wajar untuk seorang perwira tinggi. Tidak adanya utang dalam laporan tersebut juga menjadi catatan tersendiri, mengingat banyak pejabat publik yang melaporkan utang dalam LHKPN mereka.

Meski demikian, publik tetap perlu memahami bahwa LHKPN hanya mencatat kekayaan yang dilaporkan oleh penyelenggara negara pada periode tertentu. Dokumen ini disampaikan secara berkala dan dapat diperbarui sesuai ketentuan yang berlaku.

Ke depan, masyarakat akan menantikan bagaimana Irjen Dekananto menjalankan tugasnya sebagai Kapolda Jatim, terutama dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah yang pernah ia pimpin di bidang intelijen. Rekam jejaknya dalam menangani konflik sosial dan pengalaman di bidang intelijen menjadi modal penting untuk memimpin Polda Jawa Timur di tengah berbagai tantangan keamanan yang dinamis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *