Ajax Dipermalukan Hajduk Split, Maarten Paes Kembali Cadangan dan Ter Stegen Disorot Fans

Ajax Dipermalukan Hajduk Split, Maarten Paes Kembali Cadangan dan Ter Stegen Disorot Fans
Ajax Dipermalukan Hajduk Split, Maarten Paes Kembali Cadangan dan Ter Stegen Disorot Fans

Cakrawala News – 17 Oktober 2026 | Laga Hajduk Split vs Ajax pada matchday pembuka League Phase UEFA Conference League 2026/2027 berakhir dengan kejutan. Ajax Amsterdam takluk 1-2 dari tuan rumah Hajduk Split di Stadion Poljud, Kroasia, Kamis, 15 Oktober 2026, sekaligus menempatkan penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes, kembali hanya sebagai penghangat bangku cadangan.

Pelatih Ajax, Michel Sanchez, masih mempercayakan posisi kiper kepada Marc-Andre ter Stegen. Keputusan itu membuat Paes belum sekalipun tampil sejak bergabung, dan kekalahan ini memicu kritik keras dari sebagian suporter Ajax terhadap performa kiper asal Jerman tersebut.

Jalannya Pertandingan

Hajduk Split membuka keunggulan pada menit ke-37 melalui gol Abdoulie Sanyang setelah sebuah serangan yang dinilai berjalan apik. Ajax sempat bangkit pada babak kedua. Davy Klaassen menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-53 dengan penyelesaian rapi memanfaatkan umpan silang Thilo Kehrer.

Namun keunggulan itu hanya bertahan tiga menit. Berawal dari umpan buruk Jofre Torrents, Marin Soticek mencetak gol kedua Hajduk Split yang memastikan kemenangan 2-1 bagi tuan rumah. Hasil ini membuat Ajax menempati peringkat ke-25 klasemen sementara dengan nol poin.

Pertandingan sempat terhenti pada menit ke-75. Suporter garis keras Hajduk Split menyalakan kembang api secara massal untuk merayakan ulang tahun ke-75 kelompok suporter tersebut. Akibatnya pandangan tertutup dan wasit memutuskan menghentikan laga sementara.

Ter Stegen Jadi Sorotan Suporter

Kekalahan pada laga Hajduk Split vs Ajax membuat Ter Stegen menjadi bulan-bulanan kritik. Seorang penggemar menilai kiper asal Jerman itu tidak memberi dampak berarti bagi permainan De Godenzonen.

Ter Stegen tidak memberikan kontribusi apa pun, kata seorang penggemar Ajax, dikutip dari komentar pembaca media Belanda, VoetbalPrimeur.

Suporter lain mempertanyakan penilaian terhadap performa Ter Stegen yang mendapat nilai 6,5 dalam rapor pemain Ajax terbitan VoetbalPrimeur. Menurutnya, kiper tersebut lolos begitu saja dari kesalahan fatal yang ia lakukan.

Kritik bahkan meluas ke sejumlah pemain Ajax. Seorang suporter mempertanyakan kontribusi Ter Stegen, Julian Brandt, Tolu Arokodare, Leonardo, dan Henrique bagi tim pada pertandingan tersebut.

Insiden di Luar Lapangan

Laga Hajduk Split vs Ajax juga dibayangi insiden di luar lapangan. Kepolisian Split menyatakan tiga orang ditahan setelah nyanyian bernuansa kriminal terdengar dalam arak-arakan suporter Hajduk Split sebelum pertandingan. Ketiganya disangka melakukan tindak pidana hasutan publik terhadap kekerasan dan kebencian berdasarkan Pasal 325 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Kroasia.

Polisi menyebut penyelidikan masih berlangsung untuk menetapkan seluruh keadaan, mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab, dan menentukan langkah hukum lanjutan. Sejumlah orang lain juga telah diidentifikasi dan proses penangkapan serta pencarian masih dilakukan. Petugas terus mengidentifikasi individu dari rekaman video arak-arakan.

Rekaman arak-arakan sebelumnya memperlihatkan sebagian suporter melantunkan slogan antisemit dan menyebut Adolf Hitler serta Auschwitz. Insiden itu menuai kecaman keras dari Presiden Kroasia Zoran Milanovic, Perdana Menteri Andrej Plenkovic, Pemerintah Kroasia, dan Kedutaan Besar Israel di Zagreb.

Menurut pernyataan kepolisian, sekitar 31.273 penonton menghadiri pertandingan, termasuk sekitar 1.413 suporter tamu Ajax. Polisi menyatakan tidak ada insiden kekerasan yang tercatat selama pertandingan berlangsung. Sebanyak 28 orang dibawa ke kantor polisi selama operasi pengamanan, seluruhnya suporter tuan rumah, dengan alasan antara lain kepemilikan alat piroteknik, balaclava, pelindung mulut, dan sarung tangan berbalut, serta pelanggaran lain dan tindakan pencegahan kepolisian.

Presiden Milanovic menilai insiden itu tidak dapat diterima dan memalukan. Ia mendesak tindakan cepat terhadap para pelaku untuk menunjukkan bahwa tidak ada tempat di Kroasia bagi glorifikasi Nazisme dan ideologi Ustasha. Kedutaan Israel di Zagreb menyatakan sangat terkejut dan mengecam insiden antisemit tersebut. Perdana Menteri Plenkovic juga mengecam pesan-pesan antisemit yang dinilainya bertentangan dengan nilai-nilai yang ingin dijunjung masyarakat Kroasia.

Permintaan Maaf Hajduk Split

Pelatih Hajduk Split, Gonzalo Garcia, menyampaikan permintaan maaf kepada Ajax dan UEFA dalam sesi pers seusai pertandingan. Tak lama kemudian, Hajduk Split mengunggah pernyataan resmi di kanal klub. Klub menyatakan ingin meminta maaf kepada UEFA serta staf pelatih dan para pemain Ajax yang menyaksikan kejadian yang tidak ingin mereka kenang sebagai citra klub di Eropa. Federasi Sepak Bola Kroasia turut mengecam insiden tersebut.

Bagi Ajax, kekalahan ini menjadi awal yang buruk di kompetisi Eropa. Ter Stegen berada di bawah tekanan menjelang laga berikutnya, sementara posisi Maarten Paes sebagai cadangan kembali menjadi perbincangan publik sepak bola Indonesia. Ajax dijadwalkan menjamu wakil Italia, Atalanta, di Stadion Johan Cruyff ArenA pada 23 Oktober 2026.

Pertandingan tersebut akan menjadi ujian berikutnya bagi Sanchez dalam menentukan siapa yang layak mengawal gawang Ajax. Di sisi lain, otoritas Kroasia masih mendalami insiden sebelum laga, sehingga perkembangan penyelidikan dan langkah disipliner dari UEFA menjadi hal yang perlu dicermati dalam beberapa hari ke depan.

Exit mobile version