Mossad Terlibat Investigasi hingga Sorotan Koneksi Israel dalam Kasus Espionase Jerman

Mossad Terlibat Investigasi hingga Sorotan Koneksi Israel dalam Kasus Espionase Jerman
Mossad Terlibat Investigasi hingga Sorotan Koneksi Israel dalam Kasus Espionase Jerman

Cakrawala News – 10 Oktober 2026 | Kata mossad kembali mencuat dalam sejumlah perkembangan internasional terbaru, mulai dari keterlibatan agen dan pakar penerbangan Israel dalam investigasi upaya pembajakan pesawat Flydubai, sorotan atas koneksi Israel seorang mantan kepala badan intelijen Jerman, hingga usulan strategi operasi rahasia terhadap Iran. Mossad, dinas intelijen luar negeri Israel, disebut dalam berbagai laporan yang saling terkait dengan isu keamanan, terorisme, dan espionase lintas negara.

Salah satu perkembangan paling menonjol datang dari Uni Emirat Arab. Investigasi atas upaya pembajakan pesawat Flydubai yang hendak menuju Israel terus berlanjut, dan menurut laporan yang dikutip i24NEWS, investigator Mossad bersama pakar penerbangan Israel serta agen intelijen Amerika Serikat tiba di Abu Dhabi untuk ikut serta dalam penyelidikan tersebut.

Kasus ini bermula ketika kopilot Hamam al-Hammami diduga menyerang Kapten Smit Machchhar menggunakan kapak darurat di dalam kokpit dan berupaya menjatuhkan pesawat. Kapten yang terluka berhasil melawan penyerang dan membuka pintu kokpit yang terkunci, sehingga penumpang Yaniv Hayon, penumpang lain, dan awak pesawat dapat menyerbu, melumpuhkan, serta menahan tersangka. Dua pilot yang sedang tidak bertugas di penerbangan itu mengambil alih kendali pesawat dan melakukan pendaratan darurat di Kota Tabuk, Arab Saudi. Tersangka kemudian diserahkan ke otoritas Uni Emirat Arab.

Jejak Ekstremis dan Celah Pemeriksaan Latar Belakang

Menurut laporan The Wall Street Journal yang dikutip i24NEWS, al-Hammami memberi tahu penyidik bahwa ia hampir melancarkan serangan pada musim panas tahun lalu, tetapi mengubah pikirannya. Otoritas Uni Emirat Arab disebut merahasiakan informasi yang diperoleh selama interogasi, sementara jejak digitalnya telah dihapus.

Meski demikian, ia diketahui pernah menyuarakan pandangan ekstremis secara daring, yang menggabungkan tafsir ultra-konservatif atas Islam dengan bahasa yang merendahkan perempuan. Dua sumber yang dekat dengan investigasi menyatakan riwayat pencarian internetnya menunjukkan ia mengonsumsi konten ekstremis selama tinggal di Australia.

Pertanyaan serius pun muncul soal kegagalan pemeriksaan latar belakang dan cara ia ditugaskan ke kokpit pada penerbangan menuju Israel. ABC News, mengutip dua pejabat Amerika dan satu sumber Israel, melaporkan bahwa al-Hammami sudah ditandai sebagai ancaman keamanan pada 2024 dan diskors dari posisinya sebagai pilot trainee di Oman Air setelah memiliki materi ekstremis serta unggahan bernuansa kekerasan dan antisemit di media sosial. Namun, ia tetap diterima di Flydubai hanya delapan bulan lalu. Otoritas Emirati sebelumnya telah menyatakan insiden ini sebagai serangan teror.

Investigasi juga menelusuri apakah al-Hammami bertindak sendiri. Kesigapan kapten, awak kabin, dan sejumlah penumpang Israel disebut menjadi faktor utama yang mencegah jatuhnya korban jiwa.

Koneksi Israel Mantan Kepala BND Jerman

Di Eropa, penangkapan mantan kepala intelijen Jerman August Hanning menyeret perhatian pada hubungannya dengan sejumlah figur intelijen Israel. Hanning, yang memimpin Badan Intelijen Federal Jerman (BND) pada 1998 hingga 2005, ditangkap pada 6 Oktober dan diperintahkan menjalani penahanan praperadilan sehari kemudian atas tuduhan yang melibatkan rahasia negara dan dinas intelijen asing. Jaksa belum mengungkap secara publik negara yang terlibat.

Hanning yang berusia 80 tahun juga menjabat sebagai anggota dewan penasihat United Against Nuclear Iran (UANI), sebuah kelompok penekan asal Amerika Serikat yang kepemimpinannya mencakup sejumlah mantan pejabat senior Mossad. Jurnalis Max Blumenthal menyoroti hubungan Hanning dengan Israel, termasuk klaim bahwa ia mempertemukan pewaris asal Jerman, Christina Block, dengan firma spionase swasta Israel CGI Group. Menurut klaim tersebut, Block menggunakan jasa firma Israel itu untuk membawa pergi anak-anaknya dari mantan suaminya dan menanam gambar palsu kekerasan anak di ponsel mantan suaminya.

Hingga kini, pihak berwenang Jerman belum mengidentifikasi negara yang diduga menjadi tujuan aktivitas espionase Hanning, dan proses hukum masih berjalan. Status hukumnya adalah tersangka yang menjalani penahanan praperadilan, bukan terpidana.

Usulan Operasi Rahasia terhadap Iran

Dari Washington, Purnawirawan Jenderal Bintang Empat Jack Keane memaparkan strategi multi-front untuk meruntuhkan rezim Iran. Dalam klip yang disiarkan Fox News, ia menyebut kombinasi sanksi ekonomi, aksi militer, dan operasi rahasia oleh Mossad dan CIA sebagai bagian dari pendekatan tersebut. Pernyataan itu mencerminkan bagaimana Mossad tetap menjadi elemen sentral dalam diskursus keamanan kawasan, khususnya terkait Iran.

Sementara itu, di Israel, perdebatan publik menjelang pemilihan umum kembali menyoroti kegagalan intelijen pada 7 Oktober. Dalam opini yang dimuat The Jerusalem Post, penulis Jeffrey Kahn menyoroti kecenderungan Israel yang lebih sibuk bertengkar soal siapa yang tahu apa sebelum serangan, alih-alih membangun ekosistem pertahanan yang lebih baik. Ia menekankan bahwa akuntabilitas tetap penting, tetapi memori 7 Oktober berisiko berubah menjadi medan pertempuran politik baru.

Rangkaian peristiwa ini menunjukkan bahwa nama Mossad tidak hanya muncul dalam konteks operasi rahasia, tetapi juga dalam investigasi terorisme, perkara espionase di Eropa, dan debat kebijakan keamanan. Sejumlah pertanyaan masih menunggu jawaban, termasuk hasil akhir investigasi Flydubai, arah penyelidikan kasus Hanning, serta bagaimana dinamika politik Israel akan memengaruhi arah kebijakan intelijen ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *