Cakrawala News – 05 Oktober 2026 | Momen pelantikan Wantimpres: eks ketum PBNU Said Aqil hingga Quraish Shihab merapat ke istana menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto resmi melantik 26 tokoh sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Pelantikan ini menandai terbentuknya susunan baru Wantimpres, dengan Pratikno dipercaya sebagai Ketua, Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua, dan Muhammad Qodari sebagai Sekretaris. Selain jajaran Wantimpres, Presiden Prabowo juga melantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, menggantikan Qodari yang kini masuk dalam jajaran Wantimpres.
Salah satu nama yang paling menarik perhatian dalam pelantikan tersebut adalah KH Said Aqil Siroj, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dua periode. Kehadiran Said Aqil di Istana Negara menambah panjang perjalanan kiprahnya di pemerintahan, setelah sebelumnya dikenal luas melalui perannya di organisasi keagamaan dan dunia pendidikan.
Profil Singkat Said Aqil Siroj
Said Aqil lahir di Cirebon pada 3 Juli 1953. Ia merupakan putra pasangan KH Aqil Siroj dan Hj. Afifah Harun, dan tumbuh di lingkungan pesantren sebagai anak dari pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatul Mubtadi’in atau Pesantren Kempek, Palimanan, Cirebon.
Namanya dikenal luas di lingkungan NU setelah terpilih sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-32 di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 2010. Dalam pemilihan tersebut, ia memperoleh 294 suara, mengungguli Slamet Effendi Yusuf yang meraih 201 suara.
Said Aqil kembali terpilih dalam Muktamar NU ke-33 di Jombang pada 2015. Ia memperoleh 287 dari 412 suara muktamirin dan melanjutkan kepemimpinan PBNU hingga 2021. Setelah menyelesaikan masa kepemimpinannya, ia tercatat sebagai Mustasyar PBNU masa khidmat 2022–2027.
Di bidang pendidikan, Said Aqil saat ini menjabat sebagai Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon. Ia juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero). Sejak 2010, namanya turut tercantum dalam daftar The 500 Most Influential Muslims yang diterbitkan The Royal Islamic Strategic Studies Centre yang berbasis di Yordania.
Pengabdian, Bukan Jabatan
Usai dilantik, Said Aqil menyatakan kesiapannya menjalankan amanah sebagai anggota Wantimpres. Ia memandang penugasan tersebut sebagai bentuk pengabdian, bukan sekadar jabatan.
“Saya terima amanah ini sebagai pengabdian, bukan sebagai jabatan,” ujar Said Aqil dalam keterangan tertulis.
Mantan Ketua Umum PBNU itu menyebut kepercayaan tersebut sebagai kehormatan sekaligus tanggung jawab. Ia berkomitmen memberikan pertimbangan yang objektif dan konstruktif kepada Presiden, dengan berlandaskan pengalaman, pengetahuan, serta nilai-nilai kebangsaan dan keislaman.
Menurut Said Aqil, pertimbangan yang diberikan diharapkan dapat berkontribusi bagi penguatan persatuan dan kehidupan berbangsa. Ia juga berharap amanah tersebut dapat mendukung kemajuan di bidang pendidikan, ekonomi, serta pembangunan yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat.
Sekretaris pribadi Said Aqil, M. Sofwan Erce, menegaskan bahwa kliennya akan tetap menjadi kiai dan pengabdi umat. Menurut Sofwan, amanah di Wantimpres adalah ruang pengabdian yang berbeda, tetapi semangatnya tetap sama, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Susunan Lengkap Wantimpres dan Bakom
Dalam susunan baru Wantimpres, Pratikno dipercaya sebagai Ketua. Pratikno merupakan akademisi dan guru besar Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia pernah menjabat Rektor UGM dan Menteri Sekretaris Negara pada pemerintahan Presiden Joko Widodo. Sebelum memimpin Wantimpres, Pratikno menjabat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) pada pemerintahan Prabowo.
Hatta Rajasa ditunjuk sebagai Wakil Ketua Wantimpres. Ia merupakan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) yang pernah menduduki sejumlah jabatan menteri, di antaranya Menteri Riset dan Teknologi, Menteri Perhubungan, Menteri Sekretaris Negara, serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Hatta juga pernah menjabat Ketua Umum PAN.
Nama lain yang masuk jajaran Wantimpres adalah Shinta Nuriyah Wahid, istri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Ia dikenal aktif dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, pemberdayaan perempuan, serta pendampingan kelompok masyarakat yang rentan. Sementara itu, Muhammad Qodari dipercaya sebagai Sekretaris Wantimpres, dan posisinya sebagai Kepala Bakom digantikan oleh Syahganda Nainggolan.
Wantimpres merupakan lembaga yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden. Lembaga ini tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan pemerintahan. Said Aqil menegaskan bahwa dirinya akan menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab, dan berharap masukan yang disampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Presiden dalam menjalankan pemerintahan serta menentukan arah kebijakan nasional.
Momen pelantikan Wantimpres: eks ketum PBNU Said Aqil hingga Quraish Shihab merapat ke istana juga menegaskan pola rekrutmen tokoh lintas latar belakang dalam susunan penasihat presiden. Selain kalangan akademisi dan politikus, sejumlah figur berlatar organisasi keagamaan dan sosial turut dipercaya mengisi lembaga tersebut.
Dengan pengalaman memimpin PBNU selama dua periode, Said Aqil kini mendapat penugasan baru untuk memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Wantimpres. Publik akan menantikan bagaimana kontribusi para anggota Wantimpres dalam merumuskan pertimbangan strategis, khususnya di bidang pendidikan, ekonomi, dan penguatan persatuan bangsa.
Pelantikan ini sekaligus menandai dimulainya babak baru bagi sejumlah tokoh yang sebelumnya berkiprah di ranah organisasi, akademik, dan pemerintahan. Arah kebijakan nasional ke depan akan menjadi tolok ukur sejauh mana peran Wantimpres dirasakan manfaatnya bagi masyarakat luas.












