Cakrawala News – 05 Oktober 2026 | Gianluca Prestianni kembali menjadi nama panas di bursa transfer Eropa. Winger muda Argentina milik Benfica itu disebut menjadi incaran sejumlah raksasa Premier League, dengan Chelsea dilaporkan berada di barisan terdepan dalam memantau perkembangan pemain berusia 20 tahun tersebut.
Laporan TalkSport yang dikutip sejumlah media menyebutkan bahwa Chelsea, Tottenham Hotspur, Manchester United, Newcastle United, dan Brighton & Hove Albion telah mengikuti perkembangan Prestianni secara dekat dalam beberapa bulan terakhir. Para pemandu bakat klub-klub tersebut menilai apakah sang pemain sudah siap mengambil langkah berikutnya dalam kariernya.
Meski belum ada tawaran resmi yang disiapkan, minat terhadap winger asal Argentina itu terus bertambah seiring penampilannya yang mengesankan di Portugal. Prestianni memang bukan nama asing bagi departemen rekrutmen klub-klub Inggris, bahkan sebelum ia meninggalkan Velez Sarsfield pada 2024.
Perkembangan Pesat di Benfica
Kepindahan Prestianni ke Benfica dipandang sebagai jalur pengembangan yang ideal. Klub Portugal itu memberinya ruang untuk menimba pengalaman di sepak bola Eropa sebelum berpotensi melangkah ke klub yang lebih besar.
Pada musim lalu, ia mulai menembus tim utama Benfica dengan tampil di lebih dari 30 pertandingan di berbagai ajang. Catatan tersebut menjadi pijakan penting bagi pemain yang kini telah mengoleksi dua caps bersama tim nasional Argentina itu.
Sejumlah laporan menyebutkan Prestianni mencetak enam gol dan tiga assist pada periode tersebut, menunjukkan kreativitas, kecepatan, serta kualitas teknis yang sejak awal menarik perhatian para pemandu bakat dari Inggris. Musim ini, performanya disebut semakin menanjak.
Data yang beredar mencatat Prestianni telah tampil dalam 12 pertandingan dengan 11 kali menjadi starter, mencetak delapan gol dan tiga assist di berbagai kompetisi. Rinciannya, tujuh penampilan di Liga Portugal dengan lima gol dan tiga assist, empat laga kualifikasi Liga Europa dengan tiga gol, serta satu pertandingan Liga Europa.
Konsistensi itulah yang membuat Benfica bergerak cepat. Klub asal Lisbon tersebut menyadari meningkatnya minat dari Premier League dan berupaya memperkuat posisinya dengan mengikat Prestianni dalam kontrak jangka panjang yang baru. Langkah ini dinilai sebagai upaya melindungi nilai jual pemain sekaligus mempertahankan aset penting mereka.
Bayangi Manchester United dan Klub Lain
Manchester United menjadi salah satu klub yang paling sering dikaitkan dengan Prestianni. Setan Merah dikabarkan ingin mendatangkan penyerang sayap kiri baru, namun ketidakmampuan mereka melepas Marcus Rashford membuat rencana tersebut tertunda.
Rashford sebenarnya sempat dipinjamkan ke Barcelona dan tampil impresif, tetapi pihak Catalan memilih tidak mempermanenkan status pemain berusia 28 tahun itu. Barcelona justru bergerak ke arah lain dengan mendatangkan Anthony Gordon. Rashford akhirnya bertahan di Old Trafford, meski masa depannya masih menjadi tanda tanya karena belum mencatatkan gol maupun assist musim ini.
Situasi tersebut membuat Manchester United terus dikaitkan dengan sejumlah kandidat untuk posisi tersebut, termasuk Prestianni. Namun, mereka tidak sendirian. Chelsea, Tottenham, Newcastle, dan Brighton disebut berada dalam barisan yang sama-sama memantau situasi.
Menariknya, minat klub-klub Inggris itu disebut masih sebatas pengumpulan informasi, bukan negosiasi aktif. Dengan perkembangan Prestianni yang terus positif, ketertarikan tersebut berpotensi menjadi lebih konkret pada jendela transfer berikutnya.
Kontroversi dan Fokus di Eropa
Nama Prestianni juga sempat menarik perhatian luas karena insiden dalam laga play-off pertama Liga Champions melawan Real Madrid di Lisbon pada 17 Februari. Ia dituduh melontarkan hinaan rasis kepada penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, yang menyebut pemain Argentina itu memanggilnya dengan sebutan “monyet”.
UEFA kemudian menjatuhkan sanksi larangan bermain enam pertandingan, dengan tiga di antaranya bersifat percobaan. FIFA menerima permintaan UEFA agar hukuman tersebut berlaku di level internasional. Perlu ditegaskan, tuduhan tersebut merupakan klaim yang disampaikan pihak terkait dan telah berujung pada keputusan disiplin resmi.
Di sisi lain, Prestianni sempat dikaitkan dengan kepindahan ke River Plate. Menanggapi rumor tersebut, ia menegaskan fokusnya masih di Eropa. “Tidak, tidak, saya sudah mengatakannya sebelumnya. Saya berusia 20 tahun, berada di Eropa, dan sedang melalui momen yang sangat baik. Ide saya adalah bertahan beberapa tahun lagi dan terus beradaptasi di sana,” ujarnya seperti dikutip media Argentina.
Ia menambahkan bahwa dirinya tidak menutup kemungkinan apa pun di masa depan, tetapi saat ini fokusnya adalah Eropa. Sejak bergabung dengan Benfica, Prestianni disebut telah mencatatkan total 68 pertandingan dengan 12 gol dan 11 assist, serta menerima 16 kartu kuning dan dua kartu merah dalam 3.477 menit bermain.
Penampilan Bersama Timnas Argentina
Prestianni juga menunjukkan kualitasnya di level internasional. Dalam laga persahabatan Argentina melawan Burkina Faso di Stadion Monumental, Buenos Aires, Sabtu malam, 3 Oktober 2026, ia turut mencetak gol dalam kemenangan telak 7-0.
Gol Prestianni menjadi gol ketiga malam itu. Ia juga memberikan assist untuk gol Julian Alvarez. Argentina membuka keunggulan melalui Lautaro Martinez setelah penaltinya ditepis, sebelum Julian Alvarez menambah gol lewat gol bunuh diri Moumouni Diallo. Alexis Mac Allister, Franco Mastantuono, dan Giuliano Simeone melengkapi pesta gol tim asuhan Lionel Scaloni.
Penampilan tersebut menegaskan bahwa Prestianni tidak hanya bersinar di level klub, tetapi juga mulai diperhitungkan di tim nasional Argentina yang tengah menjalani regenerasi.
Dengan kontrak baru yang tengah disiapkan Benfica dan deretan klub Premier League yang terus memantau, masa depan Gianluca Prestianni menjadi salah satu saga transfer yang layak dinantikan. Pertanyaannya kini, apakah Benfica mampu mempertahankannya lebih lama, atau justru klub Inggris yang lebih dulu bergerak saat jendela transfer berikutnya dibuka.
