Iran Sindir Kenaikan Harga BBM di AS Lewat Kartun The Simpsons

Iran Sindir Kenaikan Harga BBM di AS Lewat Kartun The Simpsons
Iran Sindir Kenaikan Harga BBM di AS Lewat Kartun The Simpsons

Cakrawala News – 22 September 2026 | Jakarta, IDN Times – Pemerintah Iran sindir kenaikan harga BBM di AS lewat kartun The Simpsons. Sindiran itu disampaikan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Ghalibaf, melalui unggahan di media sosial X pada Senin (14/9/2026). Ghalibaf mengunggah video berdurasi 5 detik yang menampilkan adegan kartun komedi asal Amerika Serikat tersebut, tanpa menuliskan pesan apa pun dalam unggahannya.

Dalam adegan itu, tokoh utama The Simpsons, Homer Simpson, terlihat sedang mengisi bahan bakar mobilnya di sebuah pom bensin. Harga BBM yang tertera di pompa tersebut digambarkan terus meningkat. Video tersebut kemudian dilengkapi dengan tautan berita yang dirilis Bloomberg mengenai lonjakan harga bahan bakar yang kini terjadi di San Diego, California.

Harga Diesel di San Diego Sentuh 9,99 Dolar AS per Galon

Bloomberg melaporkan harga BBM jenis diesel di San Diego kini mencapai 9,99 dolar AS atau sekitar Rp176 ribu per galon. Menurut laporan tersebut, lonjakan ini merupakan salah satu dampak buruk yang terjadi di Amerika Serikat akibat perang dengan Iran. Imbas perang itu, Iran menutup Selat Hormuz sehingga pasokan minyak dari Timur Tengah ke pasar global, termasuk ke AS, menjadi terganggu.

Data American Automobile Association (AAA) menunjukkan harga rata-rata BBM di San Diego biasanya hanya sekitar 6 dolar AS atau setara Rp106 ribu per galon. Asosiasi tersebut menjelaskan, ini merupakan kali pertama harga BBM di AS melebihi angka 6 dolar AS per galon. Kenaikan harga yang hampir menyentuh dua kali lipat dari rata-rata normal itu pun memicu keluhan dari warga.

Kenaikan harga BBM ini sebetulnya sudah banyak diprotes oleh warga AS. Pasalnya, pengeluaran mereka untuk keperluan bahan bakar melonjak drastis sehingga membebani keuangan rumah tangga. Kondisi tersebut diperparah dengan situasi ekonomi AS yang sedang tidak baik karena harga bahan pokok sehari-hari juga ikut naik.

Trump Akui Harga BBM Belum Akan Turun dalam Waktu Dekat

Kenaikan harga BBM di AS juga sudah diakui oleh Presiden Donald Trump. Beberapa waktu lalu, Presiden AS ke-45 dan ke-47 itu mengatakan bahwa harga BBM di negaranya tidak akan turun dalam waktu dekat. Kendati demikian, ia berjanji harga BBM akan anjlok usai pemilihan umum (pemilu) sela AS yang akan digelar pada 3 November mendatang.

“Harga BBM akan langsung turun drastis segera setelah pemilu (sela AS) berlangsung. Itu akan menurun dan kita akan membuatnya menurun,” ujar Trump kepada awak media dalam sebuah video yang diunggah kanal YouTube resmi Face The Nation pada Kamis (10/9/2026) pekan lalu.

Pernyataan Trump itu menjadi salah satu sorotan publik AS di tengah tekanan ekonomi yang mereka rasakan. Janji penurunan harga setelah pemilu sela menimbulkan pertanyaan tersendiri, terutama karena harga BBM saat ini masih jauh di atas rata-rata normal dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan signifikan.

Selat Hormuz dan Dampaknya bagi Pasar Minyak Global

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran menjadi akar persoalan yang diangkat dalam sindiran Ghalibaf. Selat tersebut merupakan jalur pelayaran strategis bagi distribusi minyak dari kawasan Timur Tengah ke berbagai pasar dunia, termasuk Amerika Serikat. Ketika jalur ini terganggu, pasokan minyak mentah ke pasar global ikut terhambat dan berimbas pada kenaikan harga di tingkat konsumen.

Dalam konteks itulah Iran sindir kenaikan harga BBM di AS lewat kartun The Simpsons. Ghalibaf tampaknya ingin menunjukkan bahwa kebijakan dan konflik yang melibatkan kedua negara berdampak langsung pada warga Amerika Serikat. Sindiran tersebut tidak disampaikan dalam bentuk pernyataan resmi, melainkan melalui unggahan visual di platform digital yang mudah menyebar luas.

Pilihan The Simpsons sebagai media sindiran juga menarik dicermati. Kartun tersebut merupakan produk budaya populer asal AS yang sangat dikenal, sehingga penggunaannya memberi efek pesan yang lebih kuat dan mudah dipahami audiens internasional. Adegan Homer Simpson yang kebingungan menghadapi harga BBM yang terus naik menjadi simbol sederhana namun efektif untuk menggambarkan beban ekonomi yang dirasakan warga.

Yang Perlu Dicermati Selanjutnya

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait unggahan Ghalibaf tersebut. Publik masih menantikan perkembangan situasi pasokan minyak global, khususnya apakah gangguan di Selat Hormuz akan berlanjut atau segera teratasi. Jika gangguan berlanjut, harga BBM di AS berpotensi tetap tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.

Bagi warga AS, janji penurunan harga BBM setelah pemilu sela pada 3 November mendatang menjadi hal yang dinanti. Namun, pernyataan Trump bahwa harga tidak akan turun dalam waktu dekat menunjukkan bahwa persoalan ini belum akan selesai dalam waktu singkat. Sementara itu, sindiran Iran sindir kenaikan harga BBM di AS lewat kartun The Simpsons menjadi pengingat bahwa konflik geopolitik di Timur Tengah memiliki dampak nyata hingga ke kantong warga di negara yang jauh dari lokasi konflik.

Exit mobile version