Cakrawala News – 07 November 2026 | NEC Nijmegen meraih kemenangan kedua secara beruntun di Liga Europa setelah mengalahkan Omonia Nicosia dengan skor 3-1 pada Kamis (6/11/2026). Kemenangan ini diraih meski tim asuhan Dick Schreuder tampil buruk di babak pertama, sebelum bangkit lewat penampilan gemilang di babak kedua. Tambahan tiga poin membuat NEC Nijmegen kini mengoleksi tujuh poin dari empat pertandingan dan berada dalam posisi yang sangat baik untuk setidaknya lolos ke babak play-off.
Hasil ini menjadi modal penting bagi tim asal Nijmegen tersebut di kompetisi Eropa, sekaligus menunjukkan kualitas mereka sebagai tim yang mampu bangkit dari situasi sulit. Kemenangan kedua beruntun ini juga memperkuat posisi NEC di klasemen sementara Liga Europa.
Babak Pertama yang Sulit
NEC menjalani babak pertama dengan cukup buruk. Tim tuan rumah kesulitan menghadapi Omonia, yang beberapa kali melancarkan serangan berbahaya. Kondisi NEC semakin terpukul ketika Perr Schuurs harus keluar karena cedera dan digantikan Willum Willumsson. Darko Nejasmic kemudian turun satu lini ke belakang.
Karena itu, gol pembuka Omonia pada pertengahan babak pertama bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Panagiotis Andreou mengirim bola kepada Loïs Diony, yang mendapat terlalu banyak waktu dan ruang dari pertahanan NEC. Diony menempatkan bola ke sudut jauh, tanpa mampu dihalau kiper Gonzalo Crettaz, sehingga skor berubah 0-1.
NEC harus mengejar ketertinggalan dan mendapat peluang terbaiknya di babak pertama menjelang menit ke-30. Tjaronn Chery mengirim umpan ke arah pergerakan Willumsson, yang kemudian melepaskan umpan silang melewati beberapa rekan setimnya hingga bola sampai kepada Ayodele Thomas. Penyerang sayap berusia 19 tahun itu mengakhiri serangan dengan tembakan yang membentur mistar.
Kebangkitan di Babak Kedua
Selepas jeda, NEC kembali mengawali pertandingan dengan sulit. Berkat kecepatan Thomas, Omonia tidak segera menambah keunggulan menjadi 0-2 lewat serangan balik. Namun belum genap semenit kemudian, Brian Linssen menyamakan kedudukan di sisi lain lapangan. Pemain berpengalaman itu menyambut sepak pojok Chery dengan sundulan ke belakang di tiang dekat, membuat skor menjadi 1-1.
NEC bermain dengan energi yang jauh lebih besar dibandingkan sebelum jeda dan mulai melihat peluang untuk menang. Schreuder antara lain memasukkan Dusan Tadic, yang telah pulih dari cedera, dan keputusan itu terbukti sangat tepat. Tembakan berbahaya pemain Serbia tersebut berhasil ditepis sebagian oleh kiper Thomas Kaminski, tetapi ia tak berdaya menghadapi bola muntah yang disambar Clement Bischof.
Dengan penuh percaya diri, tim asal Nijmegen itu terus menekan dan mencetak gol ketiga beberapa saat setelah unggul 2-1. Linssen menerima umpan terobosan apik dari Tadic dan melepaskan tembakan akurat yang masuk setelah mengenai sisi dalam tiang gawang. Mistar menggagalkan upaya Tadic mengubah skor menjadi 4-1 pada menit-menit akhir.
Posisi NEC di Liga Europa
Dengan tujuh poin dari empat laga, NEC Nijmegen menempati posisi yang menguntungkan untuk melanjutkan kiprah di kompetisi Eropa. Hasil ini menjadi bukti kemampuan tim asuhan Schreuder bersaing di level internasional, terlepas dari performa yang sempat naik-turun di kompetisi domestik.
Kemenangan atas Omonia juga menunjukkan kedalaman skuad NEC, terutama dengan kontribusi pemain pengganti seperti Tadic yang langsung memberikan dampak signifikan. Kombinasi pengalaman dan energi pemain muda seperti Thomas menjadi salah satu kunci keberhasilan tim musim ini.
Dinamika Skuad dan Sorotan pada Calvin Verdonk
Di tengah performa apik di Liga Europa, NEC Nijmegen juga menjadi perhatian publik Indonesia berkat keberadaan bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk. Pemain berusia 27 tahun itu sempat menjadi langganan di starting XI NEC dan posisinya di pos bek kiri sempat disebut semakin sulit tergantikan.
Pada bursa transfer musim panas 2025, NEC sempat dikabarkan mengincar bek serbabisa asal Jerman, Calvin Brackelmann, dari SC Paderborn. Namun, menurut laporan De Gelderlander, bek berpostur 1,96 meter itu memutuskan tidak pindah ke Nijmegen, sehingga kabar ini sempat disebut sebagai angin segar bagi Verdonk. Sebelumnya, NEC juga telah mengamankan tanda tangan Jetro Willems, pemain berusia 31 tahun yang pernah memperkuat Timnas Belanda dengan 22 caps.
Namun, situasi kemudian berubah. Calvin Verdonk resmi meninggalkan NEC dan berlabuh ke klub Prancis, Lille, menjelang penutupan jendela transfer musim panas 2025. Lille disebut mengeluarkan biaya transfer sebesar 3 juta euro atau sekitar Rp58 miliar dengan durasi kontrak hingga 2028. Kepergian Verdonk membuat stok bek kiri NEC menipis, terutama karena Jetro Willems saat itu sedang cedera.
NEC pun bergerak cepat dengan merekrut Deveron Fonville pada hari deadline, Selasa (2/9/2025). Bek kiri berusia 22 tahun itu bergabung dari FC Dordrecht dan menandatangani kontrak hingga 2029 dengan harga ditaksir mencapai 900 ribu euro atau sekitar Rp17 miliar. Fonville sebelumnya direkrut FC Dordrecht dari IJsselmeervogels pada musim panas lalu dan hanya bermain empat pertandingan untuk tim asuhan Dirk Kuyt.
Modal Menuju Laga Berikutnya
Kemenangan atas Omonia Nicosia menjadi bukti bahwa NEC Nijmegen mampu tampil kompetitif di Liga Europa. Meski sempat kesulitan di babak pertama, kemampuan Schreuder melakukan penyesuaian taktik dan memanfaatkan kedalaman skuad menjadi pembeda dalam laga tersebut.
Ke depan, konsistensi menjadi tantangan utama bagi NEC. Dengan tujuh poin yang sudah dikantongi, peluang untuk setidaknya lolos ke babak play-off terbuka lebar. Namun, tim asal Nijmegen itu tetap perlu menjaga performa, terutama menghadapi lawan-lawan yang lebih berat di sisa fase liga. Perkembangan skuad, termasuk adaptasi pemain baru seperti Fonville, akan menjadi hal yang perlu dicermati dalam perjalanan NEC di kompetisi Eropa maupun domestik.
