Cakrawala News – 05 Oktober 2026 | Duel irlandia vs israel pada matchday keempat Grup B3 UEFA Nations League 2026/2027 berakhir imbang 1-1 di TSC Arena, Backa Topola, Serbia, Senin (5/10/2026) dini hari WIB. Hasil ini menjadi kelanjutan dari pertemuan pertama yang dimenangkan Republik Irlandia dengan skor telak 3-0, sekaligus menegaskan bahwa laga kedua tim tak pernah lepas dari sorotan politik dan kemanusiaan.
Pertandingan digelar di tempat netral dan tanpa kehadiran penonton. Alasan keamanan serta sensitivitas politik yang masih berlangsung disebut menjadi dasar penyelenggaraan laga di stadion kosong. Duel ini sendiri baru berlangsung delapan hari setelah kedua tim bertemu di Debrecen, Hungaria.
Jalannya Pertandingan
Pada fase awal, kedua tim kesulitan menemukan ritme di stadion yang sepi. Israel menciptakan peluang bersih pertama ketika Liel Abada memaksa kiper Republik Irlandia, Caoimhin Kelleher, melakukan penyelamatan gemilang.
Republik Irlandia kemudian mulai mengambil kendali permainan. Setelah Adam Idah menguji kiper Assaf Tzur dengan tembakan melengkung, tim asuhan Heimir Hallgrimsson itu mendapat hadiah penalti usai pemeriksaan VAR. Troy Parrott yang maju sebagai eksekutor pada menit ke-39 dengan tenang melepaskan tendangan keras yang berbuah gol, memberi keunggulan tipis bagi timnya saat turun minum.
Israel langsung merespons setelah jeda. Pada menit ke-47, tembakan Oscar Gloukh yang berbelok arah jatuh sempurna ke jalur Dor Peretz, yang dengan mudah mengarahkan bola masuk dari jarak dekat. Skor pun berubah menjadi 1-1.
Kedua tim berusaha mencetak gol kemenangan pada pengujung laga dalam periode akhir yang terbuka. Gloukh dan Omri Gandleman sama-sama mengenai tiang gawang Israel, sementara Tzur melakukan penyelamatan spektakuler dengan menepis tembakan keras Chiedozie Ogbene melewati mistar gawang. Hingga peluit panjang berbunyi, tak ada gol tambahan yang tercipta.
Protes dan Ketegangan di Luar Lapangan
Laga irlandia vs israel ini tetap diwarnai aksi protes politik dari para pemain Republik Irlandia. Kapten Caoimhin Kelleher menolak berjabat tangan prapertandingan dengan kapten Israel, Dor Peretz. Sikap serupa juga ditunjukkan para pemain Irlandia dengan menundukkan kepala saat lagu kebangsaan Israel dikumandangkan.
Tindakan tersebut merupakan pengulangan dari sikap yang mereka ambil pada pertemuan pertama pekan lalu. Saat itu, para pemain Irlandia juga menolak berjabat tangan, menundukkan kepala saat lagu kebangsaan Israel diperdengarkan, dan mengenakan ban lengan hitam sebagai bentuk pengakuan atas semua korban dalam konflik Gaza, Palestina.
Pada pertemuan pertama di Debrecen, Hungaria, tidak ada pertukaran cendera mata antara kapten Republik Irlandia, Dara O’Shea, dan kapten Israel, Manor Solomon. Desakan agar tim Irlandia mundur dari laga sebenarnya sudah menguat sejak hasil undian pada Februari 2026, seiring kampanye \”Stop The Game\” yang diinisiasi kelompok advokasi Irish Sport for Palestine.
Pelatih timnas Republik Irlandia, Heimir Hallgrimsson, mengakui situasi ini sangat sulit bagi banyak pemain. Ia berharap hal seperti ini tidak terjadi lagi pada pertandingan berikutnya. Menurutnya, para pemain telah menunjukkan dukungan terhadap aksi protes dan meningkatkan kesadaran global mengenai konflik yang sedang berlangsung.
Keputusan untuk tetap bermain diambil setelah para pemain melakukan pemungutan suara di hotel di Debrecen pada Sabtu. Namun, pada hari yang sama, penjaga gawang Gavin Bazunu mengonfirmasi bahwa ia mengundurkan diri dari skuad karena merasa tidak tepat untuk ikut bermain. Ia juga menyatakan penyesalannya atas situasi yang dihadapi timnya.
Kepala eksekutif Asosiasi Sepak Bola Irlandia (FAI), David Courell, menyebut tindakan para pemain sebagai penghormatan atas tragedi kemanusiaan yang terjadi. Ketiadaan jabat tangan antara kedua kapten menjadi simbol ketegangan yang nyata antara kedua negara.
Ketegangan juga merembet ke ruang konferensi pers. Menjelang laga, sesi tanya jawab bersama Hallgrimsson dihentikan lebih awal setelah seorang jurnalis Israel melontarkan tuduhan bahwa pemain Irlandia menyebut pemain Israel sebagai monyet selama pertandingan. Petugas pers Irlandia langsung membantah tuduhan itu dan mengakhiri konferensi pers. Jurnalis tersebut menolak mengembalikan mikrofon dan bersikeras bahwa pertanyaannya sah. Federasi sepak bola Irlandia sebelumnya juga menyatakan tengah menyelidiki laporan tentang hinaan rasistis dari fans Israel yang ditujukan kepada striker Irlandia, Adam Idah.
Posisi di Klasemen Grup B3
Hasil imbang ini membuat Austria berada di puncak Grup B3 dengan delapan poin. Kosovo dan Republik Irlandia sama-sama mengoleksi lima poin, sementara Israel terpuruk di dasar klasemen dengan dua poin.
Sebelumnya, Republik Irlandia mengoleksi empat poin dari tiga pertandingan setelah bermain imbang 2-2 melawan Austria. Dalam laga itu, Irlandia sempat unggul dua gol melalui Troy Parrott, tetapi gagal mempertahankan keunggulan setelah Austria bangkit pada babak kedua. Posisi runner-up Grup B3 memiliki arti penting bagi Irlandia karena berpotensi mengantarkan mereka ke pot kedua dalam undian kualifikasi Euro 2028.
Di sisi lain, Israel menjalani perjalanan yang jauh lebih sulit. Dari tiga pertandingan sebelumnya, mereka baru mengumpulkan satu poin, kalah 1-3 dari Austria, lalu takluk dari Irlandia. Produktivitas menjadi persoalan utama tim asuhan Ran Ben Shimon sepanjang fase grup. Mereka baru mencetak satu gol, sedangkan Irlandia menunjukkan ketajaman yang lebih baik dalam dua pertandingan terakhir.
Dengan hasil imbang ini, Republik Irlandia dan Israel sama-sama masih memiliki dua pertandingan tersisa pada jeda internasional berikutnya melawan Austria dan Kosovo. Laga-laga tersebut akan menentukan posisi akhir kedua tim di klasemen Nations League, sekaligus menjawab apakah protes dan ketegangan di luar lapangan akan kembali mewarnai pertemuan mereka di masa mendatang.
