Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Kalahkan Thailand Lewat Adu Penalti 4-2

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Kalahkan Thailand Lewat Adu Penalti 4-2
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Kalahkan Thailand Lewat Adu Penalti 4-2

Cakrawala News – 06 Oktober 2026 | Foto: Persiapan final lawan Thailand, skuad Garuda gelar sesi latihan pemungkas [titlebase] menjadi penanda akhir perjalanan panjang Timnas Indonesia menuju puncak FIFA ASEAN Cup 2026. Pada laga final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) malam, Indonesia menundukkan Thailand melalui drama adu penalti dengan skor 4-2. Kemenangan ini sekaligus mengakhiri penantian gelar juara di level senior Asia Tenggara selama 35 tahun, sejak medali emas SEA Games 1991 di Manila, Filipina.

Laga berlangsung dramatis hingga babak tambahan waktu. Indonesia sempat unggul lewat tendangan bebas Dean James pada menit ke-84 yang mengenai pemain Thailand dan berubah arah menjadi gol. Keunggulan itu hanya bertahan tiga menit setelah Iklas Sanron menyamakan kedudukan bagi Thailand, yang bermain dengan 10 pemain usai Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua.

Pada babak tambahan, Peeradol Chamratsamee membawa Thailand berbalik unggul 2-1 pada menit ke-111. Namun empat menit kemudian, Elkan Baggott mencetak gol penyama kedudukan yang memaksa pertandingan dilanjutkan ke adu penalti. Kiper Emil Audero menjadi pahlawan setelah menggagalkan tendangan Nattapong Sayriya, penendang keempat Thailand, dan Indonesia menutup adu tos-tosan dengan skor 4-2.

Trofi Pertama di Turnamen Baru

Gelar ini terasa istimewa karena menjadi trofi pertama bagi tim senior Indonesia di laga final sejak 1991. Indonesia juga tercatat belum pernah menjuarai Piala AFF, sehingga keberhasilan di edisi perdana FIFA ASEAN Cup 2026 ini menorehkan sejarah baru. Jika menang, Indonesia disebut akan menjadi tim pertama yang menjuarai FIFA ASEAN Cup edisi perdana, sebagaimana disampaikan dalam materi sumber.

Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, mengaku sulit menggambarkan perasaannya setelah mengantarkan Garuda meraih trofi tersebut. Ia menyebut pencapaian ini luar biasa jika melihat dari mana tim ini berasal, dan merasakan trofi pertama dalam sejarah Indonesia. Hubner menjadi starter dalam empat pertandingan Indonesia di turnamen tersebut dan bermain hingga menit ke-101 sebelum digantikan Shayne Pattynama karena kondisi fisiknya yang terkuras.

“Saya bermain selama 90 menit, tetapi pada babak tambahan waktu saya diganti. Sejujurnya, kaki saya benar-benar sudah lelah. Namun, ya, saya pikir jika Anda melihat mentalitas kelompok ini, itu gila. Benar-benar gila. Tidak ada lagi yang bisa saya katakan,” ujar Hubner.

Indonesia juga harus menjalani turnamen tanpa kapten Jay Idzes yang absen karena cedera. Bagi Hubner, absennya pemain yang kerap menjadi tandemnya di lini belakang itu merupakan kehilangan besar. Namun situasi tersebut justru memperlihatkan kekuatan kolektif skuad Garuda.

Perjalanan Tak Terkalahkan dan Lini Depan Produktif

Sepanjang FIFA ASEAN Cup 2026, Indonesia belum terkalahkan dengan catatan dua kemenangan dan satu hasil imbang. Kemenangan diraih atas Singapura dan Bangladesh, sementara hasil imbang didapat saat melawan Malaysia. Indonesia juga menjadi tim paling produktif dengan mencetak 11 gol, kebobolan dua kali, serta membukukan dua clean sheet.

Nama Mitchell Baker mencuat setelah mencetak lima gol di laga krusial menghadapi Bangladesh. Pemain berusia 19 tahun itu tampil subur dan memimpin daftar pencetak gol terbanyak, serta masih punya kesempatan menambah pundi-pundi golnya saat menghadapi Thailand di final.

Di kubu Indonesia, kabar tak sedap sempat muncul dari pemusatan latihan. Penyerang Ole Romeny dikabarkan memiliki masalah kebugaran dan harus berlatih terpisah. Pelatih John Herdman mengatakan Ole menjalani pemeriksaan dan kondisinya dipantau dari hari ke hari. Ia juga sempat berkelakar bahwa pemain yang memberikan empat assist dalam satu pertandingan mendapat perlakuan khusus.

Menjelang laga, Herdman mengaku telah mempelajari sejarah pertemuan kedua tim. Menurutnya, Thailand telah memenangkan cukup banyak pertandingan melawan Indonesia sehingga diperkirakan tampil percaya diri. Indonesia sendiri selalu kalah dalam empat laga final Piala AFF pada 2000, 2002, 2016, dan 2020. Sikap realistis itu disebut penting untuk menjaga fokus di laga besar.

Final juga menyajikan duel taktik antara John Herdman dan Anthony Hudson. Kedua pelatih berpaspor Inggris ini memiliki pengalaman melatih di Amerika Utara. Herdman pernah menangani Timnas Kanada dan Toronto FC, sementara Hudson sempat melatih Colorado Rapids dan menjadi asisten pelatih Timnas Amerika Serikat. Kapten Timnas Indonesia, Kevin Diks, berharap para pemain bisa terus fokus sepanjang pertandingan.

Dukungan Suporter dan Catatan Pertemuan

Indonesia melangkah ke partai puncak dengan status juara Grup A setelah mengantongi tujuh poin dari tiga laga. Skuad Garuda tampil produktif di fase grup dengan total 11 gol dan hanya kebobolan dua kali, termasuk kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh di laga pamungkas. Dukungan puluhan ribu suporter di kandang sendiri disebut memberikan keuntungan psikologis yang masif.

Secara rekam jejak, duel Indonesia dan Thailand selalu berjalan sengit. Dari lima bentrokan terakhir di berbagai ajang, Indonesia mencatatkan tiga hasil imbang dan dua kekalahan. Pertemuan terbaru terjadi pada fase grup Piala AFF 29 Desember 2022 yang berakhir imbang 1-1. Sebelumnya, leg kedua final Piala AFF 1 Januari 2022 juga berakhir 2-2, setelah Indonesia kalah telak 0-4 pada leg pertama 29 Desember 2021. Indonesia juga bermain imbang 2-2 pada Kualifikasi Piala Dunia 3 Juni 2021, serta menelan kekalahan kandang 0-3 pada 10 September 2019.

Thailand datang dengan penguasaan bola kuat dan variasi serangan cair melalui pilar utama seperti Chanathip Songkrasin, Sarach Yooyen, hingga Supachai Jaided. Prediksi susunan pemain sempat menyebut Indonesia memakai formasi 3-4-3 untuk menekan sejak awal, dengan Maarten Paes di bawah mistar serta trio Rizky Ridho, Elkan Baggott, dan Justin Hubner di lini belakang. Thailand diperkirakan memakai pola 4-3-3 dengan Saranon Anuin di bawah mistar.

Foto: Persiapan final lawan Thailand, skuad Garuda gelar sesi latihan pemungkas [titlebase] menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju laga puncak. Kini, setelah 35 tahun, Skuad Garuda kembali berdiri tegak sebagai juara regional. Gelar ini menutup dahaga trofi senior dan menempatkan Indonesia sebagai kampiun pertama FIFA ASEAN Cup. Perhatian berikutnya tertuju pada bagaimana skuad asuhan John Herdman menjaga momentum ini di agenda internasional mendatang, termasuk kesiapan menghadapi turnamen berikutnya tanpa kehilangan fondasi permainan yang sudah terbangun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *