Cakrawala News – 07 November 2026 | Bek Timnas Indonesia, Pratama Arhan, resmi bergabung dengan klub J-League 2, Tokyo Verdy FC. Kepastian transfer tersebut diumumkan pada Rabu (16/2/2022), menandai langkah baru pemain muda asal Blora itu setelah sebelumnya memperkuat PSIS Semarang.
“Dengan senang hati kami menginformasikan bahwa Arhan yang sebelumnya tergabung di PSIS Semarang telah memutuskan untuk bergabung dengan Tokyo Verdy dengan transfer penuh,” tulis keterangan resmi Tokyo Verdy seperti dikutip dari Kompas TV.
Kepindahan ini menjadi catatan tersendiri bagi klub yang berbasis di Tokyo tersebut. Pasalnya, ini merupakan pertama kalinya Tokyo Verdy menggaet pemain dari kawasan Asia Tenggara.
Arhan sendiri bukan nama asing di sepak bola nasional. Ia terpilih sebagai pemain muda terbaik Piala AFF 2020, momen yang turut mengangkat namanya di kancah regional dan membuka jalan menuju klub Jepang tersebut.
Janji Arhan untuk Verdy
Dalam pernyataannya di Instagram pribadi, Arhan mengaku senang dapat bergabung dengan Tokyo Verdy. Ia menyebut klub itu sebagai salah satu tim paling sukses dalam sejarah sepak bola Jepang dan bertekad membantu Verdy kembali ke J-League 1.
“Dengan rasa hormat saya mengumumkan transfer saya dari PSIS Semarang ke Tokyo Verdy, salah satu tim paling sukses dalam sejarah sepak bola Jepang. Saya berjanji akan memberikan 100 persen kemampuan agar mendapatkan tempat sebagai starter dan membantu Verdy ke J1 dan memenangkan hati para penggemar,” tulis Arhan.
Meski memulai babak baru di Jepang, Arhan menegaskan ikatan emosionalnya dengan PSIS Semarang tetap kuat. Ia menyebut klub asal Jawa Tengah itu akan selalu menjadi rumahnya.
“Saya selamanya berutang budi dan PSIS akan selalu menjadi rumah saya. Tapi sekarang saatnya bagi saya untuk #LevelUpMyGame dan membuka babak baru dalam karir saya,” ujarnya.
Klub dengan Sejarah Besar
Tokyo Verdy bukan klub sembarangan. Klub ini memiliki akar sejarah panjang dalam sepak bola Jepang. Sebelum menggunakan nama Verdy, klub ini semula didirikan dengan nama Yomiuri SC, diambil dari Yomiuri Shimbun, perusahaan surat kabar yang mendanainya. Pada masa itu, mayoritas klub Jepang memang dibentuk dengan nama perusahaan yang membiayai mereka.
Ketika J.League atau kompetisi sepak bola profesional Jepang pertama kali digulirkan pada 1993, muncul aturan yang mengharuskan klub meninggalkan identitas perusahaan. Yomiuri SC pun berganti nama menjadi Verdy Kawasaki.
Di era Verdy Kawasaki inilah klub menikmati masa kejayaannya pada awal 1990-an. Verdy Kawasaki keluar sebagai juara pertama J.League 1993 setelah menang agregat 3-1 atas Kashima Antlers pada laga puncak dua leg.
Saat itu, Verdy Kawasaki diperkuat sejumlah pemain top seperti Ruy Ramos, Kazuyoshi Miura yang dikenal sebagai King Kazu, Nobuhiro Takeda, hingga Tsuyoshi Kitazawa. King Kazu terpilih sebagai pemain terbaik, sementara Ruy Ramos masuk best XI J.League 1993.
Musim berikutnya, Verdy Kawasaki masih cukup dominan di J.League. Mereka kembali menjadi yang terbaik pada J.League 1994. Namun, setelah itu pamor klub mulai memudar dan ditinggalkan pendukung fanatiknya. Pada J.League 1996, Verdy Kawasaki hanya menempati peringkat ke-7, kiprah terburuk mereka sejak kompetisi itu digelar.
Pada 2001, klub kembali berganti nama menjadi Tokyo Verdy karena berpindah markas ke Tokyo. Klub yang bermarkas di Ajinomoto Stadium itu tercatat telah mengoleksi puluhan trofi, meski sejak pertengahan 90-an prestasinya mengalami pasang surut hingga terlempar ke J2 League.
Sejumlah sumber menggambarkan latar belakang nama klub secara sedikit berbeda. Kompas TV menyebut Tokyo Verdy sebelumnya memiliki nama Yomluri Football Club, sementara detikSport dan Bola.net menyebut nama awalnya adalah Yomiuri SC yang diambil dari perusahaan surat kabar Yomiuri Shimbun. Perbedaan ini tampaknya lebih pada cara penulisan nama ketimbang substansi sejarah klub.
Artinya bagi Arhan dan Sepak Bola Indonesia
Bergabungnya Arhan ke Tokyo Verdy menambah daftar pemain Indonesia yang menembus kompetisi Jepang. Bagi Verdy, kehadiran pemain muda terbaik Piala AFF 2020 itu menjadi rekrutan pertama dari Asia Tenggara, sebuah langkah yang menunjukkan perluasan jangkauan klub dalam mencari talenta.
Bagi Arhan, tantangan terdekat adalah membuktikan diri di kompetisi J2 League yang kompetitif. Ia telah menyatakan target untuk merebut tempat sebagai starter dan membantu Tokyo Verdy kembali ke kasta tertinggi J-League 1.
Perjalanan Arhan bersama Tokyo Verdy akan menjadi sorotan, terutama bagi publik sepak bola Indonesia yang menantikan bagaimana pemain muda itu beradaptasi dengan gaya permainan dan lingkungan baru di Jepang.
