Cakrawala News – 09 November 2026 | Megawati masih butuh waktu, pelatih Hyundai Hillstate bongkar masalah utamanya setelah tim berjuluk Hillstate itu mengawali Liga Voli Korea 2026-2027 dengan hasil mengecewakan. Pelatih Kang Sung-hyung menegaskan bahwa persoalan utama bukan semata pada kemampuan individu pemain, melainkan pada koordinasi, distribusi bola, dan pola serangan tim yang dinilai terlalu mudah dibaca lawan.
Hyundai Hillstate harus menelan kekalahan tiga set langsung dari IBK Altos pada laga perdana di Hwaseong General Sports Town Indoor Gymnasium, Selasa (3/11/2026). Hillstate menyerah dengan skor 23-25, 23-25, dan 20-25. Kekalahan tersebut memperlihatkan sejumlah kelemahan, terutama dalam penerimaan servis, distribusi bola, hingga penyelesaian serangan.
Dalam pertandingan itu, Megawati Hangestri Pertiwi hanya mengemas tujuh poin. Catatan tersebut jauh dari harapan terhadap pemain asing yang diharapkan menjadi salah satu tumpuan serangan Hillstate. Meski demikian, Kang tidak serta-merta menyalahkan pemain asal Indonesia itu.
Persoalan Koordinasi dan Distribusi Bola
Kang menyoroti koordinasi pemain ketika harus menutupi kelemahan Jordan Wilson dalam menerima servis. Upaya tersebut justru membuat pembagian tugas di lapangan menjadi kurang efektif. Jordan sendiri menjadi pencetak angka terbanyak Hyundai Hillstate pada laga itu dengan torehan 15 poin, tetapi efektivitas serangannya belum maksimal dengan persentase keberhasilan mencapai 37,84 persen dan efisiensi serangan sebesar 24,32 persen.
Menurut Kang, para pemain seperti saling menyulitkan, mulai dari penerimaan servis hingga pengaturan umpan. Jordan dinilai tidak mendapatkan bola yang bagus, sementara pemain lain harus menerima servis untuk menggantikan tugasnya.
Kang juga menilai Jordan Wilson menghadapi kesulitan ketika berhadapan dengan pemain asing IBK Altos, Viktoriia Danchak. Kehadiran Danchak membuat Jordan tidak leluasa mengembangkan serangan.
Selain itu, Kang mengakui bahwa Hyundai Hillstate masih membutuhkan waktu untuk membangun chemistry antara pemain dan setter. Meskipun kerja sama tersebut mulai menunjukkan perkembangan, penyesuaian masih diperlukan untuk menghadapi karakter permainan lawan.
“Kami masih harus terus melakukan penyesuaian. IBK juga menggunakan pola servis berbeda dibandingkan turnamen pramusim. Mereka memiliki serangan cepat yang bagus dan kami kesulitan menghadapinya,” ujar Kang Sung-hyung, dikutip dari Yonhap News.
Pernyataan tersebut sejalan dengan penilaian Kang dalam kesempatan lain yang dikutip Naver. Ia menilai permainan timnya terlalu mudah ditebak sehingga IBK Altos leluasa membaca arah permainan dan mengantisipasi serangan. Menurut dia, Megawati bukan tipe pemain yang mengandalkan kekuatan atau jangkauan seperti Silva atau Moma, sehingga kualitas umpan dan variasi serangan sangat menentukan efektivitas permainannya.
Kang kemudian membandingkan situasi Megawati saat masih memperkuat Red Sparks. Menurut dia, distribusi bola di antara pemain Red Sparks berjalan lebih baik sehingga mampu menciptakan sinergi dalam membangun serangan.
Jejak Debut Megawati di KOVO Cup
Persoalan chemistry sebenarnya sudah terlihat sejak debut Megawati bersama Hyundai Hillstate di KOVO Cup 2026. Kala itu, Megawati menyumbang 14 poin dengan tingkat keberhasilan serangan sebesar 35 persen, sementara Jordan Wilson menjadi pencetak angka terbanyak dengan 15 poin dan rasio keberhasilan serangan 34,15 persen.
Meski mengapresiasi penampilan keduanya dalam menyerang, Kang menyoroti koordinasi yang belum berjalan baik antara dua pemain asing tersebut dan setter Kim Da-in. Hyundai Hillstate pun takluk tiga set langsung dari Gimcheon Korea Expressway Hi-Pass dengan skor 17-25, 16-25, dan 18-25 di Jinnam Gymnasium, Yeosu, Rabu (14/10/2026).
Kang menilai debut Megawati dan Wilson memperlihatkan sejumlah persoalan yang perlu segera dibenahi. Ia juga mengakui Hi-Pass tampil lebih baik dalam berbagai aspek permainan, baik saat menyerang maupun bertahan. Kesalahan sendiri dan kurangnya koordinasi membuat Hyundai Hillstate kesulitan mengembangkan permainan sepanjang pertandingan.
Pekerjaan Rumah bagi Hillstate
Bagi Hillstate, hasil pada laga perdana menjadi pekerjaan rumah besar. Megawati yang diharapkan menjadi salah satu tumpuan serangan belum mampu memberikan kontribusi maksimal. Namun, sorotan Kang menunjukkan bahwa minimnya kontribusi Megawati bukan semata persoalan kemampuan individu, melainkan juga soal kualitas umpan dan variasi serangan yang belum optimal.
Dengan demikian, pernyataan bahwa Megawati masih butuh waktu, pelatih Hyundai Hillstate bongkar masalah utamanya menjadi gambaran bahwa penyesuaian taktik dan chemistry antarpemain menjadi kunci. Kang tampaknya ingin memastikan bahwa evaluasi dilakukan pada kolektivitas permainan, bukan hanya pada satu pemain.
Ke depan, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana Hillstate memperbaiki penerimaan servis dan distribusi bola agar Megawati serta Jordan Wilson mendapat pasokan umpan yang lebih baik. Penyesuaian terhadap karakter permainan lawan, termasuk pola servis dan serangan cepat, juga menjadi agenda mendesak jika tim ingin segera bangkit pada laga-laga berikutnya.
Pernyataan bahwa Megawati masih butuh waktu, pelatih Hyundai Hillstate bongkar masalah utamanya sekaligus menjadi pengingat bahwa proses adaptasi pemain asing di liga baru tidak selalu berjalan mulus. Kualitas individu tetap penting, tetapi tanpa dukungan sistem dan koordinasi tim, potensi terbaik seorang pemain sulit muncul.










