Strasbourg vs Monaco Berakhir 1-1, Brunner Selamatkan Invincibilitas Les Monegasques

Cakrawala News – 13 September 2026 | Duel Strasbourg vs Monaco pada pekan keempat Ligue 1 2026/2027 berakhir imbang 1-1 di Stade de la Meinau, Sabtu (12/9/2026). Hasil ini memutus rentetan tiga kemenangan Monaco sejak awal musim, meski Les Monegasques tetap memuncaki klasemen berkat gol penyama kedudukan Paris Brunner pada menit ke-71.

Monaco datang ke Strasbourg dengan status pemuncak klasemen dan rekor sempurna tiga kemenangan dari tiga laga. Sebaliknya, Strasbourg menempati posisi keenam setelah bangkit dari kekalahan telak 0-4 melawan Marseille pada pekan pertama, lalu meraih dua kemenangan beruntun, termasuk pesta gol 6-2 atas Troyes.

Jalannya Pertandingan

Strasbourg membuka keunggulan pada menit ke-52. Berawal dari sepak bebas Oso yang diarahkan dari sisi kanan, bek tengah Monaco Sadibou Sane justru menyundul bola ke gawangnya sendiri. Gol bunuh diri itu membuat tuan rumah unggul 1-0 dan memaksa Monaco mengejar ketertinggalan.

Monaco sempat tampil dominan pada babak pertama dengan pressing ketat, tetapi kesulitan menciptakan peluang bersih. Stanis Idumbo menyia-nyiakan kans di sisi kiri pada menit ke-23, sementara sundulan Brunner pada menit ke-42 dinilai terlalu lemah. Satu-satunya ancaman berarti Monaco di babak pertama lahir dari umpan silang Vanderson yang ditepis kiper Strasbourg, Filip Jorgensen, pada menit ke-16.

Strasbourg sendiri memperlihatkan kombinasi menyerang yang rapi, terutama melalui gelandang asal Swedia, Sebastian Nanasi. Sebuah aksi kolektif pada menit ke-34 diakhiri tembakan menyilang Gessime Yassine, sebelum Oso melepaskan tembakan yang masih melebar pada masa injury time babak pertama.

Brunner Jadi Penyelamat

Monaco baru menemukan ritmenya setelah tertinggal. Paris Brunner menyamakan kedudukan pada menit ke-71 lewat tembakan jarak jauh yang melengkung ke sudut atas gawang tuan rumah. Ia menerima bola di sekitar garis tengah lapangan, maju beberapa langkah, lalu melepaskan sepakan yang tidak mampu dijangkau Jorgensen.

“Saya melihat ruang, saya masuk ke sana, saya mencoba menembak langsung, dan untungnya bola masuk,” kata Brunner dalam wawancara usai laga. Ia mengaku dorongan bek lawan tidak mengganggunya saat melepaskan tembakan tersebut.

Gol itu mengubah jalannya pertandingan. Menurut Brunner, Monaco kemudian mempercepat perputaran bola, menciptakan lebih banyak peluang, dan berusaha meraih kemenangan. Namun, hingga peluit akhir berbunyi, skor tetap 1-1.

Selepas laga, Brunner juga menyoroti ketatnya pengawalan yang diterimanya pada babak pertama. Ia menilai lawan telah menganalisis gaya bermainnya, sehingga pada babak kedua ia mengubah pendekatan dengan lebih sering turun menjemput bola, bukan hanya bertahan di ruang kosong.

Monaco nyaris menambah gol pada fase akhir pertandingan. Denis Zakaria sempat menyapu bola ke gawang dari situasi sepak pojok, tetapi wasit menganulirnya karena offside.

Kekecewaan Monaco terhadap Arbitrase

Hasil imbang ini menyisakan kekecewaan di kubu Monaco, terutama terkait keputusan wasit Wattellier. Manajemen AS Monaco menyatakan akan meminta penjelasan kepada direktorat perwasitan atas sejumlah keputusan dalam laga tersebut.

Salah satu situasi yang disorot terjadi sebelum gol pembuka Strasbourg. Menurut pihak Monaco, wasit semestinya menghentikan permainan setelah bola menyentuh dirinya, kemudian melanjutkannya dengan drop ball. Namun, permainan berlanjut dan Strasbourg mendapatkan sepak bebas yang berujung gol bunuh diri Sane.

Pelatih Monaco, Filipe Luis, juga menyoroti insiden di kotak penalti yang ia nilai seharusnya berbuah penalti. Meski demikian, pihak klub tidak mengajukan protes resmi dan memilih mengirim surat kepada direktorat perwasitan untuk meminta penjelasan.

Posisi di Klasemen

Dengan tambahan satu poin, Monaco mengoleksi 10 poin dari empat pertandingan dan tetap memimpin klasemen, unggul selisih gol atas Rennes yang mengalahkan Marseille 1-0 pada Jumat. Strasbourg bertahan di posisi keenam dengan tujuh poin.

Monaco tercatat baru kebobolan dua kali di kompetisi liga musim ini. Strasbourg, yang disebut masih dalam proses penyesuaian dengan sejumlah rekrutan baru, tetap memperlihatkan ambisi melalui duet lini tengah Demba Diop dan Diogo Sousa.

Dalam laga ini, Monaco juga kehilangan pemain muda Anis Soubeir yang mengalami cedera pergelangan kaki pada penampilan pertamanya di Ligue 1. Ia ditarik keluar pada menit ke-20 dan digantikan Matthis Abline.

Abline sempat menyulitkan pertahanan Strasbourg dengan kemampuan penetrasinya, tetapi penyelesaian akhirnya kurang tajam. Sebaliknya, Brunner tampil lebih presisi dan menjadi motor kebangkitan Monaco.

Hasil Strasbourg vs Monaco ini menjadi pengingat bahwa laju sempurna Monaco musim ini tidak akan mudah dipertahankan. Bagi Strasbourg, satu poin dari tim pemuncak klasemen menegaskan bahwa mereka layak diperhitungkan, terutama jika mampu menjaga konsistensi di lini pertahanan dan mempertajam penyelesaian akhir.

Monaco berikutnya perlu menjaga fokus menghadapi jadwal padat, sementara Strasbourg berpeluang memanfaatkan momentum kebangkitan untuk merangsek ke papan atas klasemen Ligue 1.

Exit mobile version