Profil Letjen Ariyo Windutomo, Jenderal Bintang Tiga yang Ditunjuk Prabowo Jadi Plt KSP

Profil Letjen Ariyo Windutomo, Jenderal Bintang Tiga yang Ditunjuk Prabowo Jadi Plt KSP
Profil Letjen Ariyo Windutomo, Jenderal Bintang Tiga yang Ditunjuk Prabowo Jadi Plt KSP

Cakrawala News – 07 November 2026 | Inilah profil Letjen Ariyo Windutomo yang ditunjuk Prabowo jadi Plt KSP gantikan Listyo Sigit Prabowo. Presiden Prabowo Subianto menunjuk Letnan Jenderal TNI Ariyo Windutomo sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Staf Kepresidenan (KSP) setelah menandatangani Keputusan Presiden pemberhentian Listyo Sigit Prabowo dari jabatan tersebut pada Rabu, 4 November 2026. Penunjukan itu diumumkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Istana, Jakarta, pada hari yang sama.

Menurut Prasetyo, keputusan diambil karena salah satu pihak yang ditetapkan sebagai tersangka tengah menduduki jabatan Kepala Staf Kepresidenan. “Pada pagi hari tadi, Bapak Presiden telah mengambil keputusan dan telah menandatangani keputusan presiden berkenaan dengan pemberhentian saudara Listyo Sigit Prabowo dalam kapasitas beliau sebagai Kepala Staf Kepresidenan,” kata Prasetyo dalam konferensi pers tersebut.

Untuk memastikan tugas dan fungsi KSP tetap berjalan, Prabowo kemudian menunjuk Ariyo Windutomo sebagai pelaksana tugas. “Untuk selanjutnya Bapak Presiden menunjuk pelaksana tugas untuk mengisi kekosongan tersebut, untuk sementara beliau menunjuk Letnan Jenderal TNI Ariyo Windutomo untuk menjalankan tugas sebagai pelaksana tugas KSP,” ujar Mensesneg.

Siapa Ariyo Windutomo

Ariyo Windutomo merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat lulusan Akademi Militer (Akmil) 1996. Ia satu angkatan dengan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IV/Diponegoro, Mayjen TNI Deddy Suryadi. Perwira yang dikenal sebagai sosok kepercayaan Prabowo sejak bertugas di Kementerian Pertahanan ini kini merangkap dua jabatan strategis di lingkungan Istana Kepresidenan.

Sebelum ditunjuk sebagai Plt KSP, Ariyo menjabat sebagai Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres). Ia dilantik menggantikan Heru Budi Hartono pada Jumat, 29 November 2024. Nama Ariyo juga tercatat dalam daftar 76 perwira tinggi TNI yang dimutasi Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto pada 31 Oktober 2024.

Dalam perjalanan kariernya, Ariyo dikenal memiliki pengalaman di bidang administrasi dan birokrasi pemerintahan. Sebelum bertugas di lingkungan Istana, ia cukup lama mengemban sejumlah posisi di Kementerian Pertahanan. Beberapa jabatan yang pernah diembannya antara lain Analis Madya Biro Kepegawaian dan Kepala Bagian Kepegawaian Kemhan.

Kariernya di kementerian tersebut berlanjut ketika ia dipercaya menjadi Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kemhan pada 2022. Ketika menjabat posisi itu, Ariyo memperoleh kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal TNI atau jenderal bintang satu.

Rekam Jejak dan Promosi Jabatan

Sejumlah sumber memberikan keterangan yang sedikit berbeda mengenai jabatan Ariyo sebelum dipercaya mengisi kursi KSP. Satu sumber menyebut ia pernah menjabat Kepala Satuan Pengawas Universitas Pertahanan (Unhan), dan namanya mulai mendapat perhatian setelah memperoleh promosi menjadi Mayjen TNI saat menduduki posisi tersebut. Dalam jabatan itu, Ariyo disebut menggantikan Mayjen TNI Rui Fernando Guedes Palmeiras Duarte.

Promosi tersebut menjadikan Ariyo sebagai salah satu lulusan Akmil 1996 yang berhasil meraih pangkat Mayjen TNI. Sebelumnya, dua perwira dari angkatan yang sama telah lebih dahulu menyandang pangkat tersebut, yakni Mayjen TNI Deddy Suryadi dan Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo. Deddy Suryadi mengemban amanat sebagai Pangdam IV/Diponegoro sejak 21 Februari 2024, sementara Putranto Gatot Sri Handoyo menjabat sebagai Komandan Pusat Kesenjataan Artileri Medan sejak 22 Maret 2024.

Sumber lain menyebut Ariyo resmi menyandang pangkat jenderal bintang tiga atau Letnan Jenderal pada 16 Maret 2026, sebelum akhirnya dipercaya mengisi kekosongan kursi pimpinan KSP. Dengan penunjukan terbarunya, ia kini memegang dua mandat penting sekaligus di episentrum pemerintahan.

Selain rekam jejak jabatan, harta kekayaan Ariyo juga menjadi perhatian. Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang tercantum atas namanya, total kekayaan Ariyo mencapai Rp9.295.820.000 atau sekitar Rp9,29 miliar setelah dikurangi utang.

Latar Belakang Pencopotan Listyo Sigit

Pemberhentian Listyo Sigit dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan tidak terlepas dari perkembangan penyidikan kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap telepon Presiden Prabowo dan sejumlah pejabat negara. Listyo resmi dicopot dan ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut. Perlu dicatat, status tersangka bukan berarti kesalahan yang telah terbukti secara hukum.

Dinamika di lingkaran Istana Kepresidenan pun memanas usai pencopotan tersebut. Prabowo bergerak cepat dengan menunjuk Ariyo sebagai Plt KSP per 4 November 2026 untuk menjaga kesinambungan tugas dan fungsi lembaga kepresidenan.

Penunjukan Letjen TNI Ariyo Windutomo sebagai Plt KSP menandai babak baru di lingkungan Istana Kepresidenan. Publik akan menantikan bagaimana ia menjalankan tugas sementara tersebut, terutama karena ia masih memegang jabatan sebagai Kepala Sekretariat Presiden. Perkembangan penyidikan kasus dugaan penyadapan ilegal yang menjerat Listyo Sigit juga masih perlu diikuti, termasuk kemungkinan penetapan pejabat definitif untuk kursi Kepala Staf Kepresidenan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *