Longsor Ganas Terjang Glamping Pelaga Eco Park Badung, Dua Tamu Masih Dicari

Longsor Ganas Terjang Glamping Pelaga Eco Park Badung, Dua Tamu Masih Dicari
Longsor Ganas Terjang Glamping Pelaga Eco Park Badung, Dua Tamu Masih Dicari

Cakrawala News – 04 November 2026 | Penampakan glamping Pelaga Eco Park jadi saksi ganasnya longsor di Bali, 2 tamu masih hilang setelah hujan deras memicu tanah longsor disertai aliran air deras yang menerjang kawasan akomodasi wisata di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Bencana itu terjadi pada Senin (2/11/2026), ketika material longsor menimbun area penginapan dan memaksa tim gabungan melakukan operasi pencarian terhadap dua orang yang dilaporkan belum ditemukan.

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta meninjau langsung lokasi kejadian bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan anggota DPRD Kabupaten Badung Made Bima Nata. Peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan bencana serta proses pencarian dua korban berjalan optimal.

Dalam peninjauan tersebut, Wagub Giri Prasta menegaskan bahwa keselamatan manusia menjadi prioritas utama. Seluruh unsur terkait diminta mengoptimalkan pencarian korban dengan tetap memperhatikan keselamatan petugas di lapangan.

“Ketika berbicara masalah bencana, yang pertama harus kita lihat adalah sisi kemanusiaan. Sesuai laporan manajemen yang ada di sini, terdapat dua warga yang belum ditemukan akibat tanah longsor ini. Karena itu, kami bersama seluruh tim memastikan proses pencarian dilakukan secara optimal,” tegas Giri Prasta.

Tim Gabungan Sisir Titik Longsor hingga Hilir

Operasi pencarian melibatkan tim gabungan dari Basarnas, BPBD Provinsi Bali, BPBD Kabupaten Badung, Polri, Brimob, dan TNI. Sejak pagi, petugas menyisir area sekitar titik longsor hingga kawasan hilir untuk menemukan dua korban yang belum ditemukan.

Pencarian diprioritaskan pada area yang tertimbun material longsor. Apabila korban belum ditemukan, penyisiran dilanjutkan ke sepanjang aliran air, dari kawasan hilir menuju lokasi kejadian.

Untuk mendukung upaya tersebut, petugas mengatur debit air melalui penutupan bendung di bagian utara kawasan. Langkah ini dilakukan guna meningkatkan keselamatan petugas sekaligus memperlancar pembersihan material longsor yang menutup area akomodasi.

Penampakan glamping Pelaga Eco Park jadi saksi ganasnya longsor di Bali, 2 tamu masih hilang menjadi perhatian karena kawasan tersebut merupakan destinasi wisata yang berada di kawasan perbukitan Pelaga. Hujan deras yang memicu longsor disertai aliran air deras menunjukkan besarnya daya rusak material yang menerjang kawasan penginapan.

Keselamatan Petugas dan Warga Jadi Perhatian

Selain fokus mencari korban, pemerintah daerah menekankan pentingnya keselamatan seluruh personel yang terlibat. Medan yang masih berpotensi longsor serta aliran air yang deras menjadi tantangan tersendiri dalam proses evakuasi dan penyisiran.

Peninjauan oleh Wagub bersama Bupati Badung dan anggota DPRD menunjukkan koordinasi lintas lembaga dalam penanganan bencana. Kehadiran sejumlah pejabat di lokasi diharapkan memastikan kebutuhan operasional tim di lapangan terpenuhi, mulai dari peralatan hingga dukungan logistik.

Hingga laporan ini diturunkan, dua korban masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan. Belum ada keterangan resmi mengenai identitas maupun kondisi kedua korban.

Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa kawasan wisata di daerah perbukitan memiliki risiko bencana hidrometeorologi, terutama saat curah hujan tinggi. Penampakan glamping Pelaga Eco Park jadi saksi ganasnya longsor di Bali, 2 tamu masih hilang menegaskan perlunya kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem di kawasan rawan longsor.

Masyarakat dan pengelola kawasan wisata diimbau memperhatikan peringatan dini cuaca serta kondisi lingkungan sekitar. Koordinasi dengan BPBD setempat menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko serupa di masa mendatang.

Perkembangan selanjutnya yang perlu dicermati adalah hasil pencarian dua korban serta upaya pemulihan kawasan pascabencana. Pemerintah daerah memastikan penanganan berjalan dengan mengedepankan sisi kemanusiaan dan keselamatan semua pihak yang terlibat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *