Cakrawala News – 06 Oktober 2026 | Rencana Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth untuk memangkas sekitar 20 persen struktur perwira tinggi militer memicu resistensi dari kalangan Partai Republik sendiri. Sejumlah senator mempertanyakan dasar pemangkasan, minimnya konsultasi dengan Kongres, hingga dampaknya terhadap kesiapan militer AS. Langkah Hegseth pangkas 20 persen jajaran jenderal AS, senator Republik pertanyakan prosesnya menjadi sorotan karena kebijakan ini datang dari dalam pemerintahan Presiden Donald Trump.
Hegseth mengonfirmasi langkah tersebut dalam pidato State of the Force di Marine Corps Base Quantico, Virginia, Rabu (30/9/2026), sebagaimana diberitakan Associated Press. Pemangkasan itu mencakup kombinasi pemberhentian perwira serta pengurangan posisi yang diperuntukkan bagi jenderal dan laksamana.
Namun, angka 20 persen tidak berarti Pentagon sekaligus memecat seperlima seluruh jenderal dan laksamana. Hegseth mengatakan sekitar 10 persen perwira tinggi telah diberhentikan, sementara sekitar 10 persen posisi perwira tinggi lainnya dikurangi.
“Berdasarkan perhitungan internal, kami telah memangkas sekitar 10 persen perwira tinggi,” kata Hegseth, sebagaimana diberitakan Breaking Defense.
Ia menambahkan jumlah posisi perwira tinggi juga telah dikurangi sekitar 10 persen tambahan. Restrukturisasi tersebut diarahkan mencapai pengurangan sekitar 20 persen pada 1 Januari 2027.
Dampak pada Struktur Perwira Tinggi
Militer AS memiliki sekitar 800 posisi jenderal dan laksamana dari pangkat bintang satu hingga bintang empat. Sebagian jabatan tidak akan sepenuhnya dihilangkan. Sejumlah posisi dapat diturunkan sehingga nantinya diisi kolonel atau kapten Angkatan Laut, bukan perwira berpangkat jenderal atau laksamana.
Hegseth membingkai kebijakan tersebut sebagai upaya memangkas birokrasi dan meningkatkan akuntabilitas. “Media menyebutnya pembersihan. Saya menyebutnya akuntabilitas,” katanya dalam pidato tersebut, sebagaimana diberitakan CNN.
Dalam sebuah video yang diunggah ke media sosial pada Mei 2025, Hegseth menyebut upaya itu sebagai langkah “lebih sedikit jenderal, lebih banyak prajurit lapangan (GI).” Ia juga menegaskan, “Ini bukan tindakan pemangkasan drastis yang bertujuan menghukum perwira tinggi,” seraya menggambarkan langkah tersebut sebagai “pengurangan yang bijaksana pada jajaran perwira tinggi.”
Menurut para pejabat yang berbicara dengan syarat anonim, berbagai matra angkatan bersenjata telah diperintahkan untuk merampungkan pengurangan terbaru paling lambat 1 Januari 2027. Fox News adalah pihak pertama yang melaporkan rencana tersebut.
Senator Republik Minta Penjelasan
Persoalannya, sejumlah senator yang justru berasal dari partai Presiden Donald Trump belum melihat penjelasan terperinci mengenai bagaimana restrukturisasi tersebut akan dilakukan. Mereka mempertanyakan dasar pemangkasan, minimnya konsultasi dengan Kongres, hingga dampaknya terhadap kesiapan militer Amerika Serikat.
Angka pemangkasan itu dua kali lipat dari pengurangan tahun lalu. Pengurangan sebesar 20 persen akan melipatgandakan pemangkasan sebesar 10 persen pada posisi perwira tinggi yang diumumkan Pentagon tahun lalu.
Menurut pejabat Pentagon, Hegseth memaparkan rencana pengurangan jumlah posisi bagi jenderal dan laksamana sebesar 20 persen dalam pidato di hadapan anggota militer AS pada 30 September 2026.
Kebijakan Hegseth pangkas 20 persen jajaran jenderal AS, senator Republik pertanyakan prosesnya menunjukkan bahwa restrukturisasi ini tidak hanya menjadi isu internal militer, tetapi juga memasuki ranah politik karena melibatkan hubungan antara Pentagon dan Kongres.
Sejumlah senator dari Partai Republik menilai konsultasi dengan Kongres seharusnya dilakukan sebelum kebijakan sebesar ini diumumkan. Mereka juga menyoroti potensi dampak terhadap kesiapan militer AS jika posisi-posisi strategis justru berkurang.
Hegseth sendiri menegaskan bahwa pengurangan ini bukan tindakan menghukum perwira tinggi, melainkan bagian dari upaya efisiensi dan akuntabilitas. Namun, pernyataan itu belum sepenuhnya meredam pertanyaan dari kalangan legislatif.
Hingga kini, sejumlah senator masih menunggu penjelasan terperinci mengenai mekanisme restrukturisasi, termasuk jabatan mana saja yang akan dihapus atau diturunkan tingkatnya. Mereka juga ingin memastikan bahwa pengurangan ini tidak mengganggu operasional militer AS.
Dengan tenggat 1 Januari 2027, berbagai matra angkatan bersenjata AS tengah bersiap merampungkan pengurangan tersebut. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada bagaimana Pentagon menjawab pertanyaan Kongres dan apakah restrukturisasi ini benar-benar berjalan sesuai rencana.
Yang perlu diperhatikan adalah apakah kebijakan Hegseth pangkas 20 persen jajaran jenderal AS, senator Republik pertanyakan prosesnya akan berujung pada penyesuaian atau tetap dilanjutkan sesuai jadwal. Publik dan legislatif akan menantikan penjelasan resmi dari Pentagon mengenai rincian pemangkasan tersebut.
