Cakrawala News – 03 November 2026 | Pesawat jet pribadi dengan registrasi n722bd mengalami kecelakaan tragis di Palm Beach County, Florida, Amerika Serikat, pada Minggu (1/11/2026), dan menewaskan seluruh sembilan orang yang berada di dalamnya. Salah satu korban yang telah teridentifikasi adalah Nathalia Filgueiras, seorang copilot berusia 20 tahun yang dikenal memiliki gairah besar terhadap dunia penerbangan sejak kecil.
Pesawat Learjet 60 milik perusahaan charter swasta Upper Jets itu jatuh sekitar pukul 12.51 waktu setempat ketika sedang dalam perjalanan dari Austin-Bergstrom International Airport di Texas menuju North Eleuthera Airport di Bahama. Pesawat menghantam tanah dengan keras, meledak saat benturan, dan meninggalkan kawah besar di lokasi kejadian di dekat kawasan rumah mobil di Kota Greenacres.
Insiden ini langsung menarik perhatian karena kondisi cuaca ekstrem yang melanda Florida selatan pada hari nahas tersebut. Tim investigasi National Transportation Safety Board (NTSB) kini menyelidiki apakah cuaca buruk, termasuk badai petir hebat, turut berperan dalam jatuhnya pesawat n722bd.
Kronologi Penerbangan dan Laporan Icing
Berdasarkan data pelacakan penerbangan yang dianalisis Flightradar24, pesawat n722bd lepas landas dari Austin-Bergstrom pada pukul 15.37 UTC atau 9.37 pagi waktu Central Standard Time. Pesawat terbang menuju Bahama dan mulai mengalami kondisi penerbangan yang memburuk saat berada di atas wilayah Florida.
Sekitar pukul 17.35 UTC, ketika berada di dekat Naples, pesawat mulai turun menuju ketinggian 35.000 kaki. Dalam komunikasi yang ditinjau Flightradar24, para pilot melaporkan adanya icing atau pembentukan es, turbulensi sedang, serta presipitasi sebelum meminta izin untuk naik ke ketinggian 37.000 kaki.
Pengatur lalu lintas udara menyetujui permintaan tersebut. Namun tak lama setelahnya, pesawat justru mulai turun dengan sangat cepat. Data pelacakan menunjukkan laju penurunan vertikal melebihi 32.000 kaki per menit, sebuah angka yang menggambarkan kehilangan kendali secara mendadak sebelum pesawat menghantam tanah.
Kepala tim NTSB yang beranggotakan sekitar 20 personel di West Palm Beach, Tom Chapman, menyatakan bahwa kondisi cuaca di Florida selatan pada hari itu sangat ekstrem. Ia menegaskan bahwa faktor cuaca akan menjadi fokus utama penyelidikan.
“Kalian semua melihat bagaimana kondisi cuaca di permukaan di sini. Yang harus kami tentukan adalah bagaimana kondisi cuaca pada ketinggian,” kata Chapman dalam konferensi pers, Senin (2/11/2026).
Korban dan Sosok Nathalia Filgueiras
Ibu Nathalia, Camila Corteleti, mengungkapkan kepada New York Times bahwa putrinya bekerja untuk Upper Jets, perusahaan charter swasta yang berbasis di Fort Lauderdale, Florida, dan memiliki pesawat tersebut. Menurut sang ibu, Nathalia mencintai kebebasan yang dirasakannya saat terbang.
“Dia mencintai kebebasan. Melihat dunia dari atas benar-benar berbeda,” ujar Corteleti, seraya mengenang bahwa putrinya gemar mengamati pesawat di bandara lokal ketika masih kecil.
Nathalia lulus sekolah menengah di Boca Raton, Florida, pada 2024. Menurut laporan afiliasi CBS 12 News, ia telah memperoleh lisensi pilot pribadi pada usia 17 tahun. Hingga Senin pagi, identitas delapan korban lainnya belum diungkap oleh pihak berwenang.
Hingga saat ini belum diketahui siapa pilot yang bertanggung jawab atas pesawat tersebut. Aurora Aviation, perusahaan yang mengoperasikan pesawat dengan nama dagang Upper Jets, belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar. NTSB maupun pejabat Palm Beach County juga belum merinci identitas penumpang yang berada di dalam pesawat n722bd.
Dampak di Lokasi dan Fokus Investigasi
Kecelakaan ini meninggalkan dampak yang mencekam bagi warga di sekitar lokasi. Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan serpihan logam pesawat berserakan di antara pepohonan, kendaraan yang terparkir, dan rumah-rumah warga di kawasan rumah mobil di Palm Beach County.
Seorang warga dalam video tersebut menunjuk berbagai potongan yang diduga bagian dari pesawat, termasuk benda yang jatuh sangat dekat dengan mobilnya. Laporan lain menyebut adanya kemungkinan sisa-sisa manusia di dekat lokasi kejadian, meski informasi ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh otoritas.
Menurut Federal Aviation Administration (FAA) dan pihak berwenang setempat, pesawat n722bd jatuh sekitar pukul 12.50 di dekat Military Trail, antara Cresthaven Boulevard dan 10th Avenue North, di kawasan Greenacres, Palm Beach County. Pesawat yang diproduksi pada 2004 itu hancur berkeping-keping akibat kerasnya benturan.
Hingga kini belum ada penyebab resmi yang ditetapkan. Laporan icing menjadi sorotan publik, tetapi belum dikonfirmasi sebagai penyebab kecelakaan. NTSB masih meneliti momen-momen terakhir awak pesawat, termasuk kemungkinan hilangnya kendali akibat kondisi cuaca ekstrem di ketinggian.
Penyelidikan terhadap kecelakaan n722bd akan menjadi perhatian penting bagi industri penerbangan, khususnya terkait prosedur penerbangan dalam kondisi icing dan turbulensi. Publik menantikan hasil investigasi NTSB untuk mengetahui apakah faktor cuaca, teknis, atau kombinasi keduanya berperan dalam tragedi yang merenggut sembilan nyawa ini.
