Cakrawala News – 13 September 2026 | Masa depan Kaoru Mitoma di Brighton & Hove Albion kembali menjadi tanda tanya besar. Winger asal Jepang yang direkrut dari Kawasaki Frontale pada 2021 itu dikabarkan enggan memperpanjang kontraknya di klub Liga Primer Inggris tersebut. Negosiasi yang sempat berjalan sejak awal tahun kini dilaporkan mandek, sehingga Brighton menghadapi kemungkinan kehilangan salah satu pemain serang paling berbahayanya secara cuma-cuma.
Kontrak Mitoma saat ini berlaku hingga 30 Juni 2027. Ia menandatangani perpanjangan empat tahun pada Oktober 2023, yang menjadikannya salah satu pemain bergaji tertinggi di klub dengan penghasilan sekitar 80 ribu poundsterling per pekan. Namun dengan hanya tersisa satu musim lagi, situasinya berubah drastis dan menuntut keputusan cepat dari manajemen The Seagulls.
Negosiasi Kontrak Mandek
Manajer Brighton, Fabian Hürzeler, sebelumnya mengonfirmasi bahwa klub telah menggelar pembicaraan dengan Mitoma soal kontrak baru. Ia menyatakan harapan agar sang winger segera berkomitmen, seraya menegaskan bahwa pemain berusia 29 tahun itu tetap fokus memberikan yang terbaik di setiap sesi latihan dan pertandingan.
Namun harapan tersebut belum terwujud. Menurut laporan yang beredar, progres pembicaraan dinilai tidak menemui titik terang. Mitoma disebut enggan mengikat masa depannya lebih lama karena besarnya minat dari sejumlah klub terhadap dirinya. Situasi ini memaksa Brighton menimbang dua opsi sulit: menjual saat nilai transfernya masih tinggi, atau menanggung risiko kehilangan pemain tanpa biaya transfer.
Kekhawatiran tersebut kian nyata menjelang bursa transfer Januari. Ketika kontraknya tinggal menyisakan enam bulan, Mitoma berpeluang pergi dengan harga murah. Opsi lain, ia bisa hengkang sebagai pemain bebas pada musim panas tahun depan jika tidak ada kesepakatan baru.
Jejak Karier dari Kawasaki Frontale
Nama Mitoma mencuat ke permukaan berkat performa impresifnya bersama Kawasaki Frontale di Liga Jepang. Kecepatan, kemampuan menggiring bola, dan kegemarannya melewati pemain bertahan membuatnya menjadi ancaman serius dari sisi kiri. Penampilan itu pula yang mengantar Brighton merekrutnya pada 2021.
Bersama Brighton, Mitoma berkembang menjadi salah satu pemain sayap paling ditakuti di Liga Primer Inggris. Ia dikenal sebagai penggiring bola yang sulit dihentikan dalam duel satu lawan satu. Meski demikian, sejumlah cedera sempat mengganggu konsistensinya dalam beberapa musim terakhir.
Rekam jejak bersama Kawasaki Frontale menjadi fondasi penting bagi karier Mitoma di Eropa. Klub asal Jepang itu disebut sebagai titik awal yang membentuk gaya permainannya sebelum ia menembus kompetisi level tertinggi Inggris.
Dampak bagi Brighton
Kehilangan Mitoma tentu menjadi pukulan bagi Brighton. Ia termasuk pemain yang paling produktif dalam menciptakan peluang dari area sayap. Kemampuannya membuka ruang dan melewati pemain bertahan kerap menjadi kunci permainan menyerang The Seagulls.
Bagi Hürzeler dan jajaran manajemen, keputusan soal Mitoma harus diambil dengan hati-hati. Menjualnya pada Januari bisa memberikan dana segar untuk merekrut pengganti, tetapi juga berarti kehilangan pemain penting di tengah kompetisi. Sebaliknya, mempertahankannya hingga akhir kontrak memberi peluang bertahan di Liga Primer, namun berisiko kehilangan aset berharga tanpa kompensasi.
Sejumlah klub dikabarkan terus memantau situasi ini. Besarnya minat dari pihak luar menjadi salah satu alasan utama Mitoma belum mau menandatangani kontrak baru. Brighton pun berada di posisi yang tidak nyaman karena kehilangan daya tawar seiring berjalannya waktu.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi terbaru dari Mitoma maupun manajemen Brighton mengenai arah negosiasi. Yang jelas, masa depan winger berlabel Kawasaki Frontale itu akan menjadi salah satu saga transfer paling menarik untuk diikuti dalam beberapa bulan ke depan.


