Odegaard Jadi Penentu, Arsenal Tekuk Napoli 1-0 di Liga Champions

Odegaard Jadi Penentu, Arsenal Tekuk Napoli 1-0 di Liga Champions
Odegaard Jadi Penentu, Arsenal Tekuk Napoli 1-0 di Liga Champions

Cakrawala News – 10 September 2026 | Napoli vs Arsenal berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 untuk The Gunners pada matchday pertama Liga Champions 2026/2027 di Stadio Diego Armando Maradona, Kamis (10/9) dini hari WIB. Martin Odegaard menjadi pahlawan kemenangan Arsenal lewat gol tunggal pada menit ke-75, sekaligus melanjutkan tren positif kapten tim asal Norwegia itu bersama klub London Utara tersebut.

Gol ke gawang Napoli membuat Odegaard telah mengoleksi empat gol dari lima penampilan di semua kompetisi musim ini. Sebelumnya, ia juga mencetak gol penentu kemenangan Arsenal atas Chelsea di Premier League pada akhir pekan lalu. Catatan itu kontras dengan musim 2025/26 ketika ia hanya mampu mencetak satu gol karena sering absen akibat cedera.

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menilai kebugaran menjadi faktor utama kebangkitan performa kaptennya. Menurutnya, Odegaard kini tersedia secara rutin setelah musim lalu kehilangan banyak pertandingan karena masalah fisik.

“Pertama-tama dia harus tersedia, dan tahun lalu dia melewatkan begitu banyak pertandingan karena cedera,” kata Arteta dalam konferensi pers usai laga.

Arteta juga menyoroti peran kombinasi baru dengan rekan-rekan setim yang membuat Odegaard lebih leluasa bergerak. Menurutnya, gelandang berusia 27 tahun itu kini bisa menempati ketinggian berbeda dalam fase menyerang sehingga lebih berbahaya bagi pertahanan lawan.

Peran Baru dan Statistik yang Meningkat

Perubahan peran Odegaard terlihat dari data. Sentuhan bola di kotak penalti lawan naik dari 2,5 per 90 menit musim lalu menjadi 4,3 per 90 menit pada musim ini. Arteta menilai kebebasan itu muncul karena rekan-rekannya kini lebih mampu membawa dan memajukan bola dibandingkan musim-musim sebelumnya.

“Kami punya banyak pemain yang bisa membawa bola ke sana dan memajukan bola jauh lebih baik daripada yang kami lakukan di masa lalu,” ujar Arteta. “Ketika itu terjadi, dia perlu mengambil ketinggian, sudut, dan posisi berbeda untuk mengacak-acak lawan, dan dia melakukannya dengan sangat baik.”

Salah satu pemain yang dimaksud Arteta kemungkinan adalah Christos Tzolis. Rekrutan musim panas itu sudah mencatat empat assist, tiga di antaranya berbuah gol Odegaard, termasuk gol kemenangan di Naples.

Serangan Arsenal dari kedua sisi sayap dan melalui tengah tampil sangat berbahaya di kandang Napoli. Arsenal melepaskan 26 tembakan, jumlah terbanyak mereka dalam satu pertandingan Liga Champions sejak pencatatan dimulai pada 2003/04. Nilai expected goals mereka mencapai 4,05, menandakan tim tamu semestinya mencetak lebih banyak gol.

Meski demikian, Odegaard tampil sebagai pembeda. Golnya lahir dari proses 29 umpan sebelum akhirnya ia melepaskan tembakan dari tepi kotak penalti. Analisis Sky Sports menyebut Odegaard tampil dengan kebebasan dan kelas, meminta bola, menemukan celah di pertahanan Napoli, dan mengalirkan umpan-umpan berbahaya.

Sepanjang laga, Odegaard mencatat sentuhan bola lebih banyak, mengirim umpan lebih banyak, dan menciptakan peluang lebih banyak dibanding pemain mana pun di lapangan. Umpan cungkilnya untuk melepas Ben White juga menjadi salah satu momen kreatifnya, meski peluang emas yang didapat Piero Hincapie gagal dikonversi menjadi gol.

Arsenal Dominan, Arteta Soroti Penyelesaian Akhir

Kemenangan ini memperpanjang start sempurna Arsenal musim ini. The Gunners memenangi seluruh pertandingan di semua kompetisi, mencetak sembilan gol dan hanya kebobolan satu kali. Kemenangan 2-1 atas Chelsea pada akhir pekan sebelumnya menambah kepercayaan diri pasukan Arteta.

Arteta mengaku puas dengan performa timnya, tetapi menyayangkan banyaknya peluang yang tidak berbuah gol. Menurutnya, hasil akhir tidak sepenuhnya mencerminkan kualitas permainan Arsenal.

“Kami sepenuhnya pantas mendapatkan tiga poin. Performa kami mungkin tidak tercermin dari hasil, tim tampil luar biasa,” ujar Arteta kepada TNT Sports. “Kami menunjukkan kualitas di banyak momen untuk membongkar mereka, dan sayang sekali karena kami melewatkan begitu banyak peluang bagus.”

Sementara itu, Napoli menghadapi laga ini dengan modal kurang meyakinkan. Setelah menang 2-0 atas Genoa, tim asuhan Massimiliano Allegri kalah 1-2 dari Como dan tumbang 2-3 melawan Inter Milan. Kekalahan dari Inter terjadi setelah Napoli sempat unggul 2-0 melalui Matteo Politano dan Rasmus Hojlund, sehingga persoalan lini belakang menjadi sorotan serius bagi tim tuan rumah.

Peluang Arsenal di Liga Champions

Meski Arsenal tampil impresif, eks pemain Liverpool Steve McManaman menilai The Gunners belum menjadi favorit utama juara Liga Champions musim ini. Menurutnya, Paris Saint-Germain yang telah menjuarai dua edisi terakhir tetap menjadi favorit, sementara Barcelona juga sangat kuat setelah tampil apik di La Liga.

“PSG favorit tentu saja karena mereka memenangi kompetisi ini dua tahun terakhir. Saya pikir Barcelona sangat kuat, mereka tampil luar biasa di La Liga,” kata McManaman kepada TNT Sports.

Arsenal sendiri musim lalu melaju hingga final Liga Champions sebelum kalah lewat adu penalti dari PSG. Dengan tambahan rekrutan berkualitas pada bursa transfer musim panas, Arteta berharap timnya kembali melaju jauh musim ini.

Kemenangan di kandang Napoli menjadi modal penting bagi Arsenal untuk menjaga momentum di fase liga Liga Champions. Bagi Odegaard, konsistensi performa dan kebugarannya akan menjadi kunci apakah ia mampu mempertahankan tren gol sekaligus membawa Arsenal melangkah lebih jauh dibanding musim lalu.

Exit mobile version