Cakrawala News – 06 November 2026 | Serial visionquest di Disney+ menghadirkan tantangan besar bagi Paul Bettany. Aktor asal Inggris itu tidak hanya kembali memerankan Vision, tetapi juga tampil sebagai tiga sosok lain dalam satu cerita: ilmuwan Dr. Phineas Horton, Synthetic Man pertama bernama J.I.M., serta Ultron ketika kecerdasan buatan tersebut mengambil alih tubuh Vision. Kemunculan keempat peran ini menjadi salah satu daya tarik utama serial tersebut.
Vision tetap menjadi karakter utama dalam visionquest. Namun, versi yang tampil bukan lagi Vision yang dikenal dalam WandaVision. Setelah peristiwa serial itu, tubuh Vision dibangun kembali oleh S.W.O.R.D. sebagai White Vision. Ia memiliki tubuh dan kemampuan yang sama, tetapi kehilangan ingatan serta pengalaman emosional dari kehidupannya sebelumnya.
Dalam serial ini, Vision berusaha menemukan kembali identitasnya. Perjalanan itu membawanya berhadapan dengan masa lalu, termasuk kenangan bersama Wanda dan anak-anak mereka. Salah satu perkembangan penting terjadi pada episode 7 berjudul Immolation, ketika Vision akhirnya menerima kembali identitas dan emosinya. Penampilannya pun kembali ke warna merah dan hijau klasik yang selama ini dikenal penggemar Marvel.
Phineas Horton dan Asal-usul J.I.M.
Pada episode yang sama, Paul Bettany juga memerankan Dr. Phineas Horton, ilmuwan yang terobsesi menciptakan manusia sintetis. Menurut cerita dalam visionquest, Phineas menciptakan J.I.M. atau Joule Individual Machine pada 1939. Motivasi utamanya berkaitan dengan kehilangan putranya, James, yang meninggal beberapa tahun sebelumnya. Ia berharap bisa menciptakan sosok pengganti anaknya melalui teknologi.
Karena itu, Phineas membangun J.I.M. dengan penampilan yang menyerupai dirinya sendiri. Hal serupa berlaku pada Vision, yang penampilan fisiknya ternyata menggunakan Phineas sebagai model dasar. Inilah alasan Vision, J.I.M., dan Phineas Horton memiliki wajah yang sama, dan ketiganya diperankan oleh aktor yang sama.
Pertemuan Vision dengan Phineas dan J.I.M. terjadi ketika ia memasuki bagian terdalam dari source code miliknya. Ia melakukan perjalanan tersebut untuk menemukan kembali identitas dan ingatan yang hilang setelah tubuhnya dibangun ulang. Dalam perjalanan itu, Vision bertemu dengan beberapa representasi dari masa lalunya, termasuk Ultron dan Original Vision.
Pertemuannya dengan Phineas dan J.I.M. menjadi bagian penting karena keduanya mewakili generasi awal teknologi Synthetic Man. Phineas merupakan pencipta J.I.M., sedangkan J.I.M. adalah salah satu pendahulu teknologi yang memungkinkan terciptanya Vision. Keduanya membantu Vision memahami bahwa dirinya merupakan bagian dari sejarah panjang kecerdasan buatan di MCU.
Jejak Jim Hammond dan Human Torch Original
J.I.M. dalam visionquest merupakan adaptasi dari Jim Hammond, karakter Human Torch versi original sebelum julukan itu dipakai Johnny Storm dari Fantastic Four. Dalam sejarah komik Marvel, Jim Hammond adalah android ciptaan Dr. Phineas Horton yang debut lewat Marvel Comics #1 pada 1939, diterbitkan Timely Comics yang menjadi cikal bakal Marvel Comics.
Dalam cerita aslinya, tubuh android itu dilengkapi sel-sel surya fotolistrik volatil yang dikenal sebagai Horton Cells, sehingga langsung terbakar saat bersentuhan dengan oksigen. Setelah sempat kesulitan mengendalikan kekuatannya, Hammond belajar menjadi salah satu pahlawan super pertama Marvel. Ia bahkan bertempur bersama Captain America dan Namor sebagai anggota pendiri The Invaders di masa Perang Dunia II.
Pada komik debutnya, Jim Hammond diperkenalkan sebagai superhero pertama bersama Namor the Sub-Mariner. Popularitasnya meledak sepanjang era 1940-an. Bersama Captain America, Jim dan Namor menjadi tiga karakter andalan Timely Comics pada masa itu. Ketika Stan Lee dan Jack Kirby menciptakan Fantastic Four pada 1961, identitas Human Torch beralih ke Johnny Storm, meski keduanya adalah sosok berbeda.
Kehadiran Jim Hammond di MCU sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru. Marvel Studios sebelumnya pernah menyelipkan replika tubuh android Hammond dalam tabung kaca bertuliskan The Synthetic Man di ajang Stark Expo dalam film Captain America: The First Avenger (2011). Kini, visionquest memperluas mitologi tersebut secara mendalam, termasuk mengungkap bahwa tubuh serta kode dasar J.I.M. diwariskan ke Markridge Biotech dan menjadi fondasi pengembangan Vision.
Istilah Teknologi di Balik Cerita
Selain lewat karakter robot dan superkomputer, serial ini juga menyelipkan banyak istilah teknologi komputer dan kecerdasan buatan. Dua episode perdana yang tayang di Disney+ pada 13 Oktober 2026 memperlihatkan kehidupan baru Vision setelah peristiwa WandaVision. Ia berusaha memahami identitas dan ingatannya, sekaligus mencari tahu apa artinya menjadi manusia.
Proses tersebut digambarkan melalui rumah virtual di dalam pikiran Vision yang disebut Mind Place atau MindSpace, representasi dunia digital yang dibangun dari kode dan kekuatan pemrosesan komputer. Di dalamnya, Vision hidup bersama sejumlah asisten AI peninggalan Tony Stark, masing-masing dengan kepribadian dan tugas berbeda layaknya program yang bekerja dalam sebuah sistem komputer.
Marvel juga menyelipkan permainan kata yang menggabungkan istilah teknologi dengan produk kebutuhan sehari-hari. Dalam salah satu adegan, terlihat produk makanan dengan nama unik seperti Microchips Command & Option, camilan yang namanya menggabungkan microchip dengan tombol Command dan Option pada keyboard komputer Mac.
Melalui rangkaian episode tersebut, visionquest tidak hanya melanjutkan kisah Vision sebagai synthezoid yang mencari jati diri, tetapi juga menjembatani sejarah panjang karakter sintetis Marvel, dari Jim Hammond hingga Ultron. Bagi penonton, keempat peran Paul Bettany menjadi kunci untuk memahami bagaimana identitas, emosi, dan kehilangan saling terkait dalam perjalanan Vision mencari dirinya yang sebenarnya.
