Cakrawala News – 06 Oktober 2026 | Lionel Messi bersiap jalani laga perpisahan bersejarah bersama Argentina dalam pertandingan persahabatan melawan Benin di Estadio Monumental, Buenos Aires, Rabu (7/10/2026). Laga ini akan menjadi penampilan ke-208 sekaligus yang terakhir bagi sang kapten setelah lebih dari dua dekade membela La Albiceleste. Messi, yang kini berusia 39 tahun, telah kembali bergabung dalam pemusatan latihan tim nasional Argentina di Ezeiza untuk mempersiapkan momen emosional tersebut.
Keputusan pensiun dari sepak bola internasional diumumkan Messi pada Agustus 2026, setelah Argentina kalah dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026. Kekalahan itu terjadi empat tahun setelah Messi membawa negaranya menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar. Messi mengakui bahwa keputusan tersebut bukan hal yang mudah dan menyebut pilihannya terasa menyakitkan.
Persiapan di Ezeiza dan Sambutan Skuad
Messi menjalani sesi latihan pertamanya di pusat latihan Ezeiza bersama sejumlah pilar penting seperti Rodrigo De Paul, Giovani Lo Celso, dan Nicolas Otamendi. Dalam latihan tersebut, pemain kelahiran Rosario itu menjalani latihan ringan menggunakan bola serta aktivitas taktik di bawah pengawasan langsung tim pelatih Lionel Scaloni. Melansir ESPN Deportes, Messi terlihat dalam suasana hati yang baik dan menikmati setiap momen bersama rekan-rekan setimnya.
Setelah sesi latihan selesai, skuad Argentina menggelar tradisi makan malam asado bersama di kompleks latihan. Momen tersebut menjadi penanda suasana haru yang mulai terasa di dalam skuad menjelang pesta perpisahan di Buenos Aires. Sebelumnya, Messi sempat berada di Rosario bersama keluarganya ketika Argentina meraih kemenangan atas Burkina Faso.
Pasukan Lionel Scaloni menyambut sang kapten dengan moral yang sangat tinggi setelah meraih dua kemenangan besar sebelumnya. Argentina sukses melibas Bolivia dengan skor telak 4-0 sebelum kemudian menghancurkan Burkina Faso tujuh gol tanpa balas.
Penghormatan Tertinggi dari Publik Argentina
Laga seremonial di Estadio Monumental ini dirancang khusus sebagai bentuk apresiasi tertinggi publik Argentina. Presiden Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA), Claudio Tapia, menegaskan komitmen federasi untuk menyajikan pesta perpisahan yang megah. Menurut Tapia, pihaknya mengambil keputusan untuk mengundang pemain terbaik di dunia, simbol tim nasional, dan kapten mereka, Lionel Andres Messi, agar mendapatkan perpisahan yang layak.
Pelatih Lionel Scaloni memprediksi laga perpisahan ini akan menjadi momen yang sangat emosional. Ia menyebut pertandingan tersebut akan menjadi hari yang tak terlupakan. Scaloni juga menggambarkan besarnya antusiasme publik Argentina untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Messi. Menurut dia, kehadiran Messi selalu membawa dampak besar, bukan hanya kepada rekan-rekan setimnya, tetapi juga kepada lawan dan penggemar.
“Saya membayangkan bila ada lima Stadion Monumental, semuanya akan penuh,” ujar Scaloni seperti diwartakan BeIN SPORTS.
Rekor dan Warisan Messi
Selama 21 tahun berseragam La Albiceleste, Messi telah mempersembahkan berbagai trofi bergengsi, termasuk dua Copa America, Finalissima 2022, dan Piala Dunia 2022. Ia memegang rekor nasional dengan sumbangan 125 gol dari total 207 penampilan. Puncak karier internasionalnya terjadi pada Final Piala Dunia 2022, ketika ia mencetak dua gol dalam pertandingan yang berakhir 3-3 dan berlanjut ke adu penalti. Messi menjadi eksekutor pertama Argentina dalam drama adu penalti tersebut dan sukses menjalankan tugasnya.
Sejumlah pilar penting dipastikan tampil mengawal laga terakhir sang kapten, termasuk Giovani Lo Celso, Rodrigo De Paul, dan Nicolas Otamendi. Gelandang Leandro Paredes juga akan hadir memberikan dukungan langsung dari tribun penonton meski sedang menjalani sanksi berat. Paredes terkena skorsing sepuluh pertandingan dari FIFA setelah insiden yang terjadi pada final Piala Dunia 2026.
Namun, pesta perpisahan ini harus berlangsung tanpa kehadiran Paulo Dybala dan Nahuel Molina. Klub asal Italia, AS Roma, menolak memberikan izin kepada kedua pemain tersebut untuk terbang ke Amerika Selatan.
Seragam Khusus dan Masa Depan Argentina
Argentina akan mengenakan seragam khusus one-off yang dihiasi gambar Matahari Mei dan daun laurel di sekeliling nomor punggung sepuluh. Desain simbolis tersebut disiapkan untuk mengiringi penampilan terakhir Messi bersama tim nasional.
Setelah peluit akhir berbunyi di Buenos Aires, Messi akan langsung memfokuskan kembali perhatiannya kepada level klub. Ia masih terikat kontrak profesional bersama klub Amerika Serikat, Inter Miami, hingga akhir musim kompetisi MLS tahun 2028.
Sementara itu, pelatih Lionel Scaloni harus segera bersiap mengalihkan fokus untuk mengintegrasikan generasi baru ke dalam tim. Langkah regenerasi ini sangat krusial bagi Albiceleste guna menghadapi siklus turnamen besar berikutnya tanpa kehadiran sang legenda.
Laga melawan Benin menjadi titik akhir dari perjalanan panjang Messi bersama Argentina, sekaligus awal dari babak baru bagi tim nasional yang harus melangkah tanpa ikon terbesarnya. Publik Argentina diperkirakan akan memadati Estadio Monumental untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemain yang dianggap sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah sepak bola.
