Cakrawala News – 12 September 2026 | Modal besar Ivan Mamut sebelum gabung Persija Jakarta terbukti ketika penyerang asal Kroasia itu hanya butuh dua hari untuk menjadi pahlawan kemenangan Macan Kemayoran atas Persib Bandung. Striker berusia 29 tahun tersebut mencetak gol penentu pada menit 90+4 saat Persija menang dramatis 2-1 dalam laga pekan kedua BRI Super League 2026/2027 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (12/9/2026).
Manajemen Persija baru mengumumkan kedatangan Mamut pada Kamis (10/9/2026). Ia didatangkan dari klub asal Kroasia, NK Varazdin, dan menjadi pemain asing kesembilan sekaligus striker impor ketiga milik klub musim ini. Dua hari berselang, ia sudah tampil dalam pertandingan besar menghadapi Persib dan langsung menentukan hasil akhir.
Gol kemenangan itu lahir dari duel udara melawan bek Persib, Julio Cesar. Umpan silang Stjepan Loncar disambut kepala Mamut yang mengarahkan bola ke pojok gawang tanpa bisa dihalau kiper Persib, Teja Paku Alam. Sundulan tersebut memastikan tiga poin bagi Persija sekaligus mengakhiri rekor buruk melawan rivalnya itu.
Jalan Pertandingan dan Perubahan Taktik Shin Tae-yong
Persija mendominasi babak pertama di hadapan 58.000 penonton dan menutupnya dengan keunggulan berkat sontekan Alexander Jeremejeff pada menit ke-41. Gol tersebut menjadi gol kedua Jeremejeff dalam dua pertandingan awal musim ini.
Persib membalas pada menit ke-81 melalui Balsa Sekulic. Tiga menit sebelum gol penyama kedudukan, tepatnya pada menit ke-78, pelatih Shin Tae-yong melakukan dua pergantian yang menjadi sorotan: Jordi Amat masuk menggantikan kapten Rizky Ridho, dan Mamut menggantikan Rayhan Hannan.
Usai laga, Shin Tae-yong memaparkan alasan di balik dua pergantian tersebut. Ia menyebut faktor kebugaran menjadi pertimbangan utama untuk menarik keluar sang kapten, sementara keyakinan terhadap ketajaman Mamut membuatnya langsung memberi kesempatan debut.
“Terkait Rizky Ridho, sebenarnya setelah sekitar 10 menit babak kedua berjalan, ada laporan bahwa dia mengalami masalah pada otot kakinya, sehingga situasi memaksa saya untuk menggantikannya dengan Jordi. Mengenai Ivan Mamut, sejak awal saya menilai dia adalah pemain yang memiliki insting penyelesaian akhir yang sangat baik,” tegas Shin Tae-yong.
Pelatih asal Korea Selatan itu juga menilai duel kali ini sangat berat. Ia mengakui Persib mampu menekan terutama selepas jeda, membuat Persija harus bekerja ekstra menjaga ritme kendali permainan.
Rekam Jejak dan Profil Ivan Mamut
Lahir di Split pada 30 April 1997, Mamut memiliki postur 192 sentimeter dan berposisi sebagai penyerang tengah dengan kaki kiri sebagai andalan. Karier sepak bolanya dimulai bersama RNK Split sebelum bergabung dengan akademi Hajduk Split pada 2012. Empat tahun kemudian, ia mulai mendapatkan kesempatan bermain di level senior.
Mamut juga sempat menjalani masa peminjaman di Hrvace dan NK Primorac 1929 sebelum melanjutkan karier ke Inter Zapresic pada 2016. Setelah itu, ia memperkuat Sesvete. Perjalanan Mamut kemudian berlanjut ke Rumania, di mana ia tercatat membela Universitatea Craiova dan FCSB. Bersama Universitatea Craiova, Mamut tampil 23 kali di kompetisi liga pada musim 2020/2021.
Nama Mamut juga pernah masuk dalam skuad Timnas Kroasia U-19. Ia mencatat tiga penampilan dengan torehan empat gol. Salah satu penampilan terbaiknya terjadi pada Februari 2016, ketika Mamut mencetak empat gol dalam kemenangan 9-0 Kroasia U-19 atas Filipina U-19 pada sebuah turnamen di China.
Kombinasi pengalaman di liga Kroasia dan Rumania, postur tinggi, serta insting di kotak penalti itulah yang menjadi modal besar Ivan Mamut sebelum gabung Persija Jakarta. Kedatangan Mamut memang untuk menambah pilihan di lini depan, melengkapi Alexander Jeremejeff yang juga tampil tajam pada awal musim.
Dampak pada Klasemen dan Catatan Persija
Kemenangan 2-1 ini membuat Persija naik ke posisi kedua dengan enam poin. Sementara itu, Persib turun ke peringkat kelima dengan tiga poin.
Bagi Persija, hasil ini juga mengakhiri rekor buruk melawan Persib. Sebelumnya, Persija terakhir kali menang atas rivalnya itu pada 31 Maret 2023 dengan skor 2-0. Kemenangan ini kian spesial karena didapat pada laga comeback ke SUGBK setelah tujuh tahun “terusir”.
Bagi Mamut, laga melawan Persib merupakan debutnya bersama Persija. Ia membuktikan tidak membutuhkan waktu panjang untuk beradaptasi dan langsung memberikan kontribusi ketika kesempatan datang.
Ke depan, yang perlu diperhatikan adalah konsistensi Mamut di lini depan Persija serta bagaimana Shin Tae-yong mengelola rotasi antara dia dan Jeremejeff. Dengan tambahan penyerang yang langsung menunjukkan dampaknya, opsi serangan Macan Kemayoran musim ini diprediksi semakin beragam.






