Cakrawala News – 20 Oktober 2026 | Manchester City akan menjamu wakil liga Yunani, AEK Athena, pada matchday ketiga fase liga Liga Champions 2026-27 di Etihad Stadium, Rabu (21/10/2026) pukul 02.00 WIB. Laga ini menjadi misi kebangkitan bagi The Citizens setelah takluk 2-4 dari Paris Saint-Germain pada pertandingan sebelumnya, sekaligus menandai pertemuan ke-150 Manchester City di kompetisi elite Eropa.
Kedua tim saat ini sama-sama mengoleksi tiga poin di klasemen fase liga setelah masing-masing mencatat satu kemenangan dan satu kekalahan dari dua laga pertama. Bagi City, tambahan tiga angka di hadapan pendukung sendiri menjadi harga mati agar posisi mereka tidak semakin tertinggal.
Haaland Masih Diragukan
Pelatih kepala Manchester City, Enzo Maresca, mengungkapkan bahwa pencetak gol terbanyak Erling Haaland masih diragukan kebugarannya setelah menjalani periode padat pertandingan. Meski demikian, pelatih asal Italia itu belum menutup peluang tampilnya penyerang asal Norwegia tersebut.
“Erling Haaland bisa tersedia. Kita lihat saja. Kondisinya cukup baik kemarin, lebih baik, jadi kita lihat hari ini,” ujar Maresca dalam konferensi pers jelang pertandingan.
Maresca memastikan satu pemain akan absen cukup lama, yakni Antoine Semenyo, yang diperkirakan menepi hingga delapan pekan akibat cedera lutut yang dialaminya saat menghadapi Ipswich Town. Kehilangan Semenyo menjadi pukulan bagi Maresca dalam menyusun komposisi lini serang.
“Satu-satunya yang akan absen selama mungkin delapan pekan adalah Antoine,” jelasnya.
Menanggapi pentingnya laga melawan wakil liga Yunani tersebut, Maresca menegaskan timnya wajib meraih kemenangan. “Ini pertandingan besar besok. Kami kalah di pertandingan terakhir, jadi kami harus meraih kemenangan. Kami akan berusaha memenangi pertandingan dengan para pemain terbaik yang kami miliki saat ini,” katanya.
Guehi Waspadai Serangan Balik AEK
Bek Manchester City, Marc Guehi, mendukung sikap hati-hati manajernya. Ia memperingatkan bahwa AEK Athena memiliki pemain depan berbahaya yang mampu menyulitkan City lewat serangan balik.
“Kami tahu mereka tim yang sangat bagus. Mereka memenangi pertandingan pertama dan punya penyerang bagus seperti Luka Jovic dan Joao Mario,” ujar Guehi.
Peringatan Guehi beralasan. AEK datang ke Manchester dengan modal kurang ideal setelah kalah 1-3 dari Shakhtar Donetsk pada laga sebelumnya. Kekalahan itu menjadi yang pertama bagi tim asuhan Marko Nikolic dalam waktu normal sejak awal musim.
Meski begitu, AEK tetap memiliki potensi merepotkan. Pasangan penyerang mereka dinilai berbahaya, terutama jika City lengah dan membiarkan ruang terbuka untuk serangan cepat.
Rekor Berpihak pada City
Secara statistik, Manchester City memiliki catatan positif saat menghadapi klub-klub Yunani di Liga Champions. Mereka tidak terkalahkan dalam empat pertemuan terakhir, dengan rincian tiga kemenangan dan satu hasil imbang tanpa kebobolan.
Sebaliknya, AEK memiliki rekor kurang meyakinkan melawan wakil Inggris. Mereka kalah dalam tujuh dari delapan pertandingan terakhir menghadapi klub Inggris di Liga Champions dan hanya meraih satu kemenangan. Rekor tandang mereka pun menjadi kendala besar, sebab AEK belum pernah menang dalam 16 pertandingan tandang di fase utama kompetisi tersebut, dengan catatan lima hasil imbang dan 11 kekalahan.
Di sisi lain, City masih menyisakan pekerjaan rumah di lini pertahanan. Kekalahan dari PSG memperlihatkan masalah ketika menghadapi lawan yang mampu mengeksploitasi ruang dan melancarkan serangan cepat. Kemenangan 3-2 atas tim promosi di kompetisi domestik pada akhir pekan lalu belum sepenuhnya menghapus keraguan, karena City kembali kebobolan dua gol.
Namun, produktivitas Haaland menjadi modal penting. Penyerang Norwegia itu melanjutkan tren mencetak gol dalam delapan pertandingan beruntun untuk klubnya, sekaligus menorehkan pencapaian 100 gol nonpenalti di Premier League dalam waktu lebih singkat dibandingkan pemain lain.
Duel Dua Tim yang Sama-sama Butuh Kemenangan
Laga ini menjadi ujian bagi Maresca untuk membuktikan kemampuan City di kompetisi Eropa. Kekalahan dari PSG menempatkan timnya di bawah tekanan, dan menghadapi wakil liga Yunani di kandang sendiri menjadi kesempatan ideal untuk kembali ke jalur kemenangan.
Bagi AEK, ambisi mencuri poin tetap hidup meski tantangan berat menghadang. Disiplin dan efisiensi dalam memanfaatkan peluang, terutama lewat serangan balik, akan menjadi kunci jika mereka ingin mengejutkan tuan rumah.
Keputusan mengenai tampilnya Haaland diperkirakan bergantung pada kondisi terakhir dan hasil evaluasi tim pelatih. Jika sang striker tersedia, peluang City mengendalikan permainan akan jauh lebih besar. Sebaliknya, absennya Haaland menuntut Maresca mencari solusi di lini depan tanpa Semenyo yang sudah dipastikan menepi.
Hasil pertandingan ini akan menentukan arah kedua tim di fase liga. Bagi City, kemenangan menjadi harga mati untuk menjaga asa bersaing di kompetisi elite Eropa, sementara AEK berpeluang mengubah catatan buruk mereka saat bertandang ke markas klub Inggris.












