Jawa  

Kebakaran Gunung Sumbing Meluas, 306 Hektar Terdampak dan Api Belum Terkendali

Kebakaran Gunung Sumbing Meluas, 306 Hektar Terdampak dan Api Belum Terkendali
Kebakaran Gunung Sumbing Meluas, 306 Hektar Terdampak dan Api Belum Terkendali

Cakrawala News – 22 Oktober 2026 | Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Sumbing, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, terus meluas dan kini berdampak pada kawasan seluas sekitar 306 hektar. Tim gabungan telah berupaya memadamkan api selama tiga hari, tetapi medan yang berat membuat petugas kesulitan menjangkau titik api. Angin kencang turut mempercepat penyebaran kobaran api ke area yang lebih luas.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo, Sumeko Hendro Kustanto, menyatakan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 300 hektare. “Kami terus berusaha melokalisir api agar tidak semakin meluas,” kata Sumeko pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Dari total area yang terdampak, sekitar 140 hektar dilaporkan berhasil dipadamkan. Meski demikian, petugas gabungan masih berupaya mengendalikan dua hamparan titik api aktif. Ratusan personel berjuang menembus asap tebal untuk mencapai lokasi kebakaran.

Medan Ekstrem Jadi Tantangan Utama

Kondisi medan yang terjal, keterbatasan sumber air, serta sulitnya akses menuju titik api memaksa petugas memadamkan api secara manual, antara lain menggunakan ranting pohon. Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Roy Hardi Siahaan, menegaskan bahwa personel di lapangan terus berupaya membatasi penjalaran api, terutama agar tidak merambat turun ke kawasan hutan pinus, lahan pertanian, dan permukiman warga.

“Personel di lapangan terus berjuang naik ke atas, membatasi dan melokalisir api agar tidak melebar. Saat ini kondisi masih menyala dan kita terus berupaya padamkan. Kami juga menjajaki pengerahan helikopter water bombing yang disiagakan dari Gunung Lawu jika kondisi medan memungkinkan,” ujar Roy saat meninjau lokasi kebakaran, Rabu, 21 Oktober 2026.

Selain mengoptimalkan peralatan konvensional dan partisipasi warga, Polda Jateng mendorong penetapan status tanggap darurat. Penutupan seluruh jalur pendakian Gunung Sumbing maupun gunung-gunung lain di Jawa Tengah juga diberlakukan secara ketat demi keselamatan masyarakat.

Sebelumnya, tim gabungan telah berhasil mengevakuasi seluruh pendaki yang berada di atas gunung dalam kondisi selamat. Sekitar 162 pendaki dilaporkan berhasil diturunkan.

Puncak hingga Hutan Lindung Terbakar

Asper Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Magelang, Yulianto, menyebut berdasarkan pantauan hingga pukul 15.00 WIB, luas yang terbakar di wilayahnya mencapai 79,3 hektare dari luas baku 115,60 hektare. Api masih terlihat di tiga anak petak, yakni Petak 2A-7, Petak 2A-13, dan Petak 2A-28.

Menurut Yulianto, vegetasi yang terbakar sebagian besar berupa krinyu, ilalang, akasia, cemara, pakis, dan pohon-pohon perdu. “Kebanyakan sabana yang mayoritas terbakar, tapi ini sudah turun di vegetasi atau di hutan lindung,” ujarnya. Ia menambahkan, puncak Gunung Sumbing berdasarkan pemantauan sudah habis terbakar, baik di wilayah Wonosobo maupun Magelang. Pemadaman dijadwalkan dilanjutkan pada Kamis, 22 Oktober, dengan apel pagi pukul 08.00.

Pengelola Basecamp Butuh, Lilik Setiyawan, menyatakan titik api sudah berada di kawasan Pos 2 jalur pendakian via Butuh, Kaliangkrik. “Situasi sulit karena ada di jurang. Sebenarnya sudah ada upaya penyekatan biar tidak merembet ke sekitarnya. Tapi, ternyata ada titik api muncul dari tebing tidak terduga dan besar,” kata Lilik yang juga Kepala Dusun Butuh.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah menyebut karhutla di Gunung Lawu dan Gunung Sumbing merusak vegetasi alami pegunungan seperti pohon pinus dan cemara. Kepala Bidang Penataan Lingkungan Hidup dan Perlindungan Hutan DLHK Jawa Tengah, Soegiharto, menjelaskan vegetasi yang terbakar di Gunung Lawu didominasi pinus, cemara gunung, dan alang-alang, sedangkan di Sumbing didominasi pakis dan kirinyuh.

Soegiharto menyatakan kerugian lain masih dalam tahap penghitungan. “Ya sementara terdampak kerugian itu vegetasi, tidak ada korban jiwa maupun luka dari peristiwa ini,” ujarnya.

Perbedaan Data Luasan

Perlu dicatat, terdapat perbedaan angka luasan yang dilaporkan sejumlah pihak. BPBD Wonosobo memperkirakan sekitar 300 hektare, sementara laporan lain menyebut 306 hektare dengan 140 hektare di antaranya berhasil dipadamkan. BKPH Magelang mencatat 79,3 hektare terbakar di wilayahnya hingga pukul 15.00 WIB. Perbedaan ini mencerminkan proses pendataan yang masih berjalan di tengah upaya pemadaman.

Hingga kini, belum ada laporan korban jiwa maupun luka akibat peristiwa ini. Fokus penanganan masih pada pelokalisiran api agar tidak menjalar ke kawasan permukiman dan lahan produktif warga.

Perkembangan kebakaran Gunung Sumbing dalam beberapa hari ke depan akan bergantung pada kondisi angin dan efektivitas upaya pemadaman darat, termasuk kemungkinan pengerahan water bombing bila medan memungkinkan. Warga di sekitar lereng diimbau tetap waspada terhadap potensi perluasan titik api.

Exit mobile version