Maresca Sebut Manchester United Paling Sering Main Bola Panjang di Liga Inggris

Maresca Sebut Manchester United Paling Sering Main Bola Panjang di Liga Inggris
Maresca Sebut Manchester United Paling Sering Main Bola Panjang di Liga Inggris

Cakrawala News – 13 September 2026 | Manajer Manchester City, Enzo Maresca, menilai Manchester United sebagai tim yang paling sering melepas bola panjang ke belakang pertahanan lawan dibandingkan tim mana pun di Premier League saat ini. Penilaian itu ia sampaikan menjelang derby Manchester di Old Trafford, Minggu, 13 September 2026, laga yang mempertemukan dua pelatih yang baru menjalani musim pertama mereka secara permanen di klub masing-masing.

Maresca menyebut gaya permainan langsung Manchester United membuat tim asuhan Michael Carrick tersebut tetap berbahaya meski tanpa membutuhkan banyak umpan. Menurutnya, United sangat efektif ketika merebut bola dan langsung mengalirkannya ke ruang di belakang barisan pertahanan lawan.

“Mereka adalah tim di Premier League saat ini yang paling banyak melepas bola ke belakang pertahanan lawan,” kata Maresca.

Ia menambahkan bahwa United tidak memerlukan banyak operan untuk menciptakan ancaman. Gaya tersebut, menurut Maresca, menjadi ciri khas yang harus diantisipasi Manchester City dalam laga bertajuk derby Manchester edisi ke-199 tersebut.

Pujian untuk Carrick

Maresca juga memberikan apresiasi terhadap kinerja Carrick sejak menangani Manchester United. Menurutnya, pelatih berkebangsaan Inggris itu mengambil alih tim dalam situasi yang rumit, tetapi mampu mengakhiri musim dengan baik. Carrick sendiri sebelumnya menjabat sebagai manajer interim pada pertengahan musim lalu sebelum akhirnya dipercaya secara permanen, dan pada derby Januari lalu ia tercatat mampu mengalahkan tim asuhan Pep Guardiola.

“Menurut saya dia melakukan pekerjaan yang fantastis sejak musim lalu,” ujar Maresca. “Dia mengambil alih dalam situasi yang rumit, menyelesaikannya dengan sangat baik. Musim ini kurang lebih dimulai dengan cara yang sama, jadi dia melakukan pekerjaan yang sangat baik.”

Dari kubu Manchester City, Maresca datang dengan catatan sempurna. Ia memenangi tiga laga pertamanya di Premier League sejak ditunjuk sebagai manajer, dan City juga baru saja meraih kemenangan 2-0 atas Porto di Liga Champions pada Selasa malam.

Modal Berbeda Jelang Derby

Kontras dengan City, Manchester United menjalani awal musim yang kurang mulus. Pasukan Carrick kalah di kandang Hull City pada laga pembuka, lalu hanya meraih hasil imbang 2-2 saat bertandang ke Everton pada laga terakhir. Meski demikian, United disebut mampu meredam kekhawatiran dengan kemenangan 4-0 atas Sabah, klub yang menjalani debut di Liga Champions, di Old Trafford pada Kamis malam.

Laga melawan Sabah itu membuat sebagian pemain bertahan Manchester United mendapat kesempatan istirahat. Nama-nama seperti Luke Shaw, Diogo Dalot, dan Harry Maguire disebut tidak diturunkan penuh pada pertandingan tersebut. Namun, sejumlah pengamat menilai istirahat itu belum tentu menyelesaikan masalah, mengingat lini belakang United telah menunjukkan kerapuhan sepanjang musim ini.

Di sisi lain, City dianggap memiliki keuntungan tambahan berupa waktu pemulihan yang lebih panjang. City bermain di Liga Champions pada Selasa malam, sementara United tampil pada Kamis, sehingga anak asuh Maresca memiliki dua hari ekstra untuk bersiap menghadapi derby.

Rekor Carrick dan Sorotan pada Haaland

Meski performa defensif Manchester United menjadi sorotan, catatan Carrick menghadapi klub-klub besar dinilai layak diperhitungkan. Dalam delapan pertandingan melawan tim yang tergabung dalam kelompok “big six” dan Aston Villa, Carrick tercatat meraih tujuh kemenangan dan satu hasil imbang, dengan rata-rata 2,25 gol per laga. Statistik itu membuat peluang United memenangi derby di kandang dinilai masih terbuka lebar.

Perhatian juga tertuju kepada penyerang Manchester City, Erling Haaland, yang berpeluang mencatat sejarah dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah derby Manchester. Haaland berada di jalur cepat menuju puncak daftar tersebut. Jika ia mencetak hat-trick pada laga Minggu ini, ia akan menyamai posisi teratas yang saat ini ditempati pemain legendaris. Daftar itu sendiri memuat nama-nama lama seperti Spence, yang bermain pada era pascaperang dunia pertama dan mencetak delapan gol dalam 14 laga derby, serta Kidd, satu-satunya pemain dalam daftar sepuluh besar yang membagi golnya untuk kedua klub dengan total lima gol bersama United dan tiga gol bersama City.

Laga di Old Trafford menjadi ujian pertama bagi Maresca dalam merasakan atmosfer derby Manchester sebagai pelatih, sekaligus kesempatan kedua bagi Carrick untuk menghadapi rival sekota setelah kemenangan pada pertemuan sebelumnya. Bagi Manchester United, hasil di laga ini akan menjadi indikator penting apakah gaya permainan langsung yang mereka usung mampu bersaing dengan tim yang sedang dalam performa terbaik di liga.

Derby Manchester edisi ke-199 ini juga akan menjadi tolok ukur bagi kedua pelatih pada awal kiprah permanen mereka. Maresca berupaya mempertahankan rekor sempurna City, sementara Carrick berusaha membuktikan bahwa ketajaman timnya melawan klub-klub besar bukan sekadar kebetulan. Hasil akhir laga di Old Trafford akan menjadi gambaran awal arah kedua tim pada musim ini.

Exit mobile version