Cakrawala News – 19 Oktober 2026 | Kedua putra Celine Evangelista salat Jumat di Masjidil Haram menjadi sorotan publik setelah ibunya memutuskan menetap di Arab Saudi. Momen tersebut dibagikan Celine melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, memperlihatkan Lucio dan Koa menjalankan salat Jumat dengan latar bangunan Ka’bah yang menjadi kiblat umat Islam.
Unggahan itu menjadi perhatian karena menandai babak baru kehidupan keluarga Celine setelah ia memutuskan menjadi mualaf. Sebelumnya, Celine menyatakan keseriusannya untuk memperdalam ajaran Islam, dan keputusan itu turut diikuti oleh keempat anaknya yang ikut menjadi mualaf.
Dalam unggahannya, Celine memperlihatkan kedua putranya mengenakan kain ihram saat melaksanakan salat Jumat. Keduanya tampak senang bisa menjalankan ibadah dengan menghadap kiblat secara langsung di Masjidil Haram. Bagi umat Islam, salat di masjid tersebut dengan Ka’bah di depan mata memang menjadi impian banyak orang.
Kepindahan Keluarga Celine ke Arab Saudi
Momen tersebut tak lepas dari keputusan Celine untuk tinggal di Arab Saudi. Ia memilih menetap di Madinah bersama anak-anaknya, menjadikan Arab Saudi sebagai tempat baru keluarga kecilnya. Keputusan itu disebut sebagai bagian dari upayanya memperdalam ilmu agama setelah memeluk Islam.
Tinggal di Arab Saudi disebut menjadi impian banyak orang, termasuk Celine. Setelah menetap di sana, ia mulai membagikan kesehariannya, termasuk momen ketika kedua putranya menjalankan salat Jumat di Masjidil Haram. Unggahan tersebut memperlihatkan bagaimana anak-anaknya beradaptasi dengan lingkungan baru yang lekat dengan nilai-nilai keislaman.
Meski masih kecil dan baru menjadi mualaf, Lucio dan Koa disebut merasa nyaman menjalankan ibadah di tempat tersebut. Hal ini menjadi gambaran bagaimana proses pembiasaan ibadah berlangsung dalam kehidupan sehari-hari mereka di Arab Saudi.
Perjalanan Hijrah Celine Evangelista
Keputusan Celine menjadi mualaf dan mengajak keempat anaknya mengikuti jejak yang sama menjadi salah satu perubahan besar dalam hidupnya. Publik figur yang sebelumnya dikenal dari dunia hiburan ini kini menunjukkan keseriusan dalam mempelajari Islam, salah satunya dengan menetap di tanah suci.
Langkah tersebut tidak hanya berdampak pada dirinya, tetapi juga pada anak-anaknya. Dengan tinggal di Madinah, mereka memiliki kesempatan lebih besar untuk mengenal dan menjalankan ibadah secara langsung, termasuk salat Jumat di Masjidil Haram yang baru-baru ini dibagikan Celine.
Bagi sebagian pengikutnya, unggahan itu menjadi cerminan perjalanan spiritual yang tengah dijalani keluarga Celine. Momen kedua putranya salat Jumat di Masjidil Haram sekaligus memperlihatkan bahwa kepindahan mereka ke Arab Saudi bukan sekadar perubahan tempat tinggal, melainkan bagian dari proses memperdalam agama.
Respons Publik dan Hal yang Perlu Diperhatikan
Unggahan tersebut mendapat perhatian warganet yang mengikuti perkembangan Celine dan keluarganya. Banyak yang menyoroti momen sederhana namun bermakna ketika kedua anaknya menjalankan ibadah di masjid paling suci bagi umat Islam. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari Celine mengenai jadwal maupun kegiatan ibadah keluarganya selama menetap di Arab Saudi.
Yang perlu diperhatikan, informasi mengenai kehidupan Celine dan anak-anaknya di Arab Saudi sejauh ini diketahui dari unggahan di media sosial pribadinya. Karena itu, publik sebaiknya merujuk pada pernyataan resmi apabila ingin mengetahui detail lebih jauh, tanpa menyimpulkan hal-hal yang belum dikonfirmasi.
Terlepas dari itu, momen Kedua putra Celine Evangelista salat Jumat di Masjidil Haram menjadi salah satu perkembangan terbaru dari perjalanan hijrah keluarga tersebut. Bagi Celine, keputusan menetap di Arab Saudi bersama anak-anaknya tampaknya menjadi cara untuk membangun lingkungan yang mendukung proses belajar dan beribadah.
Ke depan, publik kemungkinan masih akan menantikan kabar terbaru dari Celine mengenai kehidupan keluarganya di Madinah, termasuk bagaimana anak-anaknya beradaptasi dengan pendidikan dan aktivitas keagamaan di sana. Perkembangan ini sekaligus menunjukkan bahwa perjalanan spiritual seseorang bisa berimbas pada kehidupan keluarganya secara lebih luas.
