Kartu Merah Mickelson Warnai Final, Verdonk Sebut Modal Indonesia ke Piala Asia 2027

Kartu Merah Mickelson Warnai Final, Verdonk Sebut Modal Indonesia ke Piala Asia 2027
Kartu Merah Mickelson Warnai Final, Verdonk Sebut Modal Indonesia ke Piala Asia 2027

Cakrawala News – 07 Oktober 2026 | Kartu merah yang diterima bek Thailand, Nicholas Mickelson, menjadi salah satu momen paling menentukan dalam final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia dan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026). Bermain dengan sepuluh orang setelah Mickelson diusir pada menit ke-80, Thailand tetap memaksa Indonesia bekerja keras hingga babak tambahan waktu sebelum akhirnya menyerah lewat adu penalti 4-2.

Laga berakhir imbang 2-2 selama 120 menit. Indonesia sempat unggul lebih dulu, Thailand membalas, lalu kedua tim bergantian mencetak gol hingga pertandingan harus diselesaikan melalui tos-tosan. Bagi Indonesia, kemenangan ini bukan hanya soal trofi, tetapi juga menjadi pijakan penting menuju turnamen yang lebih besar.

Mickelson Diusir, Indonesia Manfaatkan Keunggulan Jumlah Pemain

Thailand harus kehilangan Mickelson setelah ia menerima kartu kuning kedua. Menurut catatan pertandingan, Mickelson melakukan pelanggaran terhadap Ole Romeny di luar kotak penalti. Sebelumnya, ia juga disebut melakukan pelanggaran serupa pada momen lain di babak kedua, sehingga wasit mengganjarnya dengan kartu merah. Ada perbedaan detail dalam sejumlah laporan mengenai menit persisnya, namun sumber-sumber yang ada sepakat bahwa kejadian itu berlangsung di menit ke-80 atau ke-81.

Keunggulan jumlah pemain langsung dimanfaatkan Indonesia. Tendangan bebas Dean James pada menit ke-84 membentur badan Iklas Sanron dan mengubah arah bola sehingga mengecoh kiper Thailand, Saranon Anuin. Gol itu membawa Indonesia unggul, tetapi keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Hanya tiga menit berselang, Iklas Sanron mencetak gol penyama kedudukan setelah menerima umpan dari Pichitchai.

Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir. Pada babak tambahan, Thailand sempat mengejutkan Indonesia ketika Peeradol Chamratsamee membawa timnya unggul 2-1 pada menit ke-111. Namun Indonesia mampu menyamakan kedudukan dan memaksa laga berlanjut ke adu penalti.

Verdonk: Thailand dan Jepang Jadi Ujian Berikutnya

Pemain Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, menilai keberhasilan menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi modal berharga menuju Piala Asia 2027 di Arab Saudi pada Januari. Ia menyebut pertemuan dengan Thailand di final sangat penting karena kedua tim berada di grup yang sama pada turnamen tersebut, bersama Jepang dan Qatar.

“Itu sebabnya pertandingan ini penting karena Thailand berada di grup yang sama dengan kami, begitu juga Jepang. Mereka adalah tim-tim Asia seperti ini, Anda tahu,” kata Verdonk kepada wartawan di mixed zone SUGBK, Senin.

Verdonk mengakui Jepang memiliki kualitas yang sangat bagus dan berada di level berbeda. Meski demikian, ia tetap melihat Indonesia berpeluang melangkah ke babak berikutnya. Menurutnya, Indonesia punya peluang menghadapi Thailand dan Qatar, sekaligus kesempatan melawan Jepang.

Pemain Lille itu juga mengaku tidak terlalu mempersoalkan jalannya pertandingan ketika Indonesia gagal mengalahkan Thailand pada waktu normal, meski lawan bermain dengan sepuluh orang setelah Mickelson diusir. Ia menegaskan yang terpenting adalah Indonesia juara dan memenangkan trofi pertama dalam 35 tahun.

“Trofi pertama, ya, itu pertandingan yang gila. Kami harus bermain lebih baik, tetapi kami menang. Jadi, tidak masalah,” kata dia.

Media Malaysia Soroti Perjuangan Indonesia

Media Malaysia, Makan Bola, menyoroti perjuangan Indonesia yang dipaksa bekerja keras oleh Thailand hingga 120 menit sebelum memastikan gelar juara melalui adu penalti. Makan Bola juga mencatat sejumlah peluang di babak pertama, termasuk upaya Mitchell Baker pada menit kedelapan yang digagalkan kiper Thailand, Saranon Anuin, serta peluang Teerasak Poeiphimai pada menit ke-18 yang diamankan penjaga gawang Indonesia, Emil Audero.

Pada babak kedua, pelatih Indonesia John Herdman memasukkan Dean James untuk menggantikan Thom Haye. Thailand merespons dengan memasukkan Seksan Ratree dan Jude Soonsup-Bell. Situasi berubah setelah Mickelson mendapat kartu merah, dan keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Indonesia melalui gol Dean James sebelum Iklas Sanron menyamakan kedudukan.

Sejarah Baru Sepak Bola Indonesia

Gelar ini menjadi yang pertama bagi Indonesia sepanjang sejarah ASEAN Cup setelah enam kali menjadi runner-up Piala AFF. Capaian terbaik Indonesia sebelumnya adalah medali emas SEA Games 1987 dan 1991. Verdonk menyebut gelar juara ini sebagai bagian dari era baru sepak bola Indonesia.

Kemenangan atas Thailand di SUGBK menjadi penanda bahwa Indonesia mampu bersaing di level Asia, setidaknya di kawasan ASEAN. Namun ujian sesungguhnya menanti di Piala Asia 2027, ketika Indonesia harus menghadapi Thailand, Qatar, dan Jepang di Grup F. Performa di turnamen itu akan menunjukkan apakah gelar juara ini benar-benar menjadi titik balik, atau hanya puncak sesaat bagi skuad asuhan John Herdman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *