Cakrawala News – 06 Oktober 2026 | Laga Makedonia utara vs Skotlandia pada matchday UEFA Nations League 2026-27 berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk tim tamu di Toshe Proeski Arena, Skopje. Kemenangan tandang ini menjadi hasil perdana bagi manajer Sebastien Pocognoli sejak mengambil alih tim nasional Skotlandia, sekaligus momen bersejarah bagi kapten Andy Robertson yang mencatatkan caps ke-100 untuk negaranya.
Bek kiri yang pernah memperkuat Liverpool itu menjadi pemain kedua dalam sejarah sepak bola putra Skotlandia yang mencapai 100 caps, mengikuti jejak legenda Kenny Dalglish yang mengoleksi 102 caps. Robertson tampil agresif sejak awal laga dan tercatat melepaskan empat percobaan dalam 13 menit pembuka.
“Itu sangat berarti bagi saya, dan itu sangat berarti bagi keluarga saya. Ini adalah perjalanan yang luar biasa. Saya mencintai negara ini, hanya ada satu orang sebelum saya di sepak bola putra yang melakukan itu, jadi ini adalah pencapaian yang cukup spesial,” ujar Robertson kepada BBC Scotland usai pertandingan.
Robertson bahkan sempat berkelakar bahwa Dalglish mungkin khawatir rekor golnya terancam melihat agresivitasnya di awal pertandingan. Namun ia menegaskan hal terpenting adalah kemenangan tim, dan para pemain tampil sangat baik untuk meraih hasil tersebut.
Jalannya Pertandingan di Skopje
Skotlandia membuka keunggulan melalui gol curling spektakuler Kieron Bowie pada menit ketujuh. Gol tersebut menjadi gol internasional senior pertama bagi sang penyerang, yang lahir dengan cara istimewa di laga sepenting ini.
Tim tamu mengendalikan pertandingan sepanjang babak pertama. Meski demikian, Skotlandia sempat mengalami ketegangan di lini belakang pada akhir laga setelah Scott McKenna diganjar kartu merah langsung.
John McGinn memastikan kemenangan dengan eksekusi penalti yang tenang pada menit ke-69, setelah terjadi kemelut di depan gawang Makedonia Utara. Gol itu efektif mengakhiri perlawanan tim tuan rumah dan mengunci tiga poin bagi Skotlandia.
Hasil ini menjadi angin segar bagi skuad asuhan Pocognoli yang sebelumnya menelan hasil kurang memuaskan. Skotlandia datang ke Skopje dengan modal hasil imbang tanpa gol melawan Slovenia dan kekalahan 0-3 dari Swiss.
Sebelum laga Makedonia Utara vs Skotlandia digelar, Skotlandia bahkan mengalami paceklik gol dalam empat pertandingan berturut-turut, kondisi yang belum pernah terjadi sejak Mei 1971. Kemenangan di Skopje pun sekaligus menghentikan tren negatif tersebut.
Tekanan dan Harapan Pocognoli
Pocognoli menghadapi tekanan menjelang laga ini. Pelatih asal Belgia itu menegaskan kemenangan pertama sangat krusial untuk membangkitkan semangat timnya.
“Kami ingin meraih kemenangan yang positif di lapangan. Kemenangan memberikan kegembiraan dan kebebasan dalam bermain, serta mempercepat proses pengambilan keputusan,” ungkap Pocognoli.
Ia juga menepis anggapan bahwa timnya harus menang, meski menyadari pentingnya hasil positif secepatnya. Menurutnya, tantangan yang dihadapi lebih panjang daripada sekadar hasil satu pertandingan.
“Tidak, karena tantangannya lebih panjang daripada pemusatan latihan ini. Kami harus melakukannya sedikit demi sedikit,” tegasnya.
Pocognoli menyadari ide-ide taktis tidak akan berarti tanpa dukungan moral yang datang dari kemenangan. Ia menilai kemenangan di Skopje bisa membuat suasana di dalam tim berubah menjadi lebih positif.
Dampak bagi Klasemen Grup B1
Raihan poin maksimal mengangkat Skotlandia ke peringkat ketiga klasemen Grup B1 UEFA Nations League 2026-27. Sebelumnya, Skotlandia sempat turun ke posisi yang kurang menguntungkan setelah hasil-hasil kurang memuaskan pada laga awal.
Sementara itu, kekalahan membuat Makedonia Utara masih terbenam di dasar klasemen tanpa poin. Tim besutan lawan juga tercatat belum mencetak gol sepanjang 2026 dan selalu kalah dalam tiga pertandingan Nations League.
Dalam pertandingan lain di grup yang sama, Swiss menghancurkan Skotlandia 3-0 pada laga sebelumnya di Stadion Hampden Park, Glasgow. Gol Swiss dicetak Ricardo Rodriguez, Nico Elvedi, dan Zeki Amdouni, sedangkan Skotlandia bermain dengan 10 orang sejak menit ke-11 akibat kartu merah Jack Hendry.
Slovenia juga menyudahi perlawanan Makedonia Utara dengan skor 2-0 di Stadion Stozice, Ljubljana, berkat gol Sandi Lovric dan Aljosa Matko pada babak kedua. Kemenangan itu mempertahankan Slovenia di posisi kedua klasemen sementara.
Matchday ketiga UEFA Nations League 2026/2027 sendiri diwarnai tujuh kartu merah. Selain McKenna dan Hendry, sejumlah nama seperti Torbjorn Heggem, Dayot Upamecano, Radu Dragusin, Kostas Pileas, Etrit Berisha, dan Ladislav Krejci juga harus absen pada laga berikutnya akibat hukuman tersebut.
Langkah Selanjutnya
Perhatian Skotlandia kini beralih ke laga kandang melawan Slovenia di Hampden Park pada 6 Oktober. Pertandingan pekan keempat itu akan menutup jeda musim gugur sebelum aksi grup berlanjut dengan dua laga terakhir pada November.
Bagi Pocognoli, kemenangan atas Makedonia Utara menjadi fondasi penting untuk membangun kembali kepercayaan diri skuad. Sementara bagi Robertson, caps ke-100 yang diraih di Skopje menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola putra Skotlandia.
Hasil Makedonia Utara vs Skotlandia ini juga menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang di Nations League masih menyisakan banyak pertandingan. Konsistensi menjadi kunci jika Skotlandia ingin menjaga peluang bersaing di papan atas Grup B1.
