Mbappe Cetak Brace, Real Madrid Hajar Rayo Vallecano 4-1

Mbappe Cetak Brace, Real Madrid Hajar Rayo Vallecano 4-1
Mbappe Cetak Brace, Real Madrid Hajar Rayo Vallecano 4-1

Cakrawala News – 13 September 2026 | Kylian Mbappé kembali menjadi bintang saat Real Madrid menghajar rival sekota Rayo Vallecano 4-1 di Santiago Bernabeu, Sabtu malam. Brace pemain asal Prancis itu membawa Los Blancos menyamai poin pemuncak klasemen La Liga, Barcelona, sekaligus memulihkan kepercayaan diri tim setelah kekalahan mengejutkan dari Real Betis pada laga liga sebelumnya.

Kemenangan ini menjadi respons tegas pasukan José Mourinho. Madrid sempat tersandung di kompetisi domestik, tetapi mereka bangkit dengan kemenangan keempat dari lima pertandingan pembuka La Liga musim ini. Tambahan tiga poin membuat mereka mengoleksi 12 poin, sama dengan Barcelona, meski tim Catalan masih menyimpan satu laga tunda dan unggul selisih gol.

Dominasi Tiga Gol di Babak Pertama

Madrid tampil agresif sejak awal. Mereka membuka keunggulan pada menit ke-14 lewat titik putih setelah Florian Lejeune menjatuhkan Álvaro Carreras di kotak terlarang. Mbappé yang menjadi eksekutor menipu kiper Rayo, Emil Audero, dan mengarahkan bola ke sisi yang salah. Gol itu menjadi yang kelima bagi Mbappé dalam lima laga liga pertamanya.

Hanya tiga menit berselang, Mbappé berganti peran menjadi pemberi umpan. Ia melepas bola kepada Carreras yang mengontrol dengan baik sebelum melepaskan tembakan ke sudut atas gawang, membuka rekening golnya musim ini.

Madrid menambah gol ketiga sepuluh menit sebelum turun minum. Jude Bellingham menyelesaikan rangkaian umpan apik dengan tendangan yang masuk menyentuh tiang gawang. Untuk pertama kalinya, Mourinho menurunkan Bellingham, Mbappé, Vinícius Júnior, dan rekrutan baru Yan Diomande bersamaan sejak menit awal, dan kuartet itu menciptakan peluang dengan mudah sepanjang babak pertama.

Rayo Memperkecil Jarak, Madrid Kehilangan Kendali

Rayo Vallecano baru memperkecil kedudukan pada menit ke-51. Sergio Camello mengambil bola di tepi kotak penalti dan melepaskan tembakan ke sudut bawah gawang, memperdaya kiper Thibaut Courtois. Gol itu lahir setelah Madrid kehilangan kendali di lini tengah pada paruh kedua.

Sejumlah sumber mencatat Rayo melepaskan tujuh tembakan di babak kedua. Jarak yang terlalu lebar antara lini depan dan lini tengah membuat Madrid rentan terhadap serangan balik. Courtois beberapa kali harus melakukan penyelamatan penting untuk mencegah kebangkitan Rayo.

Mourinho mengakui timnya kehilangan energi pada babak kedua. Menurutnya, jadwal padat, terutama setelah laga Liga Champions melawan Inter di tengah pekan, membuat para pemainnya kelelahan secara fisik dan mental.

“Kami mencetak banyak gol, tetapi kami juga membuang banyak peluang. Saya katakan kepada staf saya bahwa suatu hari akan ada tim yang membayar semua peluang yang terbuang itu,” ujar Mourinho dalam konferensi pers usai laga.

Pelatih asal Portugal itu menambahkan bahwa pertandingan praktis selesai dalam 45 menit. Ia menyebut para pemainnya tidak mampu mempertahankan intensitas yang sama di babak kedua, dan menyoroti penampilan Bellingham yang dinilainya kehabisan tenaga pada sepuluh menit terakhir.

Mbappé Samai Rekor Benzema

Brace ke gawang Rayo membuat Mbappé menyamai rekor Karim Benzema pada musim 2021-22, yakni enam gol dalam lima pertandingan pembuka. Catatan itu menegaskan konsistensi Kylian Mbappé sebagai salah satu penyerang paling produktif di La Liga musim ini, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu nominasi Ballon d’Or.

Di lini tengah, Bernardo Silva juga menunjukkan perkembangan signifikan. Pemain asal Portugal yang datang pada bursa transfer musim panas itu perlahan menjadi pengatur tempo permainan Madrid. Ia berperan besar dalam sirkulasi bola dan membantu tim membangun serangan dari belakang.

“Kami senang dengan tiga poin, tetapi sekarang kami harus bersiap untuk laga berikutnya. Apa yang diminta Mourinho dari saya? Membantu membangun serangan dengan bola. Ia ingin saya memberi tim lebih banyak fluiditas agar kami bisa memajukan bola,” kata Silva.

Kemenangan ini juga memperpanjang rekor tak terkalahkan Madrid di kandang melawan Rayo menjadi 17 pertandingan sejak 1996. Namun, hasil positif itu tidak sepenuhnya meredam kekhawatiran di dalam stadion. Sebagian penonton kembali menyuarakan kekecewaan pada babak kedua, dengan cemoohan terdengar di sekitar Bernabeu, termasuk yang diarahkan kepada Vinícius Júnior. Sebagian penonton lain merespons dengan tepuk tangan.

Tekanan untuk Barcelona

Hasil ini menempatkan tekanan tambahan bagi Barcelona yang akan bertandang ke markas Levante pada Minggu. Barcelona datang dengan catatan sempurna sejauh musim ini dan berpeluang kembali memimpin klasemen jika meraih kemenangan.

Bagi Madrid, laga melawan Rayo menjadi modal penting sebelum menghadapi rangkaian pertandingan berikutnya. Mourinho mungkin perlu mengatur rotasi pemain mengingat padatnya jadwal domestik dan Eropa. Kondisi kebugaran para pemain, terutama setelah laga Liga Champions, akan menjadi perhatian utama.

Dengan Mbappé yang terus mencetak gol dan Silva yang makin nyaman mengatur permainan, Madrid menunjukkan mereka siap bersaing di jalur juara. Namun, konsistensi selama 90 menit penuh masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan Mourinho jika ingin mempertahankan tekanan terhadap Barcelona di puncak La Liga.

Exit mobile version