Cakrawala News – 21 Oktober 2026 | Sebuah kecelakaan beruntun terjadi di Tol Wiyoto Wiyono Km 20, Ancol Barat, Jakarta Utara, pada Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 07.00 WIB. Insiden ini melibatkan tiga kendaraan dan mengakibatkan pengemudi mobil listrik Wuling Binguo EV bernopol B-1891-SNV, pria berinisial WS (31), mengalami luka.
Kepala Satuan Patroli Jalan Raya (Kasat PJR) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Reiki Indra Brata Manggala, mengungkapkan bahwa kecelakaan dipicu oleh hilangnya konsentrasi pengemudi saat berkendara. Menurut keterangannya, WS kehilangan fokus karena berusaha mengambil kartu e-Toll yang terjatuh ke lantai mobil.
“(Dugaan penyebab) pengemudi KR-1 (Wuling) tidak fokus dalam berkendara, pengemudi sedang mengambil kartu e-Toll yang terjatuh di lantai mobil,” kata Reiki Indra dalam keterangannya, Selasa (20/10).
Kronologi Kejadian
Menurut penjelasan kepolisian, kecelakaan bermula ketika mobil Wuling yang dikemudikan WS datang dari Gerbang Tol Ancol Barat menuju arah Pluit. Setibanya di Km 20, WS kehilangan konsentrasi karena kartu e-Toll terjatuh.
Saat kehilangan fokus, mobil listrik tersebut menabrak truk kontainer bernopol B-981-GYU yang sedang berhenti di on ramp Tol Ancol Barat. Akibat benturan itu, mobil Wuling terpental ke kanan dan masuk ke lajur 1.
Naas, di lajur yang sama melaju bus TransJakarta bernopol B-7205-TGX. Mobil Wuling pun kembali menabrak bus tersebut. Setelah benturan kedua, mobil listrik itu terhenti dengan posisi melintang di lajur 1.
Kerusakan dan Korban
Kecelakaan ini tidak hanya menimbulkan korban luka, tetapi juga kerusakan material. Tiga kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan, dengan mobil Wuling menjadi yang terparah. Mobil listrik tersebut ringsek tak berbentuk setelah menghantam truk kontainer dan bus TransJakarta.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban lain selain pengemudi Wuling yang mengalami luka. Kepolisian masih melakukan penanganan di lokasi kejadian.
Insiden Lain di Mampang Prapatan
Dalam rentang waktu yang berdekatan, kecelakaan maut juga terjadi di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Pada Minggu (18/10/2026) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB, sebuah mobil Mitsubishi Pajero Sport bernopol L-1583-FP menabrak pejalan kaki berinisial ATM (14) yang merupakan siswa SMP.
Kasi Laka Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Kharisma menjelaskan, mobil Pajero yang dikemudikan ADPI (26) melaju dari arah barat ke timur di Jalan Mampang Prapatan. Di dekat Jalan D, kendaraan itu menabrak pejalan kaki yang sedang berjalan searah di depan sebelah kiri.
“Semula kendaraan mobil Mitsubishi Pajero sedang melaju dari arah barat ke timur, di Jalan Mampang Prapatan Wilayah Mampang Prapatan Jakarta Selatan tepatnya di dekat Jalan D menabrak pejalan kaki yang sedang berjalan searah di depan sebelah kiri,” kata Kharisma.
Setelah menabrak ATM, mobil Pajero kemudian menabrak Toyota Avanza bernopol B-1941-DZA yang sedang terparkir di sisi kiri jalan, lalu menabrak Hyundai bernopol B-292-MPU yang dikemudikan ARH (39) dan sedang berjalan searah di depannya. ATM tewas di tempat kejadian perkara. Total ada tiga korban dalam insiden ini, yakni ATM yang meninggal serta dua pengemudi mobil lain.
Polisi telah menetapkan ADPI sebagai tersangka dalam kecelakaan tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya menyatakan bahwa proses penanganan perkara telah memasuki hari ketiga sejak kejadian. Hasil tes urine menunjukkan ADPI negatif narkotika. Pengemudi dan kendaraan yang menjadi barang bukti masih diamankan di Polres Metro Jakarta Selatan, sementara polisi masih mendalami latar belakang kecelakaan.
Penguatan Sistem Keselamatan Jalan
Di sisi lain, Polda Jawa Timur tengah mengembangkan sistem Mahameru Quick Response (MQR) yang menghubungkan 1.500 CCTV untuk memetakan titik rawan kecelakaan atau blackspot. Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Jatim AKBP Edith Yuswo Widodo menyatakan bahwa sistem ini sebelumnya digunakan secara internal kepolisian, namun kini di-upgrade dengan melibatkan kolaborasi berbagai instansi.
“Kalau kemarin kita menggunakan MQR itu Mahameru Quick Response ini di dalam internal kepolisian, nanti penentuan titik blackspot, trouble spot, patroli dan lain sebagainya. Tetapi sekarang kita upgrade lagi. Ada kolaborasi,” kata Edith kepada awak media, Rabu (21/10/2026).
Kolaborasi tersebut melibatkan Dinas Perhubungan, Dinas PU Bina Marga, hingga pemangku kepentingan lain dalam Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Data yang dihimpun juga diintegrasikan dengan Integrated Road Safety Management System (IRSMS) milik Korlantas Polri, sehingga penanganan titik rawan kecelakaan dapat dilakukan berdasarkan karakteristik dan penyebabnya di masing-masing wilayah.
Rangkaian peristiwa ini menunjukkan bahwa kelalaian kecil di jalan, seperti kehilangan fokus sejenak, dapat berujung pada kecelakaan yang merugikan banyak pihak. Kepolisian mengimbau pengemudi untuk selalu menjaga konsentrasi dan memastikan kondisi berkendara aman sebelum melakukan aktivitas lain di dalam mobil. Penanganan hukum terhadap para pihak yang terlibat masih terus berjalan, sementara upaya pencegahan melalui pemetaan titik rawan kecelakaan terus diperkuat di berbagai daerah.
