Kalah 2-0 dari Chelsea, Manchester United Sembilan Pertandingan tanpa Kemenangan

Kalah 2-0 dari Chelsea, Manchester United Sembilan Pertandingan tanpa Kemenangan
Kalah 2-0 dari Chelsea, Manchester United Sembilan Pertandingan tanpa Kemenangan

Cakrawala News – 03 November 2026 | Kekalahan 2-0 dari Chelsea membuat Manchester United kini mencatat sembilan pertandingan tanpa kemenangan di seluruh kompetisi. Hasil di Stamford Bridge, Sabtu (31/10/2026), itu menempatkan Setan Merah di peringkat ke-17 klasemen Premier League dengan koleksi tujuh poin dari sembilan laga, hanya unggul selisih gol atas Crystal Palace yang berada di posisi ke-18 alias batas teratas zona degradasi.

Catatan tersebut menjadi rentetan tanpa kemenangan terpanjang klub sejak 1984 menurut data perusahaan statistik Opta. Sejumlah sumber menyebut rentetan serupa juga pernah terjadi pada 1988, sehingga perbandingan sejarah klub menjadi sorotan di tengah keterpurukan tim asuhan Michael Carrick.

Kekalahan dari Chelsea juga diwarnai kartu merah bek tengah Lisandro Martinez. Pemain internasional Argentina berusia 28 tahun itu diusir dari lapangan usai melakukan pelanggaran di area terlarang yang berbuah penalti untuk lawan, sekaligus memuluskan langkah Chelsea mengunci keunggulan 2-0.

Tekanan Bertubi-tubi di Old Trafford

Kekalahan dari Chelsea bukan satu-satunya masalah. Sebelumnya, Manchester United menelan kekalahan 0-3 di kandang sendiri dari Bournemouth dan dibantai 1-4 oleh Como di Liga Champions. Meski begitu, manajemen memutuskan tetap mempertahankan Carrick sebagai pelatih untuk menghadapi Chelsea.

Posisi Carrick kini dilaporkan berada di ujung tanduk. Ia pun harus menghadapi sorotan terhadap komitmen Martinez, yang bulan lalu menjadi penyebab lahirnya gol penyeimbang Tottenham di menit-menit akhir saat imbang 1-1 di Old Trafford, serta sempat melontarkan kritik terbuka kepada Direktur Sepak Bola Jason Wilcox usai kekalahan 2-0 dari Atletico Madrid.

Dengan kontrak Martinez yang bakal habis di akhir musim, muncul spekulasi bahwa rentetan gesturnya di dalam maupun luar lapangan dipicu keinginan angkat kaki dari Old Trafford. Namun, Carrick membela sang pemain dan menegaskan tidak meragukan komitmennya.

“Saya sama sekali tidak khawatir soal komitmen. Ruang ganti adalah tempat yang sangat, sangat baik. Saya sudah mengatakannya sebelumnya, komitmen para pemain kepada klub, kepada saya, kepada satu sama lain, saya sama sekali tidak meragukannya. Kita perlu bermain lebih baik, kita bisa membuat keputusan yang lebih baik, tetapi komitmen bukanlah masalah sama sekali,” kata Carrick dalam konferensi pers pada Senin (2/11/2026) yang dikutip dari ESPN.

Ten Hag: Degradasi Bukan Hal Mustahil

Mantan pelatih Manchester United, Erik ten Hag, menilai degradasi menjadi ancaman nyata bagi mantan klubnya. Menurutnya, ketatnya persaingan di Premier League membuat United berpotensi terjerumus ke kasta kedua sepak bola Inggris.

“Di Premier League, hal itu tentu saja mungkin terjadi karena semua tim memiliki kekuatan yang sangat baik. Semua tim memiliki skuad yang kuat dan pelatih-pelatih bagus. Jika Anda sekali saja berada di posisi yang salah dan benar-benar terjebak dalam lingkaran negatif, situasinya bisa menjadi sangat, sangat sulit,” kata Ten Hag kepada ESPN.

Ten Hag menangani United pada 2022 hingga akhirnya dipecat pada 2024. Selama masa kepemimpinannya, pelatih asal Belanda itu mempersembahkan dua trofi, yakni Piala FA dan Piala Liga Inggris. Ia juga mengingatkan bahwa United sempat melewati periode panjang tanpa gelar sebelum kedatangannya. “Sebelum kami datang, mereka sudah enam tahun tidak memenangkan trofi. Lihatlah posisi mereka sekarang,” ujarnya. Ten Hag kini menjabat sebagai direktur teknik FC Twente menjelang musim 2026/2027.

Suporter Murka, Ratcliffe Jadi Sasaran

Kemarahan suporter tidak hanya diarahkan kepada pelatih dan pemain. Pemilik saham minoritas Manchester United, Sir Jim Ratcliffe, kembali menjadi sasaran kritik setelah kekalahan dari Chelsea. Dalam laga di Stamford Bridge, pendukung MU yang datang melontarkan sejumlah nyanyian bernada kasar kepada Ratcliffe dan keluarga Glazer.

Ratcliffe memang bukan sosok populer di kalangan pendukung Setan Merah. Sejak membeli 25 persen saham MU pada Desember 2023, sebelum meningkatkan kepemilikannya menjadi 28,94 persen pada Februari 2024, ia beberapa kali mendapat kritik. Kebijakan pemutusan hubungan kerja terhadap sejumlah staf klub serta kenaikan harga tiket menjadi dua persoalan yang memicu kemarahan penggemar.

Sebelumnya, Ratcliffe pernah mengungkapkan kesiapannya mundur dari klub jika menerima perlakuan buruk seperti yang selama ini dialami keluarga Glazer. Meski demikian, ia disebut tetap ingin membawa klub masa kecilnya itu kembali berjaya dan mengaku menyukai rekan pemiliknya dari Amerika Serikat tersebut.

Di tengah situasi sulit, kapten Bruno Fernandes tampak menahan air mata di Stamford Bridge, tersentuh oleh sikap hangat dan tepuk tangan para pendukung tandang yang tetap memberikan dukungan moril di tengah rentetan sembilan laga tanpa kemenangan.

Manchester United kini harus segera mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya. Mereka dijadwalkan menjamu AS Roma di Liga Champions pada Rabu (4/11) dini hari WIB, sebelum bertandang menghadapi Aston Villa dalam lanjutan Premier League, Minggu. Dua laga tersebut akan menjadi ujian berat bagi Carrick dan skuadnya untuk mengakhiri tren buruk sekaligus menjauh dari ancaman degradasi.

Exit mobile version