Cakrawala News – 21 Oktober 2026 | Presiden Prabowo Subianto jamu Sekjen PBB Antonio Guterres di Hambalang, bahas isu global dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di kediaman pribadi presiden di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (18/10/2026). Kunjungan kerja orang nomor satu di Perserikatan Bangsa-Bangsa itu menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat diplomasi dan kemitraan multilateral di tengah dinamika geopolitik dunia yang kian kompleks.
Prabowo menyambut langsung kedatangan Guterres saat turun dari kendaraan. Keduanya kemudian berjalan menuju pendopo kediaman presiden untuk melaksanakan sesi foto bersama sebelum melanjutkan agenda pertemuan bilateral bersama delegasi masing-masing pihak.
Menurut keterangan Sekretariat Presiden, pertemuan tersebut membahas penguatan komunikasi dan koordinasi antara Indonesia dan PBB. Pembicaraan juga mencakup sejumlah isu strategis internasional serta upaya memperkuat kerja sama multilateral dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Apresiasi Guterres atas Peran Indonesia
Sekretariat Kabinet mengungkapkan sejumlah hal yang disampaikan Guterres dalam pertemuan tersebut. Pertama, ia menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan politik luar negeri Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto. Kedua, Guterres berpamitan menjelang berakhirnya masa jabatan sebagai Sekjen PBB pada Desember 2026.
Ketiga, Guterres mengapresiasi langkah Presiden Prabowo dalam usaha melaksanakan ketertiban dunia serta langkah nyata Indonesia membantu rakyat Palestina. Apresiasi tersebut menjadi penanda pengakuan internasional terhadap peran aktif Indonesia dalam isu kemanusiaan dan perdamaian.
“Pertemuan ini menegaskan eratnya komunikasi dan kemitraan Indonesia dengan PBB dalam memperjuangkan perdamaian, memperkuat stabilitas global, serta mendorong terciptanya tatanan dunia yang lebih adil dan sejahtera,” demikian siaran resmi Sekretariat Kabinet.
Berdasarkan keterangan resmi Kantor Sekretariat Jenderal PBB, kedua pihak membicarakan reformasi sistem multilateral, kemajuan pencapaian Agenda 2030, serta berbagai persoalan internasional, termasuk situasi di Palestina yang saat ini dijajah oleh Israel.
Delegasi Kedua Pihak
Dalam pertemuan bilateral tersebut, Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Tetap RI untuk PBB di New York Umar Hadi.
Sementara itu, Guterres didampingi Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Isu Air Retno Marsudi dan Kepala Perwakilan PBB untuk Indonesia Gita Sabharwal. Kehadiran sejumlah pejabat senior di kedua sisi menunjukkan bobot strategis pertemuan ini.
Sebelumnya, Guterres tiba di Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Sabtu (17/10). Sesuai jadwal, Sekjen PBB itu bermalam di kediaman Hambalang milik Presiden Prabowo.
Latar Belakang Hubungan Indonesia-PBB
Pertemuan ini bukan yang pertama bagi kedua tokoh. Prabowo dan Guterres pernah menggelar pertemuan bilateral seusai presiden menyampaikan pidato pada Konferensi Internasional Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara di Gedung Sekretariat PBB, New York, Amerika Serikat, pada Senin (22/9/2025).
Bagi Indonesia, hubungan dengan PBB merupakan bagian penting dari upaya memperkuat diplomasi dan mendorong penyelesaian berbagai persoalan internasional melalui dialog. Melalui kerja sama bilateral maupun multilateral, Indonesia menegaskan pentingnya kolaborasi antarnegara untuk mendukung perdamaian, menjaga stabilitas internasional, serta membangun respons bersama terhadap berbagai tantangan yang dihadapi dunia.
Di tengah dinamika geopolitik dan berbagai persoalan internasional, dialog antara negara dan organisasi multilateral dinilai menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman bersama. Indonesia terus menempatkan diplomasi sebagai salah satu instrumen untuk mendorong penyelesaian persoalan internasional secara damai.
Pertemuan Prabowo jamu Sekjen PBB Antonio Guterres di Hambalang, bahas isu global ini juga mencerminkan pentingnya komunikasi berkelanjutan antara Indonesia dan organisasi internasional tersebut dalam merespons perkembangan situasi global yang bergerak cepat.
Kunjungan Guterres berlangsung di tengah berbagai tantangan global yang membutuhkan dialog dan kerja sama antarnegara. Pertemuan dengan kepala negara menjadi kesempatan bagi Indonesia dan PBB untuk memperkuat komunikasi serta bertukar pandangan mengenai persoalan yang menjadi perhatian bersama.
Dengan berakhirnya masa jabatan Guterres pada Desember 2026, pertemuan di Hambalang ini sekaligus menjadi penanda transisi kepemimpinan di tubuh PBB. Ke depan, publik akan menantikan bagaimana kesinambungan kemitraan Indonesia dengan PBB dijaga, terutama dalam isu Palestina, reformasi multilateral, dan pencapaian Agenda 2030. Komitmen diplomasi yang ditunjukkan dalam pertemuan ini diharapkan memperkuat kontribusi Indonesia bagi stabilitas dan perdamaian dunia.












