Penyerang Ajax Kesal kepada Marc-André ter Stegen: “Rasanya Ingin Memukulnya”

Penyerang Ajax Kesal kepada Marc-André ter Stegen: "Rasanya Ingin Memukulnya"
Penyerang Ajax Kesal kepada Marc-André ter Stegen: "Rasanya Ingin Memukulnya"

Cakrawala News – 06 November 2026 | Penyerang Ajax Amsterdam, Tolu Arokodare, melontarkan komentar nyeleneh terhadap kiper Marc-André ter Stegen. Kekesalan itu muncul bukan karena sang kiper tampil buruk, melainkan karena kegemilangannya di latihan yang membuat para penyerang frustrasi. “Ter Stegen membuat saya gila saat latihan,” kata Arokodare kepada harian Belgia Het Laatste Nieuws, seperti dikutip Goal. “Terkadang rasanya luar biasa frustrasi melihatnya menepis tembakan demi tembakan. Rasanya ingin memukulnya.”

Meski terdengar seperti ancaman, ucapan penyerang asal Nigeria itu sepenuhnya dimaksudkan sebagai pujian. Arokodare mengakui kualitas kiper berusia 34 tahun tersebut membuat rekan-rekannya di lini depan kesulitan mencetak gol bahkan dalam sesi latihan biasa.

Penyelamatan Krusial di Laga Kontra AZ Alkmaar

Kelas Marc-André ter Stegen kembali terbukti pada laga melawan AZ Alkmaar. Dalam pertandingan itu, penyelamatannya menggagalkan peluang gol penyeimbang di pengujung laga dan memastikan kemenangan 1-0 Ajax. Gol tunggal kemenangan dicetak oleh Arokodare sendiri.

Hasil tersebut menjadi kemenangan pertama klub bersejarah tersebut atas rivalnya dalam lima tahun terakhir. Sejak datang dari FC Barcelona dengan status pinjaman pada musim panas, ter Stegen langsung menjadi pilihan utama Ajax yang tak tergantikan. Dalam 14 penampilan, ia mencatatkan empat clean sheet dan beberapa kali mencegah gol lewat penyelamatan gemilang.

Namun, performa kiper asal Jerman itu juga sempat beberapa kali tampil kurang meyakinkan sejak kepindahannya ke Amsterdam. Meski begitu, pelatih timnas Jerman, Jürgen Klopp, sempat menetapkannya sebagai kiper nomor satu untuk sementara.

Kepercayaan itu tidak berlangsung lama. Ter Stegen hanya bermain saat pelatih yang menggantikan Klopp menjalani laga debut melawan Belanda di Amsterdam yang berakhir 1-1. Ia kemudian menyerahkan tempatnya kepada Alexander Nübel saat kalah 0-1 dari Yunani, lalu tidak masuk skuad pada pertandingan kedua. Jonas Urbig dari FC Bayern München dipercaya tampil dalam dua laga tersebut dan membalas kepercayaan itu dengan penampilan apik.

Dibandingkan dengan Maarten Paes

Di Ajax, posisi ter Stegen sempat digantikan kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, dalam laga tunda Eredivisie melawan Willem II. Pengamat sepak bola Belanda, Kenneth Perez, menyoroti perbedaan kualitas keduanya, terutama dalam kemampuan memainkan bola dengan kaki.

Perez menilai Willem II memiliki peluang lebih besar mencetak gol ketika menghadapi Paes dibandingkan saat berhadapan dengan ter Stegen. “Penjaga gawang yang bermain hari ini sedikit lebih rendah levelnya, jadi Willem II tidak perlu berusaha terlalu keras untuk mencetak gol,” ujar Perez kepada ESPN.

Menurut eks winger Ajax dan PSV itu, keberadaan ter Stegen di bawah mistar memberikan tekanan tersendiri kepada pemain lawan. “Ketika menghadapi Ter Stegen, Anda bisa melihat para pemain sadar bahwa mereka harus melakukan penyelesaian jauh lebih baik dibandingkan saat menghadapi hampir semua kiper lainnya,” katanya.

Perez bahkan membandingkan ter Stegen dengan dua kiper yang pernah ia hadapi pada masa bermain, Maarten Stekelenburg dan Sergio Romero. Menurutnya, kualitas seorang kiper elite bisa membuat pemain lawan merasa mencetak gol menjadi sesuatu yang jauh lebih sulit.

Perjalanan Sulit Sebelum ke Amsterdam

Sebelum bergabung dengan Ajax, Marc-André ter Stegen melewati periode berat di Barcelona. Musim lalu, setelah mengalami sejumlah cedera serius serta kegaduhan di balik layar, ia kehilangan posisi sebagai pemain inti dan jabatan kapten di Barca.

Ia kemudian dipinjamkan ke FC Girona pada musim dingin demi menjaga peluang tampil di Piala Dunia. Namun, setelah hanya dua kali bermain, cedera otot parah di paha yang bahkan memerlukan operasi kembali menghambatnya. Ia akhirnya tidak masuk skuad Piala Dunia. Lebih buruk lagi, ter Stegen gagal membantu Girona bertahan di kasta tertinggi, yang menjadi degradasi pertama dalam kariernya.

Kontrak ter Stegen dengan Barcelona masih berlaku hingga 2028. Barcelona sempat berusaha mengantisipasi kepergiannya dengan mendatangkan Joan Garcia dari Espanyol. Di tengah situasi itu, Paris Saint-Germain dikabarkan meminati sang kiper, terutama karena Les Parisiens terancam ditinggal Gianluigi Donnarumma yang kontraknya habis pada tahun berikutnya.

Peluang Meraih Gelar Bersama Ajax

Di Amsterdam, ter Stegen bisa kembali bermimpi meraih gelar. Ajax saat ini berada di peringkat kedua Eredivisie, hanya terpaut satu poin dari pemuncak klasemen Feyenoord Rotterdam. Di Conference League, setelah kalah dari Hajduk Split pada laga pembuka, mereka meraih kemenangan 2-0 atas Atalanta Bergamo, dengan FC Midtjylland menanti pada Kamis.

Sebelumnya, Ajax dilaporkan masih berharap bisa memermanenkan ter Stegen. Mundo Deportivo menyebut ada satu kendala besar terkait kemungkinan kesepakatan tersebut, yakni gaji kiper berusia 34 tahun itu yang sangat tinggi. Pelatih anyar Ajax, Míchel, yang pernah bekerja sama dengan ter Stegen di Girona, disebut ingin membawanya ke Johan Cruijff ArenA.

Ajax juga dikaitkan dengan sejumlah nama kiper lain, seperti Mark Flekken dan Yann Sommer yang berusia 37 tahun. Dengan performa yang mulai konsisten dan kepercayaan dari rekan setim, masa depan Marc-André ter Stegen di Amsterdam masih menjadi salah satu cerita yang layak dinantikan hingga bursa transfer berikutnya.

Exit mobile version