Kapolri Suyudi Kembali Mutasi Pati dan Pamen Polri, Geser Dirtipideksus Bareskrim

Kapolri Suyudi Kembali Mutasi Pati dan Pamen Polri, Geser Dirtipideksus Bareskrim
Kapolri Suyudi Kembali Mutasi Pati dan Pamen Polri, Geser Dirtipideksus Bareskrim

Cakrawala News – 16 Oktober 2026 | Kapolri Suyudi kembali mutasi pati dan pamen Polri, kali ini geser Dirtipideksus Bareskrim. Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto kembali merombak sejumlah jabatan strategis di tubuh Korps Bhayangkara melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2262/X/KEP./2026 tertanggal 12 Oktober 2026. Salah satu posisi yang menjadi sorotan dalam rotasi gelombang ketiga ini adalah Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri.

Dalam surat telegram tersebut, Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak yang sebelumnya menjabat Dirtipideksus Bareskrim Polri dimutasi menjadi Widyaiswara Kepolisian Tingkat II Sespim Lemdiklat Polri. Posisi yang ditinggalkannya kini diisi oleh Kombes Pol Suhasto, yang sebelumnya bertugas sebagai Pemeriksa Inafis Kepolisian Madya Tingkat I Bareskrim Polri. Dengan jabatan baru itu, Suhasto secara otomatis akan mendapat kenaikan pangkat dari kombes menjadi brigjen.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan, mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian. Menurutnya, rotasi ini dilakukan dalam rangka penyegaran organisasi, pembinaan karier personel, serta penguatan kinerja jajaran kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

Daftar Pejabat yang Dimutasi

Selain posisi Dirtipideksus, surat telegram yang sama juga menggeser sejumlah jabatan strategis lainnya di Mabes Polri, polda jajaran, hingga Korbrimob Polri. Berikut rinciannya:

  • Brigjen Pol Herry Dian Dwiharto, sebelumnya Widyaiswara Utama Tingkat II Sespim Lemdiklat Polri, dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang NCB/Interpol Divhubinter Polri.
  • Kombes Pol Afrisal, sebelumnya Penyidik Madya Tingkat II, diangkat menjadi Pemeriksa Inafis Kepolisian Madya Tingkat I Bareskrim Polri.
  • Kombes Pol Dodi Ruyatman, sebelumnya Dirreskrimsus Polda Jawa Timur, dimutasi menjadi Penyidik Tindak Pidana Madya Tingkat II Bareskrim Polri.
  • Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan, sebelumnya Kapolresta Banyuwangi, ditugaskan sebagai Dirreskrimsus Polda Jawa Timur.
  • Kombes Pol Muharman Arta, sebelumnya Kapolresta Pekanbaru, diangkat menjadi Kapolresta Banyuwangi.
  • Kombes Pol Ronny Riantoko Eppang, sebelumnya Perancang Anggaran Madya Tingkat III Stamarena Polri, diangkat menjadi Kapolresta Pekanbaru.
  • Kombes Pol Taufik Nurmandia, sebelumnya Dirreskrimsus Polda Jambi, dimutasi menjadi Dosen Kepolisian Madya Tingkat III STIK Lemdiklat Polri.
  • Kombes Pol Yakhob Silvana Delareskha, sebelumnya Kabidseum Pusjarah Polri, diangkat menjadi Dirreskrimsus Polda Jambi.

Mutasi juga mencakup sejumlah personel Korbrimob Polri. Brigjen Pol Deonijiu De Fatima dan Brigjen Pol Leonardus Simarmata dimutasi menjadi Pati Baintelkam Polri untuk menjalankan penugasan di Badan Intelijen Negara (BIN). Sementara itu, Kombes Pol Robert Da Costa dan Kombes Pol Dr Irfan S.D.P. Marpaung dimutasi menjadi Pamen Korbrimob Polri untuk menjalankan penugasan di luar struktur.

Rekor 450 Jabatan dalam Dua Pekan

Rotasi gelombang ketiga ini melengkapi rangkaian mutasi besar yang dilakukan Kapolri Suyudi dalam dua pekan terakhir. Tercatat, Suyudi telah menerbitkan tiga surat telegram mutasi sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Pada rotasi pertama, melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026, setidaknya ada 88 pati dan pamen Polri yang mengalami pergantian posisi. Beberapa posisi yang berganti mulai dari Irwasum, Kabareskrim, Kabaintelkam, Kabaharkam, hingga Kadiv Propam.

Selang sepekan kemudian, pada 10 Oktober 2026, Suyudi kembali melakukan rotasi lewat Surat Telegram Nomor ST/2251/X/KEP/2026. Dalam mutasi tersebut, total ada 199 pati dan pamen Polri yang kembali berganti posisi, mulai dari Kakorlantas hingga para Kapolda di daerah.

Dengan demikian, Kapolri Suyudi kembali mutasi pati dan pamen Polri dalam tiga gelombang kebijakan yang totalnya menyentuh lebih dari 450 jabatan. Gerak cepat ini tercatat sebagai rekor sejarah sebagai Kapolri yang pernah melakukan perombakan 450 jabatan di lingkungan Korps Bhayangkara hanya dalam dua pekan.

Respons Kompolnas dan Pengamat

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) memprediksi mutasi dan rotasi masih akan terus terjadi, bahkan hingga ke level Polres. Komisioner Kompolnas Choirul Anam menilai, lewat mutasi dan rotasi sejumlah pejabat Polri satu pekan belakangan, Mabes Polri di bawah kendali Jenderal Suyudi tampak ingin memastikan visi dan misi Polisi Bersama Masyarakat berjalan efektif.

“Kemungkinan juga akan ada TR (surat telegram) berikutnya yang juga akan mengubah tatanan kapolres kewilayahan, di wilayah-wilayah, khususnya polres,” kata Anam, seperti dikutip dari pemberitaan media.

Anam berharap perubahan yang dilakukan Suyudi membawa efek baik dalam hal pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, tantangan terbesar Polri saat ini adalah mewujudkan budaya dan pendekatan hukum sesuai tagline Polisi Bersama Masyarakat. Ia menyebut kehadiran polisi tidak semata-mata sekedar hadir, tetapi memastikan ada kolaborasi efektif antara Polri dan masyarakat, khususnya dalam konteks ketertiban dan pelayanan.

Yang tidak kalah penting, lanjut Anam, memastikan bahwa mutasi dan rotasi tersebut memberikan jaminan keamanan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini mengingat pergantian pejabat terjadi sampai level teknis seperti di jajaran Bareskrim Polri. Ia menekankan desain keamanan juga penting, misalnya dalam penanganan tindak pidana terorisme dan sebagainya.

Sementara itu, pemerhati isu-isu kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto, menyebut langkah Jenderal Suyudi melakukan banyak rotasi dan mutasi tidak ubahnya Operasi Kilat. “Saya menyebutnya sebagai Blitzkrieg atau Operasi Kilat. Namun, Operasi Kilat baru bermakna jika memiliki sasaran yang jelas dan menghasilkan perubahan yang terukur,” ungkap Bambang saat dikonfirmasi awak media pada Senin, 12 Oktober 2026.

Publik masih menantikan apakah gelombang mutasi berikutnya benar-benar akan menyentuh level kapolres kewilayahan seperti yang diprediksi Kompolnas. Yang jelas, rangkaian rotasi ini menegaskan bahwa Kapolri Suyudi kembali mutasi pati dan pamen Polri sebagai bagian dari upaya penyegaran organisasi dan penguatan kinerja jajaran kepolisian di seluruh Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *