Cakrawala News – 09 Oktober 2026 | Jadi Pangdam pertama Kodam Moloku Kie Raha di Maluku Utara, ini profil Mayjen TNI Nefra Firdaus, yang resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto dalam upacara HUT ke-81 TNI di Lapangan Prima, Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (5/10/2026). Nefra menerima tongkat komando dan lambang satuan sebagai tanda dimulainya tugasnya memimpin kodam baru yang berkedudukan di wilayah Maluku Utara tersebut.
Pelantikan itu menjadi bagian dari peresmian 204 satuan baru TNI yang terdiri atas satuan TNI AD, TNI AL, dan TNI AU. Dalam prosesinya, Presiden Prabowo selaku inspektur upacara menekan tombol sirene yang diiringi satu kali dentuman kehormatan meriam Armed, menandai secara resmi beroperasinya satuan-satuan baru tersebut.
Setelah prosesi peresmian, Prabowo menyerahkan tongkat komando dan lambang satuan baru kepada tujuh perwakilan pimpinan satuan. Enam di antaranya merupakan pangdam yang baru dibentuk, termasuk Mayjen TNI Dr. Nefra Firdaus yang dipercaya memimpin Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha.
Rekam Jejak Karier Militer Nefra Firdaus
Mayjen TNI Nefra Firdaus Lubis merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1992. Sebelum dipercaya memimpin Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha, ia telah menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat.
Sejumlah jabatan yang pernah diembannya antara lain Danyon 812/Bantuan Sat 81/Kopassus, Komandan Kodim 1415/Selayar, serta Asisten Teritorial (Aster) Kasdam Iskandar Muda. Penugasan di wilayah barat Indonesia itu menjadi bagian dari pengalaman teritorialnya sebelum berpindah ke sejumlah posisi lain.
Karier Nefra terus berlanjut sebagai Komandan Korem 012/Teuku Umar dan Paban IV/Komsos Staf Teritorial (Ster) TNI. Ia kemudian menjabat sebagai Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Wair Kodiklatad, Kepala Staf Kodam XV/Pattimura, hingga Dekan Fakultas Keamanan Nasional Universitas Pertahanan (Unhan).
Kombinasi pengalaman di satuan tempur, teritorial, pendidikan, dan kehumasan militer itu membuat namanya dinilai mumpuni untuk memimpin kodam baru di kawasan timur Indonesia.
Enam Kodam Baru dan Penataan Organisasi TNI AD
Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha merupakan salah satu dari enam kodam baru yang diresmikan pada upacara tersebut. Kelima kodam lainnya adalah Kodam XXIX/Mambruk dengan Pangdam Mayjen TNI Aminton Manurung, Kodam XXVI/Mataram dengan Pangdam Mayjen TNI Drajad Brima Yoga, Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah dengan Pangdam Mayjen TNI Rionardo, Kodam XXVII/Sobe Sonbai dengan Pangdam Mayjen TNI Thevi Angandowa, serta Kodam XXX/Rinambora dengan Pangdam Mayjen TNI Edi Saputra.
Selain enam kodam, pemerintah juga meresmikan 1 divisi parako II Pasgat, 1 brigade infanteri marinir, 1 brigade parako Pasgat, 30 brigade infanteri teritorial pembangunan, serta 150 batalyon infanteri teritorial pembangunan. Satuan baru lainnya meliputi 3 batalyon bantuan tempur TNI AD yang terdiri atas satu batalyon kavaleri, satu batalyon artileri medan, dan satu batalyon artileri pertahanan udara.
Prabowo juga meresmikan 4 batalyon infanteri marinir, 3 batalyon parako Pasgat, 2 skadron udara TNI AU, 2 satuan radar TNI AU, serta 1 skadron pendidikan TNI AU. Penambahan satuan itu disebut sebagai bagian dari penataan organisasi TNI untuk memperkuat struktur komando dan pertahanan di berbagai wilayah.
Fungsi dan Peran Kodam dalam Struktur TNI
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menyebut langkah pembentukan kodam baru merupakan bagian dari strategi TNI AD dalam memperkuat Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Pembentukan kodam baru juga diarahkan untuk mendukung pembangunan nasional serta menghadapi berbagai potensi ancaman, termasuk terorisme.
Dalam struktur TNI Angkatan Darat, kodam memiliki tugas dalam pertahanan dan pembinaan teritorial di wilayahnya. Kodam berperan menjaga stabilitas dan keamanan, sekaligus menjadi salah satu unsur yang menghubungkan TNI dengan masyarakat.
Pelaksanaan tugas kodam tidak hanya mendukung operasi militer, tetapi juga mencakup kegiatan kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Kodam turut menjalankan program pembinaan masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, dan dukungan terhadap pembangunan daerah.
Struktur organisasi kodam disusun untuk mendukung pelaksanaan tugas pembinaan dan pengendalian kekuatan TNI Angkatan Darat di tingkat wilayah. Di dalamnya terdapat unsur pimpinan, staf, satuan pelaksana, serta komando kewilayahan di bawahnya.
Konteks dan Hal yang Perlu Diperhatikan
Penambahan enam kodam dilakukan sebagai bagian dari penataan dan penguatan organisasi TNI AD agar lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pertahanan di setiap wilayah. Indonesia memiliki wilayah yang luas dengan karakter geografis, demografi, dan kondisi sosial yang beragam, sehingga pembinaan teritorial dinilai perlu disesuaikan dengan kebutuhan setempat.
Bagi Maluku Utara, kehadiran Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha menandai babak baru dalam pengelolaan pertahanan dan pembinaan wilayah di kawasan tersebut. Nama Moloku Kie Raha sendiri merujuk pada empat kerajaan besar yang secara historis berpengaruh di Maluku, yakni Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo, sehingga pemilihan nama kodam itu menyiratkan pengakuan atas identitas kesejarahan wilayah.
Publik masih menantikan bagaimana struktur komando kewilayahan di bawah Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha akan ditata, termasuk penempatan satuan pelaksana dan komando kewilayahan yang akan mendukung tugasnya. Selain itu, perhatian juga tertuju pada program pembinaan teritorial dan kegiatan kemanusiaan yang akan dijalankan di wilayah Maluku Utara.
Dengan pelantikan Mayjen TNI Nefra Firdaus, tongkat komando Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha kini berada di tangan perwira lulusan Akmil 1992 yang memiliki pengalaman panjang di satuan tempur, teritorial, pendidikan, dan kehumasan militer. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada bagaimana kodam baru itu membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat di Maluku Utara.
