Cakrawala News – 21 September 2026 | Persebaya Surabaya harus puas berbagi poin dengan tim promosi Garudayaksa FC setelah pertandingan pekan ketiga BRI Super League 2026/2027 berakhir imbang 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Sabtu (19/9/2026). Bermain di hadapan pendukung sendiri, Bajul Ijo gagal memaksimalkan status tuan rumah meski tampil menekan sejak awal babak pertama.
Hasil ini menjadi catatan tersendiri bagi skuad asuhan Bernardo Tavares, yang sebelumnya sudah meraih satu kemenangan dan satu hasil imbang pada dua laga awal. Sementara bagi Garudayaksa, satu poin dari markas Persebaya menjadi tambahan penting dalam perjalanan mereka di Super League musim ini.
Jalannya Pertandingan
Persebaya langsung mengambil inisiatif serangan begitu pertandingan dimulai. Peluang pertama hadir pada menit ke-4 melalui sundulan Yan Mabella setelah menerima umpan sepak pojok dari Diogo Ramalho, tetapi arah bola masih belum tepat sasaran.
Dua menit berselang, giliran Jefferson Silva yang mengancam gawang Garudayaksa, namun sepakannya juga belum mengarah ke gawang. Garudayaksa merespons pada menit ke-8 lewat tendangan Christian Frydek yang mengancam gawang Persebaya kawalan Reza Arya, tetapi bola masih melebar tipis di sisi kanan tiang gawang.
Kedua tim bermain agresif dengan mengandalkan serangan balik, tetapi belum ada peluang yang benar-benar mengancam gawang masing-masing. Garudayaksa mendapat peluang emas pada menit ke-35 melalui tendangan keras Andik Vermansah dari luar kotak penalti, tapi bola masih membentur tiang gawang sebelah kanan Persebaya.
Menjelang akhir babak pertama, kedua tim terus berupaya membangun serangan untuk menciptakan peluang, tetapi belum ada yang mampu mencetak gol. Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, skor tetap imbang 0-0.
Drama di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Persebaya langsung memberikan tekanan ke pertahanan Garudayaksa. Miguel Pereira sempat menceploskan bola ke gawang Garudayaksa pada menit ke-47 melalui sepakan keras, tetapi gol tersebut dianulir wasit karena salah satu pemain Persebaya dinilai berada dalam posisi offside.
Pada menit ke-65, Garudayaksa mendapat peluang melalui serangan balik yang membuat Arkhan Kaka berhasil menembus pertahanan Persebaya dan melepaskan tendangan ke arah gawang. Namun, tendangan Arkhan Kaka masih melebar tipis di sisi kanan gawang Persebaya yang dikawal Reza Arya.
Anak asuh Bernardo Tavares terus menekan pertahanan Garudayaksa hingga akhirnya Alex Martins berhasil menceploskan bola ke gawang lawan melalui sundulan pada menit ke-85 setelah menerima umpan Jefferson Silva. Gol tersebut membuat Persebaya unggul 1-0 atas Garudayaksa.
Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Pada menit ke-89, Garudayaksa dapat menyamakan kedudukan melalui Al Hamra yang tidak terkawal setelah menerima umpan dari Frydek. Al Hamra Hehanussa kemudian melepaskan tendangan yang berhasil bersarang di gawang Persebaya sehingga skor berubah menjadi 1-1.
Menjelang berakhirnya pertandingan, Persebaya terus menggempur pertahanan lawan. Bahkan pada menit ke-90+2, Gledson sempat melepaskan tembakan namun masih bisa ditepis oleh penjaga gawang Garudayaksa Dominik Holec. Semenit kemudian, sepakan akrobatik Ramadhan Sananta belum menemui sasaran hingga wasit meniup peluit panjang dengan skor tetap 1-1.
Antisipasi Tavares Sebelum Laga
Sebelum pertandingan, pelatih Persebaya Bernardo Tavares sudah mengingatkan bahwa Garudayaksa bukan lawan yang bisa diremehkan. Menurutnya, status tim promosi yang sebelumnya berkompetisi di Liga 2 tidak bisa menjadi alasan untuk menganggap enteng calon lawan.
“Mengenai lawan berikutnya, jika melihat timnya, kita berpikir bahwa karena mereka berasal dari Liga 2, mereka tidak memiliki pengalaman di Super League. Namun, jika melihat pemain-pemain yang mereka rekrut, mereka merekrut pemain-pemain bagus,” ujar Tavares.
Pelatih asal Portugal itu menilai Garudayaksa membawa pemain-pemain berkualitas ke Indonesia dan mengubah skuad serta cara bermain mereka dalam dua pertandingan terakhir. Karena itu, ia mengaku sulit memprediksi bagaimana Garudayaksa akan tampil saat menghadapi Persebaya.
“Jadi, sulit untuk memprediksi besok apakah mereka akan bermain dengan lima pemain di lini belakang, empat pemain di lini belakang, atau melakukan pressing tinggi. Sulit untuk mengetahuinya,” tuturnya.
Tavares juga sempat menyebut bahwa beberapa pemainnya belum berada dalam kondisi seratus persen jelang laga tersebut. Meski demikian, ia memilih fokus mempersiapkan permainan timnya sendiri.
Catatan dan Konteks Tambahan
Hasil imbang ini membuat Persebaya gagal mengamankan kemenangan di kandang sendiri. Bagi Garudayaksa, satu poin dari markas Persebaya menjadi tambahan penting dalam perjalanan mereka di Super League musim ini. Pertandingan tersebut merupakan laga kelima Super League 2026/2027 bagi kedua tim.
Dari kubu Garudayaksa, penampilan mereka menunjukkan kualitas meski belum meraih kemenangan pada laga-laga sebelumnya. Tim promosi itu sebelumnya baru meraih satu hasil imbang dan satu kekalahan pada dua pertandingan awal, namun mampu menyulitkan tuan rumah hingga menit akhir.
Bagi Persebaya, laga ini menjadi pengingat bahwa konsistensi menjadi pekerjaan rumah. Peluang-peluang yang tercipta di babak pertama belum bisa dimaksimalkan, sementara gol yang sempat tercipta pada menit ke-47 harus dianulir karena offside. Ketajaman penyelesaian akhir dan ketenangan di menit-menit akhir pertandingan akan menjadi sorotan dalam evaluasi tim ke depan.
Sebelum laga melawan Garudayaksa, Persebaya juga sempat menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (13/9/2026). Dalam pertandingan tersebut, Persebaya menang 1-0 atas PSIM. Kemenangan itu sempat diwarnai hukuman Komdis PSSI kepada PSIM berupa denda Rp100 juta karena terlambat memasuki lapangan pada babak kedua sehingga laga paruh kedua mundur selama 110 detik.
Dengan tambahan satu poin, Persebaya masih berpeluang menjaga posisi kompetitif di papan klasemen. Namun, hasil imbang melawan tim promosi di kandang sendiri tentu menjadi catatan penting bagi Tavares dan skuadnya untuk memperbaiki performa pada laga-laga berikutnya.
Yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah bagaimana Persebaya merespons hasil ini, terutama dalam menjaga konsistensi dan memaksimalkan peluang saat bermain di hadapan Bonek dan Bonita. Dukungan suporter yang memadati GBT belum sepenuhnya berbuah kemenangan, dan itu menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dijawab tim pada pekan berikutnya.
