Oliver Sini, 14 Tahun, Wakili Indonesia di Kejuaraan Dunia Karting FIA 2026

Oliver Sini, 14 Tahun, Wakili Indonesia di Kejuaraan Dunia Karting FIA 2026
Oliver Sini, 14 Tahun, Wakili Indonesia di Kejuaraan Dunia Karting FIA 2026

Cakrawala News – 07 November 2026 | Dari Sentul Menembus Dunia: Perjudian Mimpi Pembalap Muda Indonesia Oliver Sini [titlebase] menjadi kenyataan yang tengah diuji di lintasan Eropa. Remaja berusia 14 tahun itu kini bersiap tampil di Kejuaraan Dunia Karting FIA 2026 kategori OK yang berlangsung di Sirkuit La Conca, Italia, pada 5-8 November. Ia menjadi satu-satunya pembalap Indonesia di ajang tersebut dan menargetkan finis di lima besar.

Oliver bukan nama yang tiba-tiba muncul. Ia telah menekuni balap karting secara penuh waktu di Eropa sejak 2022, dengan Italia sebagai tempat tinggal sekaligus pusat pengembangan kariernya. Keputusan merantau jauh dari keluarga di usia belia itu menjadi taruhan besar yang kini mulai menunjukkan hasil.

Jejak Awal di Sirkuit Sentul

Ketertarikan Oliver terhadap dunia balap tumbuh sejak usia lima tahun. Saat itu ia mengikuti jejak sang kakak yang lebih dulu mengenal karting di Sirkuit Sentul. Dua tahun kemudian, tepatnya pada usia tujuh tahun, Oliver mulai mengikuti kompetisi dan menunjukkan keseriusannya menekuni olahraga tersebut.

Perkembangan bakatnya berjalan cepat. Pada usia 10 tahun, ia mendapatkan kesempatan bergabung dengan Tony Kart Racing Team. Kesempatan itu membawanya semakin dekat dengan persaingan karting internasional dan menjadi bagian penting dari proses pengembangan kemampuannya.

Sejumlah prestasi pun menyusul. Oliver meraih beberapa gelar juara Kejurnas Eshark ROK Cup Indonesia pada 2020-2022 di kelas Cadet dan Mini. Pada 2024, ia mengoleksi lima podium di kelas Mini Gr.3 bersama Tony Kart melalui WSK Open Series, Italian Championship, dan Trofeo Margutti. Pada 2026, ia menjadi juara Asia ROK Cup kelas Junior di Sentul.

Peran Mentor dan Kedisiplinan di Eropa

Di balik perjalanan Oliver, ada pembalap profesional Indonesia Haridarma Manoppo yang membimbingnya sejak usia tujuh tahun. Menurut Haridarma, Oliver adalah pembelajar cepat yang menunjukkan bakat luar biasa dalam tiga tahun pertama pendampingan.

“Saya mentoring Oliver kira-kira sejak umur 7 tahun, dia fast learner. Selama kurang lebih 3 tahun saya sudah melihat bakat dan potensinya luar biasa. Karakter balapnya juga matang, jadi dengan karakteristik itu saya merasa sayang jika kemampuannya tidak diasah di event balap Eropa full time,” ujar Haridarma.

Berada di pusat perkembangan motorsport dunia menuntut Oliver mengasah kemampuannya lewat latihan intensif dan berbagai kejuaraan internasional. Persiapan tidak hanya dilakukan di lintasan. Ia juga mempelajari data balapan bersama race engineer, berdiskusi dengan mekanik mengenai karakter gokart, menggunakan simulator untuk mengenali sirkuit baru, hingga menjalani latihan fisik secara mandiri.

Di tengah persaingan dengan pembalap muda berbakat dari berbagai negara, Oliver dituntut terus berkembang, baik dari sisi teknik, fisik, maupun mental. Kedisiplinan itulah yang dinilai menjadi bekal penting saat ia menghadapi kejuaraan dunia.

Tantangan di Kejuaraan Dunia

Pada musim 2026, Oliver melanjutkan perjalanan balapnya bersama Prema berbendera KR Motorsport. Ia mengikuti rangkaian kompetisi internasional, termasuk WSK, Champions of the Future, European Championship, dan World Championship di kelas OK.

Kejuaraan dunia di Sirkuit La Conca menjadi tantangan tersendiri karena diikuti ratusan pembalap top. Berdasarkan keterangan Federasi Automobil Internasional (FIA), sebanyak 194 pembalap mengikuti kejuaraan yang mempertandingkan kategori OK dan Junior, dengan babak final dijadwalkan pada Minggu, 8 November. Oliver harus bersaing dengan sejumlah pembalap unggulan, termasuk juara dunia junior 2025 asal Inggris, Noah Baglin.

Bagi Oliver, ini adalah penampilan pertamanya di kategori OK pada kejuaraan dunia setelah empat tahun mengembangkan karier di Eropa. Ia menyadari tantangan yang dihadapi, tetapi tetap memasang target tinggi.

“Walaupun di kejuaraan ini saya baru di kategori itu, sebagai satu-satunya pembalap Indonesia saya akan berusaha maksimal dengan target masuk final dan bisa finish Top 5,” kata Oliver dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Haridarma menilai pengalaman berkompetisi di Eropa menjadi modal penting bagi Oliver. Menurutnya, Oliver sudah beberapa kali naik podium di kelas sebelumnya, yakni OK-J dan Mini. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kejuaraan dunia memiliki tingkat persaingan berbeda karena hanya diselenggarakan sekali dalam setahun. Strategi dan kerja sama tim disebutnya menjadi faktor penting untuk mencapai target lima besar.

Remaja di Balik Helm

Di luar lintasan, Oliver tetap menjalani kehidupan sebagai remaja pada umumnya. Ia mengisi waktu luang dengan bermain gim, menyukai sepak bola dan klub Liverpool, serta mengidolakan pembalap Formula 1 Lewis Hamilton.

Kisah Dari Sentul Menembus Dunia: Perjudian Mimpi Pembalap Muda Indonesia Oliver Sini [titlebase] menunjukkan bagaimana bakat muda dapat dibawa ke panggung internasional melalui kerja keras, dukungan mentor, dan keberanian mengambil keputusan besar. Perjalanan ini juga menjadi gambaran bahwa jalur pembinaan atlet motorsport Indonesia dapat menembus kompetisi Eropa.

Setelah kejuaraan dunia, langkah Oliver bersama Prema dan KR Motorsport masih akan berlanjut pada rangkaian kompetisi internasional lainnya. Publik Tanah Air kini menantikan apakah target masuk final dan finis lima besar di kategori OK dapat diwujudkan di Sirkuit La Conca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *