Bisnis  

BEI Minta Penjelasan RANS Soal Carnival Yogyakarta, Manajemen Bantah Pengerahan Warga Berbayar

BEI Minta Penjelasan RANS Soal Carnival Yogyakarta, Manajemen Bantah Pengerahan Warga Berbayar
BEI Minta Penjelasan RANS Soal Carnival Yogyakarta, Manajemen Bantah Pengerahan Warga Berbayar

Cakrawala News – 07 November 2026 | BEI minta penjelasan RANS soal Carnival Yogyakarta, begini jawaban manajemen: PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) menegaskan tidak pernah menginstruksikan, menginisiasi, maupun mendanai pengerahan warga dengan imbalan Rp50.000 untuk menghadiri RANS Carnival Yogyakarta. Klarifikasi itu disampaikan perseroan melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) menyusul pemberitaan sejumlah media dan beredarnya pesan WhatsApp mengenai dugaan pengerahan massa dalam acara yang digelar di Sleman, Yogyakarta, pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 tersebut.

Permintaan penjelasan BEI tertuang dalam surat bernomor S-13702/BEI.PP2/11-2026 tertanggal 2 November 2026. Jawaban perseroan disampaikan melalui surat bernomor 057/CORSEC/REI/XI/2026 yang ditandatangani Sekretaris Perusahaan RANS, Chintami Maranata Sihombing, pada 3 November 2026.

Bantahan RANS atas Dugaan Pengerahan Warga

Dalam surat tanggapannya, manajemen RANS menyatakan pihaknya tidak memberikan instruksi kepada pihak kepolisian, perangkat kelurahan, perangkat desa, maupun pihak lainnya untuk melakukan pengerahan warga sebagaimana disebutkan dalam pemberitaan dan pesan WhatsApp yang beredar.

“Perseroan menegaskan bahwa Perseroan tidak menginstruksikan, menginisiasi, maupun mendanai pengerahan warga dengan imbalan sebagaimana dimaksud dalam pemberitaan dan pesan WhatsApp yang beredar,” demikian pernyataan manajemen RANS dalam keterbukaan informasi yang dikutip Rabu (4/11/2026).

Perseroan juga menegaskan bahwa RANS Carnival Yogyakarta merupakan hiburan gratis yang terbuka bagi masyarakat. Acara dua hari itu melibatkan musisi, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta komunitas kreatif lokal di Yogyakarta.

Sejumlah Pengisi Acara Batal Tampil

Selain soal dugaan pengerahan warga, RANS mengakui adanya sejumlah pengisi acara yang batal berpartisipasi menjelang pelaksanaan kegiatan. Menurut perseroan, keputusan tersebut diambil masing-masing pihak berdasarkan pertimbangan terhadap perkembangan situasi saat itu.

Manajemen menyebut dinamika itu berkaitan dengan perhatian publik terhadap kehadiran Raffi Ahmad dalam kegiatan peringatan Sumpah Pemuda di Bundaran HI, Jakarta, pada 29 Oktober 2026. Berdasarkan klarifikasi Polda Metro Jaya selaku penyelenggara, Raffi Ahmad hadir sebagai tamu undangan.

Perkembangan tersebut, menurut RANS, turut memengaruhi persiapan RANS Carnival, termasuk perubahan keikutsertaan sejumlah pengisi acara dan penyesuaian partisipasi pelaku usaha. Perseroan menyatakan menghormati keputusan para musisi yang batal tampil.

Sebagai langkah antisipasi, penyelenggara mengubah susunan pengisi acara dan rangkaian kegiatan dengan tetap melibatkan musisi lokal, pelaku UMKM, serta komunitas kreatif di Yogyakarta. Dengan penyesuaian itu, RANS Carnival tetap berlangsung selama dua hari sesuai jadwal, meski dengan konsep yang lebih sederhana dan tetap memperhatikan keamanan serta kenyamanan seluruh pihak.

Dampak Keuangan Masih Dievaluasi

Terkait dampak perubahan penyelenggaraan acara, RANS menyatakan masih mengevaluasi pendapatan dan beban kegiatan. Evaluasi dilakukan melalui penyusunan laporan realisasi keuangan, termasuk menghitung beban yang telah maupun akan ditanggung.

Meski nilainya masih dalam perhitungan, berdasarkan penilaian perseroan hingga tanggal tanggapan disampaikan, kondisi tersebut dinilai tidak berpengaruh material terhadap kegiatan operasional, kinerja keuangan, arus kas, maupun kemampuan perseroan dalam memenuhi kewajiban keuangannya.

Untuk mencegah kejadian serupa, RANS menyatakan akan meningkatkan penerapan manajemen risiko dalam penyelenggaraan kegiatan. Langkah yang disiapkan meliputi penyusunan rencana antisipasi atas perubahan atau pembatalan pengisi acara, peningkatan koordinasi dengan pihak keamanan dan pemerintah daerah, serta peningkatan pemantauan isu di media massa dan media sosial.

Perseroan juga akan memperkuat prosedur persetujuan dan pengawasan atas kegiatan promosi, publikasi, pemberian fasilitas, serta kegiatan yang melibatkan masyarakat. Evaluasi menyeluruh atas aspek operasional, keamanan, reputasi, hukum, dan keuangan akan menjadi dasar perbaikan kegiatan berikutnya.

Langkah BEI minta penjelasan RANS soal Carnival Yogyakarta, begini jawaban manajemen menunjukkan bagaimana otoritas bursa menuntut transparansi emiten tercatat atas peristiwa yang menjadi sorotan publik. Sebagai perusahaan terbuka, RANS berkewajiban menyampaikan keterbukaan informasi atas setiap perkembangan yang berpotensi memengaruhi kinerja dan reputasinya.

Ke depan, publik akan mencermati hasil evaluasi keuangan yang dijanjikan perseroan serta implementasi perbaikan manajemen risiko dalam agenda kegiatan RANS berikutnya. Kedua hal itu menjadi indikator sejauh mana klarifikasi yang disampaikan kepada bursa diikuti dengan perbaikan nyata di lapangan.

Exit mobile version