Shaffelburg Brace Bawa Kanada Tekuk Peru 2-0 di Laga Persahabatan

Shaffelburg Brace Bawa Kanada Tekuk Peru 2-0 di Laga Persahabatan
Shaffelburg Brace Bawa Kanada Tekuk Peru 2-0 di Laga Persahabatan

Cakrawala News – 04 Oktober 2026 | Laga canada vs peru berakhir dengan kemenangan meyakinkan 2-0 untuk tuan rumah Kanada dalam pertandingan persahabatan internasional di Stade Saputo, Montreal, Sabtu waktu setempat. Winger LAFC, Jacob Shaffelburg, menjadi bintang dengan mencetak dua gol di babak pertama yang menentukan hasil akhir pertandingan.

Kemenangan ini menjadi kemenangan kedua beruntun Kanada dalam jeda internasional kali ini, setelah sebelumnya mengalahkan Chile 1-0 di Toronto. Sementara bagi Peru, hasil ini memperpanjang catatan buruk mereka melawan Kanada, di mana Les Rouges kini unggul 3-1-0 dalam rekor pertemuan kedua tim.

Dua Gol Cepat Shaffelburg

Pertandingan canada vs peru berjalan dengan tensi tinggi sejak awal. Kedua tim saling melakukan pelanggaran untuk mencoba mengendalikan tempo permainan. Namun, serangan Kanada yang lebih efektif membuat perbedaan di depan gawang.

Gol pertama Shaffelburg lahir pada menit ke-19. Winger Birmingham, Liam Millar, mengirim umpan silang indah ke tiang jauh dari luar kotak penalti. Daniel Jebbison menyentuh bola sebelum akhirnya jatuh ke kaki Shaffelburg yang langsung menyambarnya dari jarak dekat.

Gol kedua tercipta pada menit ke-35 dengan cara yang hampir serupa. Millar kembali mengirim umpan silang ke tiang jauh yang tidak mampu ditangkap dengan bersih oleh kiper Peru, Diego Romero, yang sedang menjalani debut internasional seniornya. Bola liar di depan gawang dengan mudah diselesaikan Shaffelburg untuk membawa Kanada unggul 2-0.

“Saya belum mencetak gol sama sekali tahun ini, jadi bisa mencetak dua gol sungguh luar biasa untuk kepercayaan diri saya saat ini,” ujar Shaffelburg kepada wartawan setelah pertandingan.

Pelatih Kanada, Jesse Marsch, memilih lini belakang muda dengan Richard Chukwu menjalani debut internasional pertamanya di posisi bek kiri. Niko Sigur mengisi sisi kanan, sementara duet Ralph Priso dan Luc de Fougerolles kembali dipercaya di jantung pertahanan.

Dominasi Kanada atas Peru

Kanada benar-benar mendominasi jalannya pertandingan canada vs peru. Mereka menguasai 61 persen penguasaan bola dan melepaskan 17 tembakan berbanding hanya 4 milik Peru. Dari segi tembakan tepat sasaran, Kanada unggul 3-0, sementara Peru sama sekali tidak mencatatkan shot on target sepanjang laga.

Kiper Kanada, Owen Goodman, juga menjalani debut internasionalnya di laga ini. Meski sempat tampil gugup di awal pertandingan, ia akhirnya mencatatkan clean sheet tanpa perlu melakukan penyelamatan berarti.

Peluang emas untuk menambah gol didapat Jebbison di akhir babak pertama. Jonathan David merebut bola di lini tengah dan berlari cepat sebelum melepaskan umpan silang rendah ke kotak penalti. Namun, Jebbison gagal menyentuh bola dengan bersih untuk apa yang seharusnya menjadi gol mudah, dan bola melebar dari gawang.

Di babak kedua, Mathieu Choiniere yang masuk sebagai pengganti melepaskan tendangan bebas keras yang menghantam tiang gawang. Peluang itu menjadi salah satu momen terbaik Kanada di paruh kedua yang tidak berbuah gol.

Kritik Marsch Meski Menang

Meski meraih kemenangan dan clean sheet, pelatih Jesse Marsch mengaku timnya masih menyisakan banyak peluang yang tidak dimaksimalkan. Kritik serupa juga ia lontarkan setelah kemenangan 1-0 atas Chile pekan lalu.

“Kami bisa mengendalikan pertandingan, bermain sesuai kekuatan kami, dan bermain dengan cara yang kami inginkan,” kata Marsch. “Saya senang dengan penampilan 22 pemain yang masuk ke lapangan.”

Marsch juga mengakui bahwa Peru bukan lawan yang paling kuat. Tim asuhan Mano Menezes itu gagal melepaskan satu pun tembakan ke arah gawang dan hanya mencatat tiga tembakan total. Peru sebelumnya bermain imbang 1-1 melawan Meksiko di tengah pekan setelah menghadapi Amerika Serikat.

“Kenyataannya, kami seharusnya bisa merasa bahwa kami bisa mendapatkan lebih banyak lagi,” tambah Marsch. “Kami akan terus bekerja, terus mencoba menyesuaikan diri, dan memanfaatkan momen-momen yang ada.”

Dalam laga canada vs peru ini, Cyle Larin yang bermain 75 menit melawan Chile dan memberi assist kemenangan untuk Jonathan David, absen karena cedera punggung ringan yang dialami di ruang angkat beban saat latihan. Marsch menyebut keterlibatan Larin akan diputuskan menjelang pertandingan, namun ia bahkan tidak masuk ke bangku cadangan.

Peru sendiri melakukan rotasi besar-besaran. Pelatih Mano Menezes mengganti lima pemain di awal babak kedua, termasuk memasukkan Gianluca Lapadula dan Alexis Carrillo. Namun, perubahan itu tidak mampu membangkitkan serangan tim tamu yang kesulitan menembus pertahanan Kanada.

Tantangan Berikutnya

Setelah kemenangan atas Peru, Kanada akan menghadapi ujian yang jauh lebih berat. Mereka dijadwalkan bertemu Amerika Serikat di St. Paul, Minnesota, pada Selasa malam untuk menutup jeda internasional.

Pelatih Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, meninggalkan beberapa bintang utama seperti Weston McKennie, Christian Pulisic, Folarin Balogun, dan Brenden Aaronson. Sebagai gantinya, ia memanggil skuad muda yang didominasi pemain MLS, termasuk sensasi Philadelphia Union, Cavan Sullivan, yang baru berusia 17 tahun.

Marsch menyadari laga melawan Amerika Serikat akan menjadi tantangan besar bagi timnya. Namun, ia tetap percaya diri dengan kemampuan skuadnya.

“Kami merasa percaya diri melawan lawan mana pun, dan jika kami mendikte jalannya pertandingan serta mengendalikan permainan seperti yang kami sukai, kami merasa bisa mengalahkan hampir siapa saja,” ujarnya.

Kemenangan atas Peru menjadi modal berharga bagi Kanada dalam membangun momentum menjelang semifinal Concacaf Nations League pada Maret mendatang. Namun, masalah efisiensi serangan yang berulang menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan Marsch dan stafnya jika ingin bersaing dengan tim-tim papan atas di kawasan.

Exit mobile version