Inggris vs Spanyol: Kane Gagal Penalti, Spanyol Menang 3-2 di Wembley

Inggris vs Spanyol: Kane Gagal Penalti, Spanyol Menang 3-2 di Wembley
Inggris vs Spanyol: Kane Gagal Penalti, Spanyol Menang 3-2 di Wembley

Cakrawala News – 28 September 2026 | Duel Inggris vs Spanyol pada matchday pertama UEFA Nations League 2026/2027 berakhir dramatis. Bertanding di Stadion Wembley, London, Sabtu (26/9/2026), timnas Inggris harus menelan kekalahan 2-3 dari Spanyol meski sempat unggul di babak pertama. Kegagalan kapten Harry Kane mengeksekusi penalti menjadi titik balik yang menggagalkan ambisi tuan rumah mengamankan poin penuh, sekaligus menjadi awal pahit bagi pelatih baru Thomas Tuchel dalam menahkodai skuad Tiga Singa.

Kekalahan ini juga memperpanjang catatan tak terkalahkan Spanyol menjadi 39 pertandingan beruntun. Juara dunia dan Eropa bertahan itu tidak pernah kalah di waktu normal sejak Maret 2024, dan kemenangan di Wembley menegaskan status mereka sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola internasional saat ini.

Blunder Guehi dan Gol Cepat Lamine Yamal

Tuchel membuat kejutan besar sebelum kick-off dengan merombak starting line-up. Ia memilih James Trafford di bawah mistar gawang menggantikan Jordan Pickford, serta menempatkan Jarell Quansah sebagai bek kanan alih-alih Trent Alexander-Arnold. Di lini tengah, duet muda Myles Lewis-Skelly dan Elliot Anderson dipercaya tampil sejak menit awal. Eksperimen itu langsung mendapat ujian berat.

Pada menit kedua, bek Inggris Marc Guehi melakukan blunder fatal karena terlalu lama menguasai bola di area pertahanan sendiri. Winger muda Spanyol, Lamine Yamal, dengan cerdik merebut bola dan tenang menaklukkan Trafford untuk membawa tim tamu unggul cepat 0-1. Spanyol sempat kehilangan Eric Garcia akibat cedera saat pemanasan, tetapi gol cepat itu membuat mereka mengendalikan tempo awal pertandingan.

Respons Inggris dan Keunggulan di Babak Pertama

Inggris perlahan menemukan ritme setelah terus digempur barisan penyerang Spanyol. Pada menit ke-37, berawal dari aksi Elliot Anderson yang merebut bola di lini tengah, Anthony Gordon bekerja sama dengan Jude Bellingham untuk melancarkan serangan balik cepat yang diselesaikan dengan sempurna oleh Gordon menjadi gol penyeimbang.

Empat menit berselang, sundulan Harry Kane yang memanfaatkan umpan silang Nico O’Reilly berbelok arah setelah mengenai bek Marc Cucurella. Bola pun masuk dan membalikkan keadaan menjadi 2-1 untuk keunggulan tuan rumah. Inggris tampil dominan di sisa babak pertama dan membuat publik Wembley optimistis meraih tiga poin.

Penalti Kane dan Momentum yang Berpindah

Pada menit ke-54, Inggris mendapatkan hadiah penalti yang bisa membuat mereka unggul dua gol. Namun, Kane yang biasanya andal dari titik putih melihat tendangannya membentur tiang gawang dan tidak masuk. Momen itu mengembalikan momentum ke pihak tim tamu dan menjadi titik balik pertandingan.

Keputusan pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, memasukkan Alex Baena dan Mikel Oyarzabal di babak kedua terbukti mengubah jalannya laga. Memanfaatkan kesalahan umpan Nico O’Reilly, Dani Olmo langsung mengirimkan operan matang kepada Baena. Gelandang pengganti itu dengan dingin melepaskan tembakan mendatar dari luar kotak penalti untuk menyamakan skor menjadi 2-2 pada menit ke-60.

Puncak petaka bagi publik Wembley terjadi pada menit ke-74. Baena melepaskan umpan terobosan akurat yang membelah pertahanan Inggris. Oyarzabal yang lolos dari jebakan offside dengan cerdik melakukan sontekan chip lembut melewati kepala Trafford untuk mengunci kemenangan Spanyol menjadi 2-3. Inggris yang mencoba tampil menyerang di sisa waktu gagal mencetak gol penyeimbang hingga peluit panjang dibunyikan.

Kane Minta Inggris Tetap Positif

Meski menanggung kekecewaan pribadi, Kane meminta rekan-rekannya tetap optimistis. Menurut kapten timnas Inggris itu, kemampuan skuad berduel seimbang dengan juara dunia membuktikan mereka sedang menuju arah yang tepat di bawah Tuchel.

“Saya rasa begitu. Jadi kami harus mengambil hal-hal positif dari itu. Tentu saja mengecewakan saat ini, tetapi kami harus bangkit dan mencoba lagi dalam beberapa hari,” kata Kane.

Kane menilai periode menjelang jeda babak pertama menjadi tolok ukur penampilan terbaik Inggris dalam waktu yang sangat lama. Ia menyebut konsistensi menjaga level permainan sepanjang 90 menit sebagai kepingan terakhir yang masih dicari timnya.

“Kami bermain melawan juara dunia dan Eropa yang sedang bertahan, dan kami mampu mengimbangi mereka. Di hari lain, sudah pasti kamilah yang memenangkan pertandingan ini,” ujar penyerang Bayern Munich tersebut.

Senada dengan Kane, Anthony Gordon menilai tidak ada jarak antara Inggris dan Spanyol. Pemain Barcelona itu menyebut laga tersebut sebagai kesempatan yang terlewat, sekaligus bukti bahwa kedua tim berada di level yang sebanding.

“Terus terang, Anda bisa berdebat untuk kedua tim karena mereka sebagus kami dan kami sebagus mereka. Kurasa tidak ada jarak,” ujar Gordon.

Catatan Statistik dan Rekor Spanyol

Kemenangan ini menjadi kemenangan tandang keempat Spanyol atas Inggris. Sebelumnya, Spanyol juga menang comeback 2-1 di Wembley pada UEFA Nations League 2018, menang 1-0 di Old Trafford pada laga uji coba 2007 melalui gol Andres Iniesta, dan menang 2-1 di stadion lama Wembley pada 1981. Meski demikian, secara keseluruhan rekor kedua negara masih berpihak kepada Inggris, yang menang delapan kali dari sembilan pertemuan lain dan sekali berakhir seri.

Pelatih Spanyol Luis de la Fuente menyatakan puas dengan cara timnya mengendalikan permainan, tetapi menilai masih ada ruang untuk berkembang. Ia menyebut generasi pemainnya saat ini istimewa dan masih lapar untuk terus bermain.

“Generasi ini istimewa dan mereka masih lapar, dan masih ingin terus bermain. Statistik adalah indikator objektif dari apa yang kita lihat, tapi kami masih ingin berkembang dan lebih baik,” ujar De la Fuente.

Bagi Inggris, hasil ini menjadi pelajaran keras tentang efisiensi di level tertinggi. Tim muda Tuchel mendominasi sebagian besar babak pertama, tetapi gagal memanfaatkan peluang emas dari titik putih. Kekalahan di kandang sendiri membuat mereka wajib bangkit pada matchday kedua.

Inggris dijadwalkan bertamu ke Republik Ceko pada tengah pekan mendatang untuk mencoba meraih kemenangan pertama di UEFA Nations League musim ini. Sementara itu, Spanyol akan menjamu Kroasia dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi 39 laga. Duel Inggris vs Spanyol kali ini setidaknya meninggalkan satu pesan jelas: selisih antara kedua tim sangat tipis, tetapi ketenangan di momen krusial masih menjadi pembeda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *