Cakrawala News – 10 Oktober 2026 | Keputusan Jon Rahm meninggalkan LIV Golf memicu gelombang kepergian pemain lain dari liga yang tengah menghadapi tekanan finansial besar. Sejumlah bintang dilaporkan sedang menjalani negosiasi exit yang disebut sudah memasuki tahap lanjutan, dengan tujuan utama mengamankan jaminan waktu bermain di DP World Tour musim depan. Perkembangan ini menjadi babak baru yang menentukan arah masa depan LIV Golf setelah pengajuan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 di Amerika Serikat.
Rahm, juara dua major, resmi mengonfirmasi kepergiannya dari LIV Golf setelah menilai syarat yang diajukan untuk LIV Golf 2.0 tidak dapat diterima. Pengacara Rahm, John Beck, menyampaikan kepada sidang kepailitan bahwa tim manajemennya sedang berada dalam pembicaraan lanjutan untuk merampungkan pemutusan kontrak sebelum 15 November. Liga masih tercatat memiliki kewajiban sekitar 150 juta dolar AS kepada Rahm berdasarkan kontraknya, meski dokumen kepailitan juga mencantumkan klaim terpisah senilai 7,5 juta dolar AS dalam daftar kreditur.
Gelombang Kepergian Pemain
Rahm bukan satu-satunya nama yang memilih angkat kaki. Adrian Meronk dan David Puig telah mengonfirmasi bahwa mereka tidak akan menjadi bagian dari rencana tur LIV Golf 2.0. Sergio Garcia, pemegang rekor poin Piala Ryder dan juara Masters 2017, juga dilaporkan telah memutus kontraknya dan berstatus agen bebas. Garcia, 46 tahun, masih mempertimbangkan langkah berikutnya, tetapi ia menegaskan akan kembali ke DP World Tour musim depan apa pun yang terjadi, terutama karena ia membidik penampilan ke-11 di tim Piala Ryder Eropa pada 2027, menyamai catatan Lee Westwood dan Sir Nick Faldo.
Langkah para pemain ini tidak berjalan sendiri. Agen Lucas Herbert dilaporkan telah menghubungi PGA Tour sebagai langkah antisipasi. Menurut laporan, para petinggi di Wentworth kini tengah bernegosiasi dengan sejumlah pemain yang berencana menjadikan DP World Tour sebagai pangkalan utama musim depan. Para pemain tersebut dikabarkan mengejar kesepakatan khusus yang menjamin mereka mendapat waktu bermain di DP World Tour pada 2027, dengan syarat menolak kontrak LIV 2.0 yang direvisi agar memenuhi kualifikasi untuk menerima undangan.
Tekanan Finansial dan Masa Depan Liga
Tekanan terhadap LIV Golf bermula dari keputusan Dana Investasi Publik Arab Saudi atau PIF menarik dukungan miliaran dolar pada Maret. Setelah itu, liga mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 di Amerika Serikat dan masih memiliki utang jutaan dolar kepada para pemainnya. Meski begitu, pejabat LIV Golf tetap yakin liga dapat berlanjut pada 2027.
Perusahaan investasi yang berbasis di London, BC Partners, berminat melanjutkan LIV Golf tanpa PIF dan dilaporkan telah mengamankan potensi pendanaan hingga 300 juta dolar AS. Namun, keberlangsungan liga sangat bergantung pada komitmen para pemainnya. Sejumlah pemain dilaporkan tengah mencari jalan keluar secepat mungkin, sehingga masa depan kompetisi berada di titik krusial.
Di sisi lain, PGA Tour telah menegaskan bahwa pemain yang ingin kembali harus menempuh jalur melalui DP World Tour. Program Returning Member yang dibuka pada Februari lalu tidak akan dibuka kembali setelah Brooks Koepka berhasil kembali sebelum LIV Golf mengajukan kebangkrutan. Program tersebut semula memungkinkan Koepka, Rahm, Bryson DeChambeau, dan Cameron Smith untuk kembali bergabung.
Jadwal yang Menentukan
Di tengah situasi ini, Lee Westwood, Paul Casey, dan Anthony Kim telah mengonfirmasi partisipasi mereka di Link Hong Kong Open. Ketiganya akan tampil di Hong Kong Golf Club pada 22-25 Oktober, menambah daya tarik turnamen Asian Tour berhadiah 2 juta dolar AS tersebut. Namun, masa depan mereka di LIV Golf masih belum jelas.
Westwood, Casey, dan Kim belum secara publik mengonfirmasi keputusan mereka terkait LIV 2.0, atau yang disebut akan bernama The LIV, setelah investasi baru dari BC Partners Credit. Pengumuman keikutsertaan mereka di Hong Kong setidaknya memberi kejelasan soal jadwal bermain dalam waktu dekat.
Menariknya, tenggat bagi para pemain untuk mengonfirmasi minat terhadap fase berikutnya LIV jatuh pada hari terakhir Hong Kong Open, yaitu Minggu 25 Oktober. Ketiganya bisa saja harus mengambil keputusan penting saat sedang bersiap tampil di salah satu turnamen paling mapan di Asia tersebut.
Sementara itu, Xander Schauffele mengaku masih belum yakin dengan sikapnya soal kemungkinan pemain LIV Golf kembali ke PGA Tour. Pernyataan itu menambah gambaran bahwa transisi besar di panggung golf profesional belum menemukan titik terang.
Yang perlu dicermati selanjutnya adalah hasil negosiasi exit para pemain dan kepastian pendanaan BC Partners. Jika sejumlah nama besar benar-benar hengkang, LIV Golf menghadapi ujian terberat untuk mempertahankan daya saing dan kredibilitasnya pada 2027. Sebaliknya, keputusan pemain menjelang tenggat 25 Oktober akan menjadi indikator awal apakah liga ini masih memiliki fondasi yang cukup untuk melanjutkan kompetisi.
