Cakrawala News – 10 Oktober 2026 | Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia masih menghadapi tantangan berat. Dampaknya bahkan melintasi batas negara, membuat Malaysia meliburkan sekolah-sekolah di sejumlah ibu kota, sementara di dalam negeri seorang petugas pemadaman di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, dilaporkan pingsan akibat kelelahan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus berupaya memperkuat penanganan karhutla sekaligus memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyatakan upaya tersebut antara lain dilakukan melalui pembangunan ratusan sumur bor yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
Sumur bor yang dibangun memiliki dua fungsi, yakni mendukung pemadaman karhutla serta menjadi sumber air bersih bagi masyarakat di wilayah yang terdampak kekeringan selama kemarau panjang.
“Sumur bor yang kami bangun ada dua jenis. Satu khusus mendukung pemadaman karhutla, dan satu lagi untuk pemadaman karhutla sekaligus sebagai sumber air bersih bagi masyarakat,” kata Agustiar di Pangkalan Bun, dalam keterangan tertulis, Jumat, 9 Oktober 2026.
Petugas Karhutla Lamandau Pingsan Diduga Kelelahan
Di sisi lain, seorang petugas pemadaman karhutla di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, bernama Antonius, harus menjalani perawatan medis setelah ditemukan tergeletak di tepi jalan pada Kamis (8/10) malam. Rekan-rekannya sempat mengira Antonius sedang beristirahat setelah berjibaku dengan api.
Namun, setelah sekitar 30 menit dibiarkan beristirahat, ia tak kunjung bangun hingga rekan-rekannya menyadari kondisinya membutuhkan pertolongan segera.
Pelaksana Tugas Camat Sematu Jaya, Tri Santoso, yang mengetahui kejadian tersebut mengungkapkan kondisi Antonius saat ditemukan cukup mengkhawatirkan. Kakinya kaku dan posisi pupil matanya terlihat tidak normal.
“Saat itu kakinya sangat kaku. Sempat saya pijat supaya lemas, pupil matanya seperti ke atas. Jadi langsung kami larikan ke RS,” ungkap Tri Santoso, Jumat (9/10/2026).
Antonius kemudian dievakuasi ke RSUD Gusti Abdul Gani Lamandau untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, kondisinya membutuhkan pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut hingga akhirnya dirujuk ke rumah sakit di Pangkalan Bun.
Direktur RSUD Gusti Abdul Gani, dr. Mardoni, mengatakan Antonius mengalami penurunan kesadaran. Pihak rumah sakit pun mencurigai adanya gejala stroke sehingga memutuskan merujuk pasien ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai.
“Kita rujuk ke Pangkalan Bun. Mengalami penurunan kesadaran, kami mencurigai gejala stroke,” ujar Mardoni.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Lamandau, Triadi, menduga Antonius mengalami kelelahan setelah berulang kali diterjunkan dalam operasi pemadaman karhutla.
“Awalnya dikira tiduran, pas dibangunin nggak bangun, ternyata pingsan. Yang pasti karena kelelahan, karena tiap hari ada pemadaman,” kata Triadi.
Menurut Triadi, kebakaran di Desa Batu Hambawang saat itu cukup besar. Situasi semakin sulit ketika arah angin mendadak berubah dan membawa asap pekat menuju posisi para petugas yang sedang berusaha menjinakkan api.
Gunung Klabat di Minahasa Utara Belum Padam 21 Hari
Sementara itu, kebakaran di kaki Gunung Klabat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, belum juga padam setelah 21 hari. Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, menyebut luas area yang terbakar kini mendekati 400 hektare.
Joune menuturkan, petugas gabungan terus berupaya melakukan pemadaman, namun sejumlah titik api di lokasi masih sulit dijangkau.
“Kendala pemadaman akibat angin kencang dan medan yang sulit,” imbuhnya.
Kebakaran Gunung Klabat yang berhari-hari turut mempengaruhi kualitas udara di Minahasa Utara. Hal ini diperparah masih maraknya kejadian kebakaran di lokasi lain, termasuk tempat pembuangan akhir (TPA).
“Salah satu dampak kebakaran, menyebabkan asap pekat atau smog yang dalam beberapa hari terakhir menyelimuti wilayah Minahasa Utara,” tuturnya.
“Kondisi udara yang memburuk ini ikut dipengaruhi oleh faktor cuaca dan arah mata angin, yang membawa asap dari wilayah lain,” tambah Joune.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara sebelumnya telah menetapkan status masa tanggap darurat karhutla. Status ini kemudian kembali diperpanjang mulai 8 hingga 21 Oktober 2026.
“Masa tanggap darurat kami perpanjang selama 14 hari sejak kemarin 8-21 Oktober 2026, untuk mengoptimalkan penanganan lintas sektor yang terpadu,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Sulawesi Utara, Reiner Dondokambey, belum merinci detail lahan yang terbakar di Gunung Klabat. Pihaknya mengaku terhambat masalah teknis untuk melakukan pemantauan satelit.
Asap Karhutla Sampai ke Malaysia dan Singapura
Dampak karhutla Indonesia juga dirasakan negara tetangga. Pemerintah Malaysia meliburkan sekolah-sekolah di sejumlah ibu kota, termasuk Kuala Lumpur, pada Jumat (9/10/2026), karena kualitas udara memburuk.
Menteri Pendidikan Malaysia, Fadhlina Sidek, mengaku telah menginstruksikan seluruh dinas pendidikan negara bagian dan kantor pendidikan tingkat distrik untuk terus memantau situasi kabut asap dan mengambil tindakan segera jika kondisi mengharuskannya.
“Saya juga memahami bahwa keputusan apa pun untuk menutup sekolah-sekolah akan berdampak pada aktivitas sehari-hari para orang tua,” ucapnya.
Ia merinci daftar sekolah yang ditutup sepenuhnya atau sebagian di lima negara bagian dan dua wilayah federal Malaysia. Ke depannya, pihaknya akan memastikan setiap keputusan penutupan sekolah diinformasikan lebih awal agar orang tua memiliki waktu cukup untuk bersiap.
Kualitas udara di Kuala Lumpur terus berada pada level tidak sehat sepanjang pekan ini. Lembaga pemantau kualitas udara berbasis di Swiss, IQAir, menempatkan ibu kota Malaysia tersebut dalam daftar kota dengan tingkat polusi tertinggi di dunia untuk sebagian besar hari.
Raja Malaysia, Sultan Ibrahim, membahas persoalan tersebut pada Kamis (8/10) waktu setempat, dengan menyatakan sekolah-sekolah sebaiknya diliburkan jika angka kualitas udara mencapai 150 atau lebih tinggi pada Indeks Pencemar Udara (API). Berdasarkan pedoman Malaysia, angka API di atas 200 dikategorikan sebagai sangat tidak sehat, di atas 300 sebagai berbahaya, dan di atas 500 merupakan ambang batas untuk menetapkan status darurat lokal.
Kuala Lumpur pada Jumat (9/10) mencatatkan angka API sekitar 170. Menurut data IQAir, Kuala Lumpur menempati peringkat kedua sebagai kota dengan tingkat polusi tertinggi di dunia setelah Singapura.
Warga di Singapura dan Malaysia mengaku kabut asap semakin terasa. Seorang warga asal Indonesia berusia 32 tahun, Arief, mengatakan jarak pandang semakin pendek dan napas terasa sesak hingga berpengaruh ke aktivitasnya.
“Dada sakit, sesek. Dari yang biasanya lari 5 km, jadi males lari. Cuma 3 km aja udahan sekarang,” ucapnya kepada Republika, Jumat (9/10/2026).
Warga Malaysia, Latib, menyebut kabut asap di negaranya begitu parah. Ia memberikan rekaman video saat melintasi jalan tol menuju Pahang yang kondisinya amat berkabut. Warga lainnya, Dina, mengungkapkan sekolah di dekat Negeri Sembilan, Selangor, dan Johor sudah tutup.
Rangkaian peristiwa ini menunjukkan bahwa karhutla tidak hanya menjadi persoalan domestik, tetapi juga berdampak lintas negara. Di dalam negeri, upaya pemadaman masih terkendala medan sulit, angin kencang, serta risiko kelelahan bagi petugas di lapangan. Perhatian berikutnya tertuju pada perkembangan kondisi petugas yang dirawat, efektivitas perpanjangan masa tanggap darurat, serta langkah diplomasi dan penanganan asap yang memburuk di kawasan.
