Cakrawala News – 09 Oktober 2026 | Letjen TNI Iwan Setiawan resmi ditunjuk sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), menggantikan Letjen TNI Mohammad Fadjar. Kepastian jabatan baru Iwan Setiawan itu disampaikan langsung oleh Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat ditemui awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/10/2026).
“Iya, sudah. Pak Iwan,” tegas Maruli memastikan nama pimpinan baru di markas Kostrad tersebut.
Posisi Pangkostrad merupakan salah satu jabatan tertinggi di tataran TNI AD setelah jabatan KSAD. Jabatan itu juga sempat disandang Presiden RI Prabowo Subianto saat dirinya masih berdinas di TNI AD.
Rekam Jejak Militer Iwan Setiawan
Iwan Setiawan merupakan pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, pada tahun 1968. Ia adalah perwira lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1992, sama seperti Maruli Simanjuntak. Karier kemiliterannya dimulai di kecabangan infanteri dan lebih banyak berada di lingkungan Korps Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Sejumlah jabatan strategis pernah diembannya selama bertugas di Kopassus. Sejak tahun 1995 hingga 1996, ia menjabat sebagai Komandan Sub Tim 5/2/13/Grup 1/Parako Kopassus. Setelah itu, ia dipercaya sebagai Komandan Tim 5/2/13 Grup 1/Parako Kopassus dari tahun 1996 hingga 1998.
Kariernya terus menanjak. Iwan kemudian mendapat promosi jabatan sebagai Komandan Kompi 1/12 Grup 1/Parako Kopassus hingga tahun 2000. Pada 5 Februari 2000, ia mendapat amanat untuk menjabat sebagai Perwira Latihan Seksi Pengamanan Detasemen Markas (Denma) Grup 1 Kopassus.
Dua tahun berselang, tepatnya pada 2002, ia menjabat sebagai Kepala Seksi Operasional Grup 1/Parako Kopassus. Pada 2004, Iwan Setiawan dipercaya sebagai Wakil Komandan Batalyon 12 Grup 1 Kopassus, jabatan yang diembannya hingga tahun 2007.
Iwan juga sempat menempuh pendidikan Seskoad. Saat menjalani pendidikan tersebut, ia menjabat sementara sebagai perwira menengah Denma Kopassus. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia kemudian menjabat sebagai Komandan Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus.
Penakluk Everest dan Yel-Yel “Pam Pam Pam”
Nama Iwan Setiawan juga dikenal luas karena keterlibatannya dalam Tim Ekspedisi Everest yang digagas oleh Prabowo Subianto pada 1997. Saat itu, ia terpilih menjadi salah satu perwira yang masuk dalam tim tersebut, lima tahun setelah lulus dari Akmil.
Tim ini berada di bawah pengarahan dan komando langsung Prabowo yang kala itu menjabat sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus. Iwan berhasil mencapai puncak (summit) Gunung Everest melalui Jalur Selatan bersama Misirin dan Asmujiono. Ketika itu, pangkatnya masih Letnan Satu (Lettu).
Pria yang juga terkenal dengan yel-yel “Pam Pam Pam” itu pun tercatat sebagai salah satu prajurit TNI pertama yang berhasil menginjakkan kaki di Gunung Everest.
Setelah momen bersejarah tersebut, Iwan melanjutkan kariernya di lingkungan Kopassus. Ia pernah menjabat sebagai komandan unit, komandan tim, hingga Danki Yon 13 Grup 1 Kopassus. Ia juga pernah menjabat sebagai Danyon 22 Grup 2 Kopassus pada 2008 hingga Danpusdikpassus pada 2014 sampai 2015.
Selain di lingkaran Kopassus, Iwan juga mengemban jabatan di wilayah atau teritorial. Pada 2012, ia pernah menjabat sebagai Komandan Brigif 22/Ota Manasa. Selanjutnya, ia menjabat sebagai Danrindam Jaya pada 2015, Danrem 052/Wijayakrama pada 2016, dan Danrem 173/Praja Vira Braja di Biak, Papua pada 2020 sampai 2021.
Setelah melewati berbagai jabatan strategis, Iwan akhirnya mengikuti jejak Prabowo menjadi Danjen Kopassus pada 2022 sampai 2023. Sebelum dipromosikan sebagai Pangkostrad, ia diketahui menjabat sebagai Danpussenif.
Dinamika Organisasi, Bukan Isu Politik
Maruli mengatakan, mutasi dan promosi itu berbarengan dengan pelantikan enam pangdam baru beberapa waktu lalu. “Kemarin baru ada surat, bareng dengan Pangdam baru,” kata Maruli.
Pergantian posisi Pangkostrad ini sempat memicu spekulasi yang mengaitkannya dengan bursa calon Panglima TNI di masa mendatang. Namun, Maruli dengan sigap menepis isu politik tersebut.
Ia menegaskan bahwa rotasi ini murni merupakan bagian dari dinamika, pembinaan karier, serta penyegaran rutin di lingkungan organisasi militer. “Oh, gak ada. Biasa kan organisasi, sudah bertugas dua tahun. Kita biasa di pergantian,” ujar Maruli menepis segala bentuk spekulasi.
Sementara itu, Letjen TNI Mohammad Fadjar yang posisinya digantikan Iwan dikabarkan akan menempati jabatan baru sebagai Staf Khusus KSAD.
Penunjukan Iwan Setiawan sebagai Pangkostrad menandai kelanjutan karier panjangnya di dunia militer yang penuh catatan strategis, mulai dari Kopassus hingga penaklukan puncak Everest. Publik masih menantikan bagaimana ia akan membawa Kostrad sebagai kekuatan strategis TNI AD ke depan, seiring dinamika organisasi yang terus bergulir.












