Minat Olahraga Raket Meningkat, FiberCreme Tennis Cup 2026 Digelar di Ancol

Cakrawala News – 26 September 2026 | Minat masyarakat terhadap olahraga raket, khususnya tenis, terus menunjukkan tren peningkatan. Menangkap perkembangan tersebut, PT Lautan Natural Krimerindo selaku produsen FiberCreme menggelar Tennis Cup 2026 di Ancol Tennis Warehouse (ATW), Jakarta, pada 19-20 September 2026. Ajang ini mempertemukan 262 peserta perempuan yang berlaga di kategori tunggal dan ganda, sekaligus menjadi ruang interaksi komunitas pecinta tenis di ibu kota.

Melalui turnamen ini, FiberCreme ingin menempatkan tenis bukan sekadar sebagai kompetisi, melainkan juga sebagai sarana berinteraksi dan menikmati aktivitas fisik bersama. Semangat itu menjadi bagian dari kampanye #EnakBisaSehat yang mengajak masyarakat menjalani gaya hidup aktif dengan cara yang menyenangkan.

“Melalui FiberCreme Tennis Cup 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman yang membuat aktivitas fisik terasa menyenangkan dan lebih dekat dengan keseharian masyarakat,” ujar Chief Commercial Officer PT Lautan Natural Krimerindo, Juwono Hartanto, dalam keterangannya.

Juwono menjelaskan, Tennis Cup 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun ke-9 FiberCreme. Penyelenggaraannya sekaligus dimaksudkan untuk menyambut Hari Jantung Sedunia yang diperingati setiap 29 September. Keterkaitan antara olahraga dan kesehatan jantung menjadi pesan utama yang ingin disampaikan kepada peserta dan pengunjung.

Selain pertandingan, panitia menyediakan ruang interaksi bagi peserta dan pengunjung melalui komunitas serta berbagai kreasi kuliner. Sajian kuliner bertekstur creamy dan berserat turut dihadirkan sebagai bagian dari kampanye gaya hidup sehat yang diusung penyelenggara.

Prestasi Asian Games 2026 Warnai Panggung Olahraga Nasional

Peningkatan minat pada cabang raket berjalan seiring dengan dinamika prestasi olahraga nasional di panggung internasional. Kontingen Indonesia baru saja menorehkan hasil membanggakan pada Asian Games 2026 yang berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang. Tim Bulu Tangkis Beregu Putra Indonesia merebut medali emas pertama bagi Merah Putih setelah memastikan kemenangan atas China pada partai final.

Sesaat setelah kepastian itu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat langsung kepada para atlet melalui sambungan video pada Kamis, 24 September 2026 malam. Kepala Negara mengapresiasi perjuangan dan kerja keras para atlet, sekaligus memompa motivasi agar laju Indonesia berlanjut hingga penutupan Asian Games 2026.

“Terima kasih saudara-saudara sekalian, terima kasih jerih payah saudara-saudara. Kalian berhasil meraih medali emas pertama,” ujar Prabowo kepada Tim Bulu Tangkis Indonesia.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengapresiasi perhatian Kepala Negara kepada para atlet. Menurutnya, dukungan langsung dari Presiden menjadi tambahan energi bagi mereka yang masih bertanding. Erick menegaskan olahraga memiliki peran yang melampaui perburuan prestasi karena menjadi investasi strategis untuk membentuk karakter generasi muda Indonesia.

“Olahraga adalah investasi bangsa dalam membangun karakter. Dari olahraga kita membentuk generasi yang memiliki fighting spirit, mau bekerja keras, disiplin, pantang menyerah, dan menjunjung tinggi sportivitas,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, cabang kano turut menyumbangkan medali perunggu bagi Indonesia melalui Herlin Aprilin Lali pada Asian Games 2026. Raihan tersebut menambah pundi-pundi medali kontingen Indonesia dan menjadi bagian penting dari upaya memperbaiki posisi dalam klasemen perolehan medali. Pada periode yang sama, Indonesia juga mendapatkan tambahan medali dari sejumlah cabang lain, termasuk bulu tangkis, rowing, menembak, sepak takraw, dan sepeda gunung.

Pembinaan Talenta dan Ekosistem Olahraga dari Sekolah

Di sisi lain, pemerintah terus mendorong penguatan ekosistem pembinaan talenta olahraga sejak tingkat sekolah. Kantor Staf Presiden (KSP) bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat membahas upaya tersebut dalam talkshow bertajuk “Mimpi Besar, Sekolah Kelar: No Drop Out, Just Level Up!” di SMAN 1 Jakarta, Jumat, 25 September 2026.

Tenaga Ahli Utama KSP Lindsey Afsari Puteri menilai anak-anak yang memiliki bakat dan cita-cita di bidang olahraga perlu mendapat kesempatan mengembangkan potensinya tanpa mengorbankan pendidikan. Menurut dia, talenta yang teridentifikasi di sekolah perlu diarahkan ke jalur pembinaan yang jelas sehingga pelajar dapat menjalani proses pembinaan, mengikuti kompetisi, mengejar prestasi, sekaligus menyelesaikan pendidikan.

“Tugas pemerintah adalah membuka jalan bagi anak-anak untuk meraih mimpinya. Kalau hari ini ada talenta yang ditemukan di sekolah, jangan berhenti pada penemuan,” jelas Lindsey Afsari.

Ia mengaitkan upaya tersebut dengan pembangunan sumber daya manusia yang tercantum dalam Asta Cita ke-4 Presiden RI. Arah pembangunan itu mencakup penguatan SDM, pendidikan, sains dan teknologi, kesehatan, serta prestasi olahraga. Pemerintah juga memiliki sejumlah regulasi sebagai kerangka pengembangan, di antaranya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), serta Perpres Nomor 43 Tahun 2022 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan.

Dalam kerangka tersebut, KSP mendorong keterhubungan antarpemangku kepentingan. Rangkaian ekosistem dimulai dari sekolah sebagai tempat penjaringan talenta, kemudian pembinaan oleh KONI dan cabang olahraga, dukungan kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah, hingga akses terhadap kompetisi dan pendidikan lanjutan.

Seragam Olahraga di Surabaya Disamakan Mulai 2027

Dinamika lain datang dari kebijakan daerah. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengeluarkan larangan kepada SD dan SMP negeri di Kota Surabaya untuk menjual seragam sekolah, tak terkecuali seragam batik. Motif seragam batik dan seragam olahraga akan disamakan mulai tahun 2027.

Eri menekankan seragam batik akan diproduksi secara terpusat agar motif, warna, dan kualitasnya seragam dengan harga yang lebih murah. Kebijakan ini dikeluarkan setelah pihaknya menerima berbagai keluhan wali murid soal variasi harga dan mahalnya seragam yang dijual di sekolah.

Hasil evaluasi menemukan ketimpangan harga yang cukup signifikan. Di beberapa tempat, harga seragam batik bisa mencapai Rp 115 ribu, padahal harga pasaran di luar sekolah hanya berkisar Rp 80-90 ribu. Eri menilai perbedaan kualitas kain berpotensi menimbulkan ketimpangan sosial di antara murid.

“Kalau kualitas kain beda-beda, nanti siswa dari keluarga tidak mampu mendapat kain yang warnanya berbeda. Akhirnya tidak ada kesetaraan. Negara ini harus mengusung prinsip berdiri sama tegak, duduk sama rendah,” terang Eri, Kamis, 24 September 2026.

Orang tua tetap bebas membeli seragam standar nasional di mana saja, yakni putih-merah untuk siswa SD dan putih-biru untuk siswa SMP. Seluruh pengadaan seragam sekolah berada di bawah koordinasi Dinas Pendidikan Kota Surabaya dengan patokan harga yang dipastikan lebih murah daripada harga pasar retail. Kepala Dispendik Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menekankan marwah sekolah harus dikembalikan sepenuhnya pada fungsi edukasi sehingga guru dan kepala sekolah dapat fokus mengajar tanpa dibebani urusan bisnis.

Dari turnamen tenis hingga pembinaan atlet sekolah, rangkaian perkembangan ini menunjukkan bahwa olahraga di Indonesia tidak hanya berbicara soal medali. Ia menyentuh aspek kesehatan, pendidikan, karakter, dan kebijakan publik yang berdampak langsung pada masyarakat. Ke depan, perhatian layak diarahkan pada keberlanjutan pembinaan talenta muda serta bagaimana kebijakan di daerah menjaga kesetaraan tanpa mengganggu fokus pendidikan.

Exit mobile version