Cakrawala News – 06 November 2026 | Keputusan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menunda Piala Asia 2027 di Arab Saudi membuat Piala Asia 2027 mundur, Timnas Indonesia punya waktu lebih matangkan persiapan. Turnamen yang semula dijadwalkan pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027 resmi bergeser menjadi 23 Desember 2027 sampai 21 Januari 2028. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menilai perubahan jadwal ini justru menguntungkan skuad asuhan pelatih John Herdman.
“Ya, itu kesepakatan semua negara, kita harus mengikuti. Kalau saya, (keputusan) itu menguntungkan Indonesia,” ujar Erick Thohir kepada awak media seusai menghadiri acara Media Cup 2026 di ASIOP Stadium, Jakarta Pusat, Kamis (5/11/2026).
Penundaan ini diumumkan AFC setelah berdiskusi mendalam dengan Panitia Penyelenggara Lokal (LOC) dan Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF). Faktor keselamatan akibat ketegangan situasi di kawasan Timur Tengah menjadi pertimbangan utama, termasuk kompleksitas logistik yang substansial dan gangguan perjalanan.
Tambahan Waktu untuk Matangkan Skuad
Menurut Erick, perubahan jadwal memberikan ruang persiapan yang lebih panjang bagi Timnas Indonesia. Sepanjang 2027, skuad Garuda akan memanfaatkan empat jendela FIFA Matchday sebagai wadah uji coba, dengan agenda terdekat pada jeda internasional Maret tahun depan.
“Dengan itu persiapan kita lebih panjang. Ada bulan Maret dan Juni untuk bisa meningkatkan performa tim, apalagi ditambah nanti di bulan September sudah ada kualifikasi Piala Dunia, Oktober, November. Jadi timnya benar-benar full gear, tidak terpotong terus berhenti,” lanjut pria berusia 56 tahun tersebut.
Erick menambahkan, bergulirnya kualifikasi Piala Dunia pada September, Oktober, dan November 2027 dinilai akan menjaga kondisi fisik serta performa bertanding para pemain tetap optimal menjelang putaran final. Dengan begitu, Piala Asia 2027 mundur, Timnas Indonesia punya waktu lebih matangkan persiapan sekaligus menjaga ritme kompetitif pemain.
Di sisi lain, penundaan ini membuat agenda uji coba Timnas Indonesia pada FIFA Matchday November 2026 diliputi ketidakpastian. PSSI menyerahkan perumusan skenario alternatif kepada Badan Tim Nasional (BTN) dan pelatih John Herdman.
“Itu kompleks. Kita tahu situasi di Timur Tengah tidak mudah. Kita memprioritaskan bagaimana keselamatan para pemain terlebih dahulu. Apalagi AFC kan memundurkan Piala Asianya. Jadi, memang di November ini cukup limbung karena memang bukan menjadi lagi untuk uji coba untuk AFC,” tutur Erick.
Dampak pada Kalender Kompetisi Nasional
Penundaan Piala Asia 2027 juga memaksa penyesuaian kalender sepak bola nasional. Direktur Utama I League, Ferry Paulus, menyatakan operator liga akan menata ulang jadwal kompetisi domestik. Sebelumnya, kalender Januari 2027 sudah dikosongkan untuk BRI Super League 2026/2027 dan I League 2026/2027.
“Ya buat liga tentunya kami akan berupaya untuk bisa memadatkan atau menarik kembali pertandingan-pertandingan yang kami extend ke Februari dan seterusnya menjadi seperti apa yang dilakukan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Ferry Paulus di ASIOP Stadium, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Ferry menyambut baik perubahan jadwal ini karena membuka peluang kompetisi nasional kembali tuntas pada akhir Mei, pola yang lazim pada musim-musim sebelumnya. Menurutnya, penyusunan kalender musim 2027/2028 dapat dilakukan lebih rapi dan terstruktur sejak awal.
“Dengan begitu, berakhirnya kompetisi di semua strata liga akan berakhir pada Mei, di mana semula setelah ada Piala Asia 2027 itu jadwalnya jadi mundur ke Juni. Jadi lebih ideal, lebih bagus,” jelas Ferry Paulus.
Ia menambahkan, pengunduran turnamen benua ini membawa dampak positif lain berupa jeda istirahat pemain yang lebih masuk akal dalam rentang musim padat. Situasi tersebut krusial bagi klub yang menjalani empat ajang pada 2026/2027, seperti Persib Bandung dan Borneo FC.
Peluang bagi Tim Lain
Selain Indonesia, publik China menyambut penundaan ini sebagai kesempatan berharga bagi pelatih Shao Jiayi untuk memperbaiki performa dan strategi tim nasional. Media China, Oriental Sports, menyebutnya sebagai kesempatan langka setelah Timnas China mencatat hasil mengecewakan dalam turnamen persahabatan di Chongqing pada awal Oktober.
Meski demikian, tidak semua pihak menerima perubahan jadwal dengan tangan terbuka. Sejumlah negara peserta dilaporkan kecewa karena harus menyesuaikan rencana persiapan yang telah disusun. Bek Timnas Jepang bahkan disebut sedih dengan penundaan ini karena persiapan dan ambisinya bersama pelatih Hajime Moriyasu menjadi berantakan.
Di sisi lain, pelatih Timnas Thailand, Anthony Hudson, menilai penundaan Piala Asia 2027 menguntungkan timnya. Timnas Indonesia sendiri tetap akan bersaing di Grup F Piala Asia 2027 bersama Thailand, Qatar, dan Jepang.
Pengamat sepak bola nasional, Aris Budi Sulistyo, juga menyebut ada keuntungan bagi Timnas Indonesia dari perubahan waktu pelaksanaan tersebut. Tambahan waktu dinilai bermanfaat bagi John Herdman untuk mematangkan skuad serta memulihkan pemain yang cedera.
Dengan Piala Asia 2027 mundur, Timnas Indonesia punya waktu lebih matangkan persiapan melalui serangkaian uji coba dan kualifikasi Piala Dunia. Namun, kepastian agenda FIFA Matchday November 2026 masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera dirampungkan PSSI, BTN, dan John Herdman agar momentum persiapan tidak terbuang.
